Home > Futsal

Gagal Juara, Hector Souto Tetap Bangga dengan Pemain Timnas Futsal Indonesia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan mimpi besarnya untuk futsal Indonesia.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Foto: FFI/Grafis: Yusuf/Skor.id)
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Foto: FFI/Grafis: Yusuf/Skor.id)

SKOR.id - Timnas Futsal Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah takluk 1-2 dari Thailand pada partai final Piala AFF Futsal 2026 yang berlangsung di Nonthaburi, Thailand, Minggu (12/4/2026) malam WIB. Meski gagal meraih gelar, pelatih Hector Souto tetap menunjukkan rasa bangga terhadap perjuangan anak asuhnya.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Souto menilai para pemain telah menunjukkan performa luar biasa sepanjang laga, khususnya di babak pertama.

“Saya sangat bangga dengan para pemain dan staf kami. Mereka memainkan pertandingan yang luar biasa. Di babak pertama kami mengontrol permainan dan lawan tidak memiliki satu pun peluang,” ujar Souto.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya.

“Saya rasa ada enam pelanggaran yang, menurut saya, tidak semuanya layak disebut pelanggaran. Saya jujur jika mengatakan bahwa saya merasa terlalu banyak dirugikan oleh keputusan wasit. Jadi mereka bisa menyamakan kedudukan lewat tendangan 10 meter, sementara sebelumnya kami unggul 1-0,” jelasnya.

Selain itu, Souto mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menambah keunggulan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut terbuang sia-sia.

“Kami punya tiga atau empat peluang bersih, termasuk dari serangan balik dan tendangan bebas. Itu seharusnya bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Memasuki babak kedua, Souto mengakui Thailand tampil lebih agresif. Tekanan yang diberikan lawan membuat permainan Indonesia sempat terganggu hingga akhirnya kebobolan gol penentu.

“Di babak kedua mereka memulai lebih baik, menekan kami, dan kami kesulitan di menit awal. Lalu mereka mencetak gol setelah kami sedikit tertekan,” tambahnya.

Meski kalah, Souto menilai timnya tetap layak mendapatkan apresiasi. Ia bahkan menyebut performa Indonesia di turnamen ini telah meningkatkan rasa hormat dari negara-negara Asia Tenggara.

“Kami memang kalah, tapi saya pikir kami mendapatkan respek dari semua orang. Sekarang Asia Tenggara mulai menghormati Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Souto juga menyoroti keterbatasan persiapan tim yang hanya berlangsung selama lima hari. Dengan waktu singkat tersebut, ia menilai para pemain telah bekerja maksimal.

“Kami hanya punya lima hari untuk mempersiapkan tim ini. Itu waktu yang sangat singkat, tapi para pemain bisa menunjukkan kualitasnya,” katanya.

Pelatih berusia 44 tahun itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter karena belum mampu mempersembahkan gelar juara. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi fondasi penting untuk masa depan futsal Indonesia.

“Saya minta maaf kami belum bisa menang di final. Tapi dengan semua situasi yang ada, kami harus bangga. Ini adalah harapan besar untuk masa depan,” ujar Souto.

Souto turut menyinggung filosofi tim yang memberi kesempatan luas kepada para pemain, termasuk 14 pemain baru yang tampil di turnamen ini. Ia optimistis regenerasi berjalan dengan baik dan akan memperkuat Timnas Indonesia ke depan.

“Saat ini kami punya sekitar 30 pemain dalam radar tim nasional, dan akan ada lebih banyak lagi dalam dua tahun ke depan. Kami sedang membangun tim yang sangat kuat,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada tim nasional, Souto juga berharap perkembangan ini bisa berdampak pada kompetisi domestik hingga pembinaan usia muda.

“Saya ingin futsal dipandang sebagai profesi serius di Indonesia. Pemain bisa bermain sekaligus belajar, dengan kehidupan dan gaji yang layak,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Souto menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan futsal Indonesia agar memiliki masa depan yang lebih cerah.

“Itu mimpi besar saya untuk futsal Indonesia,” pungkasnya.

× Image