Direktur Persis Minta Maaf, Jabarkan Rencana setelah Terdegradasi dari Super League 2025-2026

SKOR.id - Direktur Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, menyampaikan permintaan maaf terbuka karena tim berjuluk Laskar Sambernyawa harus terdegradasi ke kasta kedua.
Persis dipastikan menjadi tim terakhir yang turun ke Championship dari Super League 2025-2026, meski sejatinya mampu menang dalam pertandingan di pekan pamungkas.
Laskar Sambernyawa finis di peringkat ke-16 karena kalah head to head dari PSM Makassar yang berada pada zona aman, posisi tepat di atasnya, dengan poin serupa; 34 poin.
Ginda Ferachtriawan pun menyadari hasil tersebut membuat suporter Persis kecewa, dan turut merasakan hal serupa. Sebab itu ia menyampaikan permohonan maaf via situs resmi klub.
Baca Juga: Super League 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Championship 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
“Sebagai Direktur, saya berdiri di sini dengan penyesalan mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh suporter yang telah memberikan segalanya untuk tim ini,” katanya.
“Saya menyadari bahwa kekecewaan kalian adalah cerminan dari kegagalan kami dalam memenuhi ekspektasi dan menjaga kebanggaan kota ini. Saya tidak meminta kalian untuk melupakan rasa sakit ini.”
“Simpanlah, dan jadikan itu bahan bakar bagi kita semua untuk kembali ke tempat yang seharusnya. Sampai saat ini saya tidak pernah meragukan loyalitas serta kontribusi kalian kepada Sambernyawa.”
“Dan pada saat badai datang seperti ini saya yakin akan menjadi momen bagi kita semua untuk kembali merekatkan barisan menjadi lebih kuat,” Ginda Ferachtriawan memaparkan.
Lebih lanjut ia menjabarkan terkait rencana Persis setelah terdegradasi dari Super League 2025-2026, sekaligus menegaskan Laskar Sambernyawa akan menjadi lebih kuat dengan terus bersama.
“Saya akan mempertanggungjawabkan dan melaporkan segala dinamika yang terjadi kepada para owner dan kami berjanji, kami tidak akan membiarkan pengorbanan dan air mata kalian sia-sia,” ucapnya.
“Kami akan segera berbenah, memperbaiki pondasi yang retak, dan bekerja dua kali lebih keras. Setelah kompetisi usai, kami tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini.”
“Sekaligus evaluasi menyeluruh pada jajaran staf kepelatihan, official, dan staf agar bisa segera merancang kerangka tim mulai Juni mendatang.”
“Kita jatuh bersama hari ini, namun dengan dukungan kalian, saya yakin kita akan bangkit dan kembali dengan mentalitas yang jauh lebih kuat. Sakjose,” Ginda Ferachtriawan memungkasi.
