Lupakan Piala AFF, Kurniawan Dwi Yulianto Optimistis Tatap Piala Asia bersama Timnas U-17 Indonesia

SKOR.id - Timnas U-17 Indonesia bertekad melupakan hasil buruk di Piala AFF U-17 2-26 dan bangkit menatap Piala Asia U-17 2026 di depan mata.
Seperti diketahui, Garuda Muda tak bisa berbicara banyak di rumah sendiri, kandas di fase grup Piala AFF U-17 2026 yang digelar di Jawa Timur.
Mereka cuma mampu menang atas Timor Leste, lantas kalah dari Malaysia dan diimbangi Vietnam.
Itu menjadi catatan terburuk Timnas U-17 Indonesia di ajang tersebut sejak 2017, alias nyaris satu dekade lalu.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto mengakui hasil negatif di Piala AFF U-17 2026 memengaruhi mental para pemainnya. Namun, dia tak mau kekecewaan berlarut dan mengimbau Chico Jericho dan kawan-kawan untuk segera fokus ke Piala Asia U-17 2026.
"Ya, seperti yang kita tahu bahwa tim U-17 tidak bisa lolos ke semifinal dan memang hasil yang sangat mengecewakan. Tentunya ini berdampak juga ke mentality pemain. Begitu kalah, mereka sangat down. Tapi kembali lagi waktu terus berjalan dan akan ada event di depan kita, Piala Asia, yang sangat penting juga," kata Kurniawan usai sesi latihan di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) sore.
"Kemarin, beberapa hari masa rest, kami coba untuk mengembalikan mental mereka. Jadi tim kami bekerja sangat keras, baik ofisial, kemudian ada psikolog, karena itu sangat penting," tambahnya.
Piala Asia U-17 2026 akan berlangsung kurang dari dua pekan lagi, tepatnya 5 Mei mendatang, di Arab Saudi.
Timnas U-17 Indonesia tergabung di Grup B yang sangat menantang, bersama Jepang, Qatar, dan Cina.
Kurniawan mengatakan timnya mempersiapkan diri dengan sangat serius agar bisa tampil lebih baik dibandingkan Piala AFF U-17 lalu.
"Kami coba beberapa hari ini untuk melakukan team tactical karena kita tahu lawan di Piala Asia punya game plan yang berbeda-beda. Jadi kami benar-benar ingin menerapkan counter tactical melawan mereka, kemudian (mencari) pemain mana yang sekiranya pas untuk taktik tersebut," kata mantan striker nasional itu.
Ada banyak hal, menurut Kurniawan, yang perlu dibenahi Timnas U-17 Indonesia jika ingin bangkit di Piala Asia U-17 2026.
Mulai dari aspek teknikal, seperti penyelesaian akhir, hingga mentalitas di lapangan. Problem tersebut harus segera dicari jalan keluarnya.
"Pertama, tentunya masalah finishing karena di Piala AFF, terutama pertandingan pertama, kedua, kami banyak peluang tapi tidak terjadi gol. Kemudian, fighting spirit, itu yang menurut saya pribadi perlu ditingkatkan ketika game plan kami tidak jalan,"ujarnya.
"Contoh, lawan Malaysia, kami ketinggalan 0-1. Lalu kami ingin cepat untuk menyamakan kedudukan. Padahal saat tim lawan melakukan low block, kita harus lebih sabar, cari peluang untuk ke depan. Ini menjadi evaluasi jugalah," dia menambahkan.
Soal Piala Asia U-17 2026 yang bakal jauh lebih berat dibandingkan Piala AFF U-17 2026, Kurniawan tak menampiknya.
Namun, sosok yang pernah menjadi staf pelatih di klub Serie A, Como, itu meminta agar para pemainnya tetap percaya dengan peluang sekecil apapun.
"Ya, kita tahu tim lawan kuat. Tapi, kita tidak boleh kalah sebelum bertanding. Dan itu yang selalu kami tekankan kepada para pemain bahwa kita harus tetap percaya diri, harus bisa meningkatkan motivasi," kata Kurniawan.
"Kadang-kadang, yang dianggap sepele atau underdog itu bisa melakukan sesuatu yang di luar dugaan lah. Dan saya berharap pemain tetap fokus, siapapun lawannya harus tetap full konsentrasi 90 menit," lanjutnya.
Kurniawan Dwi Yulianto percaya semua tim yang ada di Piala Asia U-17 2026 punya peluang yang sama. Tinggal bagaimana masing-masing mengeksekusi game plan yang dimiliki.
"Saya pengin pemain punya winning mentality, itu yang paling penting. Dan yang pasti dalam pertandingan di level Asia, mereka tidak boleh melakukan kesalahan-kesalahan elementer yang akhirnya menjadi bumerang," sang pelatih memungkasi.
