Belum Pasti di NTT, Adhyaksa FC Pertimbangkan Beberapa Daerah untuk Kandang di Super League Musim Depan

SKOR.id - Adhyaksa FC sudah dipastikan menjadi kontestan Super League 2026-2027. Itu setelah mereka finis di posisi ketiga Championship 2025-2026, usai menaklukkan Persipura Jayapura, skor 1-0, pada babak play-off di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, 8 Mei lalu.
Menatap kompetisi kasta tertinggi musim depan, Adhyaksa FC pun mulai memikirkan opsi untuk pindah kandang. Sebelumnya, diketahui pada Championship musim ini mereka memilih Banten International Stadium (BIS), Banten, sebagai home base untuk menjamu lawan-lawannya. Tapi, kehadiran penonton dalam setiap laga kandang masih belum sesuai harapan.
Maka itu, kini ada beberapa daerah yang sedang dijajaki oleh manajemen Adhyaksa FC untuk menjadi home base mereka musim depan.
“Saya sampaikan, memang ada beberapa daerah yang ingin menjadi home base kami. Namun, saat ini kami masih melakukan penjajakan. Bagaimanapun juga, Adhyaksa membutuhkan atmosfer pertandingan dengan dukungan suporter yang besar,” kata Eko Setyawan, Presiden Klub Adhyaksa FC.
Baca Juga: Adhyaksa FC Promosi ke Super League, Persekat Tegal Degradasi
Baca Juga: Adhyaksa FC vs PSS, Persaingan Top Skor Championship 2025-2026 Menyisakan Dua Mesin Gol
Menurutnya, untuk menyelenggarakan pertandingan di BIS jumlah penonton masih dibatasi yaitu hanya sekitar 2 ribu orang. Hal itu dinilai kurang menarik bagi manajemen Adhyaksa FC.
“Karena itu, manajemen pasti mencari daerah yang pemimpinnya mendukung sepak bola dan memiliki basis suporter yang besar. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan final. Di Banten masih ada kemungkinan, termasuk opsi menggunakan stadion di Cilegon. Namun, kami juga masih terus berkomunikasi dan menjaga hubungan dengan Pemerintah Kota Cilegon,” ucap Eko.
“Kalau bermain di Banten sebenarnya suporter kami sudah cukup banyak. Hanya saja yang kami pikirkan adalah representasi Banten secara keseluruhan, bukan hanya Cilegon. Harapan saya, kalau minimal ada 10.000 penonton setiap pertandingan, maka kami bisa tetap bermain di sana. Cuma permasalahannya ada di akses dan aspek pengamanan yang belum bisa sepenuhnya disediakan pihak kepolisian,” jelasnya.
Selain itu, Eko mengakui bahwa pihaknya memang sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Memang ada komunikasi dengan Pak Gubernur terkait kemungkinan di NTT, tetapi itu juga belum pasti,” tegasnya.
“Nah, yang terbaru, kami sedang menjalin komunikasi dengan pihak di Ternate, Maluku Utara. Bukan Malut United, tetapi Maluku Utara. Kenapa Ternate? Karena di sana dulu ada Persiter Ternate yang punya basis massa besar. Sekarang sebagian suporternya memang mendukung Malut United. Namun, kami melihat beberapa pertandingan mulai sepi. Karena itu kami mencoba berdiskusi dengan beberapa pihak di sana, termasuk orang-orang dekat Bu Gubernur,” tutur lelaki yang juga Anggota Komite Eksekutif PSSI itu.
Eko menambahkan, saat ini progres komunikasi untuk bermarkas di Ternate sudah sekitar 20 persen.
“Mudah-mudahan sebelum technical meeting nanti, semuanya sudah bisa diputuskan,” pungkasnya.
