Home > Other Sports

PB PASI Gelar Kejurnas Atletik 2026 sekaligus Indonesia U-18 Open Championship 2026 di Jakarta

Indonesia U-18 Open Championship 2026 diikuti empat negara Asia Tanggara, kedua ajang digelar bersamaan di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Logo Kejurnas Atletik 2026 dan Indonesia U-18 Open Championship Jakarta 2026. (PB PASI)
Logo Kejurnas Atletik 2026 dan Indonesia U-18 Open Championship Jakarta 2026. (PB PASI)

SKOR.id - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) resmi menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2026, yang dibarengi dengan Indonesia U-18 Open Championship Jakarta 2026.

Dibuka PB PASI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI pada Sabtu (27/6/2026), kedua ajang tersebut digelar di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, hingga Selasa (30/6/2026).

Kejurnas Atletik 2026 dan Indonesia U-18 Open Championship Jakarta 2026 diikuti sekitar 1.000 atlet. Ajang pertama pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia, yang kedua turut menghadirkan perwakilan negara tetangga.

Dua ajang tersebut menjadi bagian dari upaya PB PASI memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus mempersiapkan atletik Indonesia menghadapi persaingan di tingkat Asia.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Update Bursa Transfer Super League Menuju Musim 2026-2027

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme besar terhadap perkembangan cabang olahraga atletik di Tanah Air.

Untuk Indonesia U-18 Open Championship Jakarta 2026 juga menghadirkan peserta dari sejumlah negara Asia Tenggara yakni Malaysia, Filipina, dan Timor Leste, untuk mengasah kemampuan atlet dalam negeri.

Kejurnas Atletik 2026 mempertandingkan kelompok usia 16, 18, dan 20, baik putra maupun putri. Pembagian kategori tersebut dirancang untuk memastikan proses pembinaan atlet berlangsung secara berjenjang.

Sehingga, talenta muda dapat berkembang sesuai usia dan kemampuannya. Luhut pun menegaskan, penyelenggaraan kejuaraan nasional bukan sekadar agenda kompetisi tahunan.

“Ini juga menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan atlet jangka panjang yang sedang dijalankan PB PASI. Target utama pembinaan atletik Indonesia saat ini adalah meningkatkan daya saing,” ia melanjutkan.

"Jadi cerita Asia dulu lalu ke level dunia. Itu lebih realistis karena prestasi internasional hanya dapat diraih melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.”

“Atlet harus dibentuk melalui kompetisi yang berkualitas, pengalaman bertanding yang memadai, serta dukungan program latihan yang terstruktur. Saya yakin kalian para atlet akan jadi orang kelak,” Luhut menegaskan.

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, saat membuk Kejurnas Atletik 2026 sekaligus Indonesia U-18 Open Championship Jakarta 26 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, pada 27 Juni 2026. (Istimewa)
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, saat membuk Kejurnas Atletik 2026 sekaligus Indonesia U-18 Open Championship Jakarta 26 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, pada 27 Juni 2026. (Istimewa)

Untuk meningkatkan kualitas persaingan, PB PASI mulai membuka kesempatan lebih luas bagi atlet luar negeri untuk ambil bagian. Harapannya bisa memberikan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif bagi atlet-atlet Indonesia.

Luhut mengatakan langkah tersebut merupakan awal dari upaya internasionalisasi kompetisi atletik nasional. Ke depan, PB PASI berkomitmen mengundang lebih banyak negara agar kualitas pertandingan terus meningkat.

"Semakin banyak atlet internasional yang berpartisipasi, semakin besar pula pengalaman yang diperoleh atlet Indonesia dalam menghadapi persaingan. Pembinaan atlet tidak instan," katanya.

“Dibutuhkan proses panjang mulai dari pencarian bibit atlet, pembinaan di daerah, hingga pemusatan latihan nasional yang berlangsung secara berkesinambungan. Saya pun optimis atletik Indonesia bisa terus berkembang.”

“Kami mempunyai tiga fasilitas pemusatan latihan yang berstandar internasional. Para atlet juga akan kami berikan materi matematika dan fisika untuk meningkatkan kualitas mereka,” Luhut menguraikan.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga atletik nasional, karena perhatian yang diberikan menjadi modal penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang lebih kuat.

Luhut menyebut Menpora RI, Erick Thohir, telah menggagas program pembinaan multiyears yang sejalan dengan kebutuhan atletik Indonesia. Sebab memberi kepastian dalam menjalankan program latihan jangka panjang.

Dengan adanya dukungan tersebut, PB PASI optimistis pembinaan atlet usia muda dapat berjalan lebih maksimal sehingga Indonesia memiliki stok atlet berkualitas untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional pada masa mendatang.

× Image