Aksi Dorong Ball Boy Tuai Kontroversi, Bintang Chelsea Minta Maaf 35 Kali hingga Kasih Jersey

SKOR.id - Winger Chelsea FC, Pedro Neto, menyampaikan permintaan maaf kepada seorang ball boy setelah insiden dorongan yang terjadi dalam laga babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 melawan Paris Saint-Germain di Stadion Parc de Princes, Paris, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Insiden tersebut terjadi saat Chelsea sedang berusaha mengejar ketertinggalan 2-4 dari PSG. Neto yang ingin segera mengambil bola terlihat mendorong ball boy yang berada di dekat papan iklan. Akibatnya, bocah tersebut terjatuh hingga menabrak papan reklame di sisi lapangan.
Aksi itu memicu reaksi keras dari para pemain PSG yang langsung memprotes tindakan Neto. Meski demikian, pemain asal Portugal itu tidak mendapatkan kartu kuning dari wasit. Namun, ia masih berpotensi mendapat hukuman tambahan melalui peninjauan ulang dari UEFA.
Setelah pertandingan berakhir, Neto langsung menemui ball boy tersebut untuk meminta maaf dan memberikan jersey miliknya sebagai bentuk penyesalan.
Dalam wawancara dengan TNT Sports, Neto mengakui tindakannya terjadi karena emosi di tengah pertandingan.
“Saya ingin meminta maaf. Saya sudah berbicara dengannya. Itu terjadi karena panasnya momen pertandingan,” kata Neto.
“Kami sedang kalah dan saya ingin mengambil bola. Saya sedikit mendorongnya dan itu seharusnya tidak terjadi.”
“Saya melihat dia kesakitan. Saya bukan orang seperti itu. Itu terjadi karena situasi pertandingan yang panas. Saya memberikan jersey saya kepadanya. Saya harus meminta maaf kepadanya. Saya benar-benar sangat menyesal atas kejadian itu,” jelas pemain berusia 26 tahun tersebut.
Neto juga menjelaskan bahwa ia langsung mendatangi ball boy tersebut sesaat setelah insiden terjadi.
“Saya langsung berbicara dengannya dan dia tertawa. Dia senang saya memberikan jersey saya dan saya sudah mengatakan maaf mungkin sekitar 35 kali,” ujarnya.
“Saya tidak mengerti bahasa Prancis yang dia ucapkan, tetapi dia tertawa, jadi saya rasa dia mengerti bahwa itu hanya karena emosi pertandingan. Vitinha juga mengatakan kepadanya bahwa saya bukan orang seperti itu,” tambah Neto.
Insiden ini mengingatkan publik pada peristiwa serupa yang pernah melibatkan legenda Chelsea, Eden Hazard, saat menghadapi Swansea City pada semifinal EFL Cup tahun 2013.
Saat itu Hazard menendang seorang ball boy yang menahan bola ketika Chelsea sedang tertinggal. Akibat tindakannya tersebut, pemain asal Belgia itu diganjar kartu merah dan menerima hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan.
Sumber: The Sun
