Home > Balap

Kisah Sejarah Berbeda Veda Ega dan Hakim Danish di Le Mans

Dua pembalap Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, punya kisah yang berbeda di Sirkuit Bugatti, Le Mans.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Dua pembalap Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, punya kisah yang berbeda di Sirkuit Bugatti, Le Mans. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)
Dua pembalap Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, punya kisah yang berbeda di Sirkuit Bugatti, Le Mans. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)

SKOR.id - Kisah berbeda dimiliki oleh dua pembalap Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, di Sirkuit Bugatti, Le Mans.

Jelang Moto3 Prancis akhir pekan ini, mari menilik sejarah ke belakang dua pembalap asal Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish.

Kedua pembalap sama-sama bertarung di Red Bull MotoGP Rookies Cup dua musim terakhir, termasuk bertarung di sirkuit ini.

Veda Ega Pratama dari Indonesia punya catatan kurang maksimal di sirkuit ini dua musim terakhir.

Baca Juga: 5 Fakta Laga PSS vs Garudayaksa Jelang Final Championship 2025-2026

Baca Juga: 3 Kisah Sedih Persipura yang Gagal Promosi Musim Ini

Di musim 2024, dalam dua race ia hanya finis di posisi ke-10 dan tujuh.

Di race pertama ia berjarak 15.586 detik dari sang pemenang, sedangkan di race kedua berjarak 2.159 detik.

Musim lalu, Veda Ega tak bertarung di seri Prancis.

Catatan berbeda dimiliki pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang tampil apik di Le Mans.

Di musim 2024, dalam dua race ia finis di posisi keenam dan ketiga.

Catatan ini semakin ia perbaiki musim lalu.

Hakim Danish tercatat jadi pemilik pole position di Sirkuit Bugatti.

Tak hanya itu, dalam dua race itu ia selalu mencatat lap tercepat.

Di race pertama di lap 4, ia mencatat kecepatan 144,5 Km/jam dan menyelesaikan lap dalam waktu 1'44.242.

Sedangkan di race kedua di lap 10, ia mencatat kecepatan 128,6 Km.jam dan menyelesaikan lap dalam waktu 1'57.149.

Sayang, Hakim Danish tetap tak bisa juara dalam dua race ini dan harus rela dua kali hanya naik podium kedua.

Sumber: RedBull, Wikipedia

× Image