Ramadhan Sananta Tuai Kritik, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Beri Pembelaan

SKOR.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pembelaan tegas terhadap strikernya Ramadhan Sananta yang mendapat kritik usai tampil pada semifinal FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 27 Maret 2026. Menurut Herdman, peran Sananta jauh lebih besar dari sekadar urusan mencetak gol.
Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan menjelang laga melawan Bulgaria, Herdman mendapat pertanyaan mengenai tipe penyerang nomor sembilan yang ia butuhkan, terutama ketika Ole Romeny tampil sedikit lebih ke belakang. Tanpa ragu, pelatih asal Inggris itu langsung menyebut nama Sananta.
“Ya, maksud saya, kami membutuhkan Ramadhan Sananta,” tegas Herdman.
“Saya sangat kecewa dengan kritik yang diterimanya. Dia adalah pemain yang selalu memberikan seluruh hatinya di lapangan untuk Indonesia. Dia berdarah merah. Dia mencintai negaranya,” jelas eks pelatih Timnas Kanada itu.
Herdman menyoroti berbagai komentar negatif yang muncul di media sosial usai laga semifinal tersebut. Ia menilai kritik tersebut tidak adil dan tak mencerminkan dukungan yang seharusnya diberikan kepada pemain muda yang tampil penuh dedikasi.
“Beberapa cercaan di media sosial itu tidak pantas. Kita harus menahan diri pada standar yang lebih baik,” ujarnya.
Ramadhan Sananta Disamakan dengan Olivier Giroud
Pelatih berusia 50 tahun itu kemudian menjelaskan alasan mengapa Sananta tetap menjadi bagian penting dalam struktur serangan Timnas Indonesia. Ia membandingkan Sananta dengan penyerang Timnas Prancis, Olivier Giroud.
“Ketika Anda melihat Olivier Giroud, dia tidak mencetak gol di Piala Dunia, tapi tidak ada yang mengkritiknya karena apa yang dia lakukan adalah bekerja untuk tim. Dan Sananta adalah tipe pemain itu,” jelasnya.
Menurut Herdman, keberadaan Sananta di lini depan membuka ruang bagi pemain lain seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, hingga Beckham Putra untuk lebih leluasa menembus pertahanan lawan.
“Dia merenggangkan garis pertahanan, dia menjalankan garis pertama pressing kami. Gerakannya memberi ruang pada Ole Romeny, Ragnar, Beckham Putra, dan lainnya,” jelasnya.
“Dia pemain yang mengutamakan tim. Dia sangat bangga menjadi orang Indonesia. Sulit rasanya membaca hal-hal yang ditujukan kepadanya. Saya rasa kita harus menjadi negara yang lebih baik,” pungkas Herdman.
Pada sisi lain, Timnas Indonesia selanjutnya akan menghadapi Bulgaria pada final FIFA Series 2026. Laga tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026) kick-off pukul 20.00 WIB.
