Tekuk Aljazair untuk Lolos ke 16 Besar, Swiss Hapus Salah Satu Kutukan Terpanjang di Piala Dunia

SKOR.id - Timnas Swiss melanjutkan kiprah apik mereka di Piala Dunia 2026 dengan menjejak ke babak 16 besar.
Kepastiannya didapat usai menyudahi perlawanan Aljazair 2-0 dalam duel di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Kamis (2/7/2026) waktu setempat atau Jumat pagi WIB.
Breel Embolo (10') serta Dan Ndoye (46') menjadi pahlawan kemenangan skuad Nati lewat gol-gol mereka.
Ini sebuah hasil signifikan, terutama jika melihat perjalanan panjang Swiss dalam sejarah Piala Dunia.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Catatan Gol Mikel Oyarzabal Buktikan Ia Pantas Pimpin Lini Depan Spanyol
Ya, Swiss memang termasuk salah satu tim tradisional yang punya rekam jejak panjang di turnamen sepak bola paling akbar sejagat.
Mereka debut pada edisi kedua, 1934, dan pernah tiga kali menembus perempat final (1934, 1938, 1954). Sampai sekarang, itu masih menjadi pencapaian terbaik.
Namun, sejak Piala Dunia 1994, ada satu kutukan yang selalu menghantui kiprah sang wakil Eropa - mereka selalu kandas pada laga pertama fase gugur setelah lolos dari grup.
Pada 1994, langkah Swiss dihentikan Spanyol pasca kalah telak 0-3. Dua belas tahun berselang, saat mereka kembali berlaga di Piala Dunia 2006, Ukraina hadir memberi pil pahit via adu penalti.
Berikutnya, muncul rentetan yang menegaskan kesialan Swiss di fase gugur Piala Dunia. Tiga edisi beruntun, 2014-2022, mereka selalu terhenti di babak 16 besar.
Mulai dari Argentina (2014), Swedia (2018), hingga Portugal (2022), semua bergantian mematahkan hati para pemain dan penggemar Nati.
Ini merupakan salah satu kutukan terpanjang di Piala Dunia, di mana Swiss gagal memenangi laga fase gugur selama 32 tahun, tersebar dalam lima edisi.
Tapi, pada Piala Dunia 2026, ceritanya berubah. Kemenangan atas Aljazair menghapus trauma masa lalu dan membuka jalan untuk menyamai pencapaian terbaik.
Ya, saat ini, Granit Xhaka dan kawan-kawan sudah menjejak di babak 16 besar, bakal bertemu Kolombia atau Ghana.
Jika menang lagi, mereka akan kembali ke perempat final Piala Dunia untuk kali pertama dalam 72 tahun.
Pada titik itu, lawannya bisa siapa saja - Argentina, Cape Verde, Australia, atau Mesir. Namun, satu hal yang pasti, Swiss saat ini punya motivasi tinggi untuk terus melaju.
Sejauh ini, mereka tak terkalahkan dalam empat pertandingan, tiga terakhir berupa kemenangan. Mampu pertahankan konsistensi, bukan tak mungkin semifinal perdana bisa dicapai.
