Home > Championship

Musim Bersejarah Garudayaksa FC Lengkap dengan Gelar Juara Championship 2025-2026

Garudayaksa FC berhasil menjadi juara Championship 2025-2026 usai mengalahkan PSS Sleman lewat adu penalti, Sabtu (9/5/2026) malam
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
PSS Sleman vs Garudayaksa FC pada final Championship 2025-2026, 9 Mei 2026. Sumber:Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id
PSS Sleman vs Garudayaksa FC pada final Championship 2025-2026, 9 Mei 2026. Sumber:Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id

SKOR.id - Garudayaksa FC sukses mengukir sejarah. Bukan hanya promosi untuk kali pertama ke kasta elite sepak bola Indonesia, mereka melakukannya dengan gaya, yakni menjuarai Championship 2025-2026.

Momen historik tersebut terjadi di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam, kala tim asuhan Widodo Cahyono Putro sukses menekuk tuan rumah PSS Sleman lewat drama adu penalti.

Ya, kedua tim bermain sama kuat 2-2 pada waktu normal, dengan dua gol Garudayaksa FC lewat Alfin Kelilauw (23') dan Everton Nascimento (penalti 35') mampu disamai secara dramatis oleh Gustavo Tocantins via brace-nya (65', 90+5').

Ironisnya, Tocantins malah menjadi penyebab kekalahan PSS ketika eksekusi penaltinya pada babak tos-tosan gagal menemui sasaran. Dengan demikian, Garudayaksa FC yang berpesta dengan hasil akhir 4-3.

Ini merupakan gelar kompetitif perdana Garudayaksa FC sejak berdiri pada 2023 lalu. Makin istimewa karena ini juga partisipasi pertama mereka di liga sepak bola tanah air dan langsung menjadi juara.

Trofi Championship 2025-2026 tentu akan menjadi modal bagi Andik Vermansah dan kawan-kawan untuk bertarung di kasta tertinggi, Super League, musim depan.

Adapun PSS Sleman harus menelan kekecewaan besar, apalagi laga ini berlangsung di hadapan ribuan suporter fanatik mereka.

Meski juga mengamankan tiket promosi, tetap saja kegagalan melengkapi perjalanan hebat semusim dengan gelar juara menjadi pukulan telak.

PSS juga tak bisa menambah dua trofi kasta kedua yang mereka raih pada 2013 dan 2018 lalu.

Jalannya pertandingan

PSS Sleman langsung mengambil inisiatif menyerang pada menit-menit awal pertandingan, terbakar oleh dukungan penuh suporter yang memadati stadion.

Namun, kombinasi Riko Simanjuntak, Terens Puhiri, dan Gustavo Tocantins masih belum mampu menembus solidnya pertahanan Garudayaksa FC.

Laga berjalan menarik karena sang tamu pun tak ragu melancarkan serangan balik. Winger senior Andik Vermansah menjadi motor lewat tusukan-tusukannya yang berbahaya.

Salah satunya menit ke-21, ketika sepakan Andik memaksa kiper PSS, Ega Rizky, melakukan penyelamatan.

Upaya Garudayaksa FC akhirnya berbuah saat laga memasuki menit ke-17. Alfin Kelilauw berada di posisi yang tepat untuk menyambut umpan panjang ke kotak penalti PSS sekaligus menghukum Ega Rizky yang maju jauh dari gawangnya.

Tuan rumah berupaya membalas, tapi keasyikan menyerang membuat mereka hilang fokus dalam bertahan.

Satu pelanggaran di area terlarang pada menit ke-35 menghasilkan penalti buat Garudayaksa FC, dan Everton Nascimento yang maju sebagai eksekutor menggandakan keunggulan tim tamu.

Usai turun minum, PSS Sleman berupaya bangkit. Urgensi mengalirkan bola ke depan menjadi lebih kuat.

Namun, mereka harus menanti sampai menit ke-65 untuk mendapatkan gol balasan lewat Gustavo Tocantins.

Striker asal Brasil itu menyalakan insting predatornya dengan melepas tembakan jarak dekat meski ditempel ketat bek Garudayaksa FC.

Tocantins bahkan sempat menyamakan kedudukan buat PSS di menit ke-75. Sayang, tembakan kerasnya dianulir karena sudah terperangkap offside.

Namun, sang top scorer Laskar Sembada memang ditakdirkan untuk menjadi penyelamat pada laga ini.

Saat PSS tampak sudah di ambang kekalahan, dia kembali muncul di posisi yang tepat untuk menghajar bola liar di mulut gawang pada menit ke-90+3. Pertarungan pun lanjut ke babak ekstra.

Hanya saja, kedua tim juga masih buntu saat dua kali perpanjangan waktu. Adu penalti harus menjadi penentu.

Garudayaksa FC sempat tegang ketika eksekutor pertama, Everton Nascimento, gagal, tapi kemudian melanjutkan prosesi dengan sempurna - melesakkan empat penalti beruntun.

Sebaliknya, PSS Sleman antiklimaks. Mereka membukan dengan positif lewat penalti Junior Haqi, tapi penendang kedua Kevin Gomes gagal.

Puncaknya adalah ketika Gustavo Tocantins maju sebagai eksekutor kelima. Diharapkan menyamakan kedudukan, sang pahlawan PSS justru gagal menaklukkan kiper Stya Beny.

Sangat ironis ketika pemain yang menyelamatkan tim lewat dua golnya justru menjadi penyebab lepasnya trofi dari genggaman.

Susunan pemain utama

PSS Sleman: Ega Rizky; Iman Fathurohman, Fachruddin Aryanto, Kevin Gomes, Saiful Djoge, Figo Dennis, Frederic Injai, Dominikus Dion, Terens Puhiri, Gustavo Tocantins, Riko Simanjuntak;

Pelatih: Ansyari Lubis

Garudayaksa FC: Stya Beny; Bagus Nirwanto, Vytas Gaspuitis, Komang Tri, Aflin Kelilauw, Asep Berlian, Adittia Gigis, Feby Eka, Christian Frydek, Andik Vermansah, Everton Nascimento;

Pelatih: Widodo C Putro

× Image