Home > Other Sports

Menpora Erick Thohir Dapat Penghargaan Sekaligus Pastikan Komitmen Presiden Prabowo

Pada Rapat Anggota NOC Indonesia, Menpora Erick Thohir mendapat penghargaan dan juga memastikan komitmen Prsiden Prabowo Subianto.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Pada Rapat Anggota NOC Indonesia, Menpora Erick Thohir mendapat penghargaan dan juga memastikan komitmen Prsiden Prabowo Subianto. (Foto: PSSI Pers)
Pada Rapat Anggota NOC Indonesia, Menpora Erick Thohir mendapat penghargaan dan juga memastikan komitmen Prsiden Prabowo Subianto. (Foto: PSSI Pers)

SKOR.id - Menpora Erick Thohir mendapat penghargaan sekaligus memastikan komitmen Presiden Prabowo Subianto pada acara Rapat Anggota NOC Indonesia.

Pertama, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mendapat penghargaan khusus Order of Merit dari President of United Through Sports (UTS) sekaligus President of the Alliance of Independent Members of Sport (AIMS) dan Executive Council Member, SportAccord, Stephan Fox.

Penghargaan itu diberikan pada Rapat Anggota NOC Indonesia yang digelar di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Menpora Erick dalam memajukan olahraga serta mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan non-diskriminasi.

Baca Juga: Head-to-Head Timnas Indonesia vs Semua Lawan di Grup F Piala Asia 2027

Baca Juga: Pelatih Timnas U-17 Indonesia: Masih Ada Peluang Lolos Fase Gugur!

“Hari ini kami sangat senang dapat memberikan United Sports Special Award kepada IOC Member dan Menteri Olahraga Erick Thohir serta kepada Presiden NOC, Okto, atas upaya dan kontribusi luar biasa yang mereka berikan bagi dunia olahraga," ujar Stephan Fox.

"Baik di tingkat nasional maupun internasional, dalam mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan non-diskriminasi dalam olahraga, memajukan olahraga untuk semua, serta benar-benar memberikan dampak kembali kepada masyarakat melalui olahraga. Kami sangat menghargai upaya mereka dan berharap dapat terus melanjutkan kerja sama ini."

Pada acara ini, Erick Thohir juga memastikan kepada stakeholder olahraga Indonesia untuk tidak meragukan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap olahraga nasional.

"Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan bahwa komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional. Karena Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional, karena saya juga bagian dari olahraga nasional," kata Menpora Erick.

Menpora Erick juga menyampaikan bahwa, saat ini memang olahraga Indonesia sedang menghadapi proses, dan menata ulang.

Beberapa proses penting yang menurut Menpora Erick sedang dijalankan sekarang ini diantaranya, Kemenpora telah melakukan berbagai kerjasama lintas sektor dengan kementerian lain untuk mendukung berkembangnya olahraga nasional.

Seperti Instruksi Presiden tentang akademi olahraga, kerjasama Kemenpora dengan Kemendikdasmen.

"Jadi sekarang kita sudah punya payung hukum, seperti POPNAS, nanti akan jadi satu ke Kemendikdasmen, bapak-ibu bisa bersinergi, atau juga POMNAS yang nanti ada di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," ujarnya.

Lanjut Menpora Erick, saat ini Kemenpora juga menjalankan instruksi Bapak Presiden ada yang namanya beasiswa atlet untuk dalam negeri, ditambah lagi ada LPDP yang jumlahnya ada 100.

"Kita juga ada kesepakatan 3 menteri yakni Kemendagri, Kemenpora dan Kementerian UMKM yang diawasi oleh Kementerian PU sudah ada SKB 3 menteri dimana semua fasilitas cabang olahraga bisa dikerjasamakan dengan federasi atau cabor," kata Menpora.

Pada rapat anggota tersebut, Menpora Erick juga menyampaikan Kemenpora telah sukses menyelenggarakan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 untuk menyatukan visi sesama menteri olahraga dan pemuda se-Asia Tenggara dengan menandatangani Deklarasi Bali.

Kesepakatan deklarasi Bali tersebut diantaranya dengan memiliki sport IP untuk Asia Tenggara, seperti negara lain yang memiliki London Marathon, New York Marathon. "Kita sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028, mungkin 4 negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand," katanya.

Menpora Erick juga menyampaikan bahwa, Kemenpora telah menyelesaikan Permenpora yang terbaru Nomor 08 Tahun 2026 yaitu dengan menderegulasi 191 aturan menjadi 4 aturan, dengan mengurangi 1500 pasal menjadi 600 pasal.

"Di sinilah kita harapkan nanti sebagai fondasi awal, kita terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga nasional kita. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan Dunia," katanya.

"Kami dari Kemenpora adalah bagian keluarga besar olahraga, tetapi tentu kita tidak hanya bisa melihat diri kita sendiri. Ekosistem olahraga tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia."

Sumber: Kemenpora

× Image