Home > National

Timnas Indonesia Berkembang, Nurdin Halid Dukung Erick Thohir Satu Periode Lagi Pimpin PSSI

Nurdin Halid mendukung Erick Thohir memimpin PSSI satu periode lagi, setelah melihat perkembangan sepak bola nasional dan Timnas Indonesia.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menyebut Erick Thohir layak kembali menjabat satu periode lagi. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menyebut Erick Thohir layak kembali menjabat satu periode lagi. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menyampaikan dukungan langsung kepada ketua umum saat ini, Erick Thohir, tentang kemungkinan pencalonan tahun depan.

Pernyataan ini diungkapkan langsung oleh Nurdin Halid sesuai menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia di laga FIFA Match Day melawan Mozambik.

Kepada awak media, Nurdin Halid mengaku menyaksikan laga Timnas Indonesia setelah mendapatkan undangan dari Erick Thohir, dan menghadirinya sebagai bentuk dukungan sebagai mantan Ketua PSSI.

Ia juga melihat perkembangan positif dari PSSI dan Timnas Indonesia saat ini yang semakin menunjukkan kualitasnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia Dipantau Langsung Pelatih Vietnam, Ini Komentar John Herdman

Baca Juga: Peringkat FIFA Timnas Indonesia Usai Menang atas Mozambik

"Ya, saya diundang oleh Pak Erick sebagai mantan Ketua PSSI untuk terus memberikan dukungan pada tim nasional kita, sehingga setiap ada waktu saya diundang Pak Erick, saya pasti datang," kata Nurdin Halid.

"Karena saya merasa bersyukur sekarang PSSI, Tim Nasional kita sudah on the track lah. Dari apa yang kita letakkan dulu, yaitu industri bola menuju Piala Dunia. Dan saya optimis bahwa semakin ke depan, insyaallah Timnas kita ini akan semakin memperlihatkan kualitasnya untuk menuju Piala Dunia 2030. Ya, dan mudah-mudahan 2038 kita bisa menjadi tuan rumah," ungkapnya.

Nurdin Halid juga mengamati performa Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih John Herdman.

Sejauh ini ia menilai Timnas Indonesia dapat beradaptasi dengan permainan yang diterapkan John Herdman, dan terus mengalami peningkatan.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sumber:(Grafis: Jovi Arnanda/Skor.id)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sumber:(Grafis: Jovi Arnanda/Skor.id)

"Ada suatu hal yang saya lihat di John Herdman ini adalah, ada karakter yang berbeda dengan pelatih-pelatih yang lalu. Pertama, dia ingin mengetahui, memahami kultur bangsa Indonesia. Itu dulu, itu karena memahami sepak bola, itu karakter. Nah, setelah dia memberi karakter, maka dia mampu, bisa menciptakan kerja sama," ujarnya.

"Jadi kalau kita lihat permainannya kemarin mulai melawan Bulgaria, kemudian kemarin melawan Oman, kan itu ada peningkatan dari sisi kerja sama, suasana tim, euforia, dan sebagainya. Itu adalah sebuah pemahaman baru di dalam menangani tim nasional kita oleh pelatih asing."

"Yang kedua adalah John Herdman saya lihat komunikatif. Dan tidak angkuh dan tidak sombong," ujarnya menambahkan.

Perkembangan pesat Timnas Indonesia ini membuat Nurdin Halid memuji kepemimpinan Erick Thohir di PSSI saat ini.

Menurutya, sekalipun ada kelemahan jangan mempersoalkan kelemahannya, tetapi apa yang menjadi kelebihan itulah yang di dukung, disamping memberikan dukungan untuk mengatasi kelemahan tersebut.

Nurdin mengungkapkan Erick Thohir layak diberikan satu periode lagi untuk menjabat Ketua Umum PSSI, berkat prestasi yang telah ditorehkannya untuk Timnas Indonesia.

"Sepanjang Presiden mengizinkan, karena beliau kan pejabat negara. Sepanjang Presiden mengizinkan, menurut saya Pak Erick kita lanjutkan. Kita kasih kesempatan lagi satu periode. Saya kan dulu dua periode, kan," ujar Nurdin Halid.

"Karena banyak prestasi yang diciptakan oleh Pak Erick, sekalipun ada kelemahan yang harus dibenahi, tapi jangan mempersoalkan kelemahannya."

"Yang menjadi kelebihannya itu kita support, kelemahannya kita sama-sama mengatasi gitu. Nah, menurut saya sepanjang Presiden mengizinkan, lebih baik Pak Erick lanjutkan dulu," ujarnya menambahkan.

Nurdin mengeluarkan dukungan ini bukan tanpa alasan, ia telah melihat berbagai peningkatan prestasi di era Erick Thohir.

Ia juga melihat PSSI era Erick Thohir juga dapat membangun komunikasi yang lebih cair dengan Presiden FIFA.

Federasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI. (Grafis: Skor.id) Sumber:Grafis Skor.id
Federasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI. (Grafis: Skor.id) Sumber:Grafis Skor.id

"Ya, menurut saya dari sisi peningkatan prestasi nasional, peningkatan liga profesional kita, itu ada peningkatan yang signifikan, gitu. Tapi memang di sepak bola itu nggak mungkin sempurna, ya. Khususnya membenahi liga profesional kita, tapi banyak peningkatan yang dilakukan oleh Pak Erick ini," ungkapnya.

"Yang terpenting adalah komunikasi antara federasi, PSSI di bawah kepemimpinan Pak Erick, dengan Presiden FIFA itu sangat cair, sangat komunikatif. Dan itu penting. Nah, oleh karena itu, untuk apa? Untuk 2038 di mana sudah ditetapkan Afrika dengan Oceania."

"Kita bisa minta Oceania untuk menjadi tuan rumah bersama, gitu. Nah, mudah-mudahan di nanti itu bisa ditetapkan tiga negara menjadi tuan rumah dalam satu benua. Nah, ini diperlukan lobi. Dan itu karena yang menentukan tuan rumah itu adalah Exco. Nah, Pak Erick punya kemampuan untuk itu. Karena dia punya kedekatan komunikasi dengan Presiden FIFA dan Exco FIFA. Itu yang kita butuhkan," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin juga mengungkapkan kepada awak media mengenai pendapatnya terhadap naturalisasi pemain.

Di eranya sudah dilakukan naturalisasi pemain meski dengan konsep yang berbeda, ia tidak mempermasalahkan program ini karena semua dilakukan untuk Indonesia.

"Program naturalisasi itu, salah satu program dari 11 program PSSI: Industri bola menuju pentas dunia. Ya. Jadi, itu salah satu naturalisasi. Maka ketika Piala AFF 2010 itulah naturalisasi pertama. Yaitu Gonzales. Itu naturalisasi pertama" ujarnya.

"Sekalipun berbeda konsep dengan sekarang. Tapi program naturalisasi itu adalah, tujuan saya dulu adalah dalam rangka transform of skill, ya. Transform of skill dari pemain diaspora kepada pemain-pemain kita. Dan sekarang itu telah berjalan. Sekalipun kalau dulu konsep saya paling tidak lima, paling banyak lima pemain naturalisasi."

"Kalau sekarang adalah banyak sekali. Tapi bukan itu menjadi persoalan. Bangsa kita bangsa bola, ya. Bangsa kita, yang penting Indonesia menang. Mau naturalisasi, tidak naturalisasi, yang penting Indonesia menang. Oke?," pungkasnya.

× Image