Jadi Pedang Bermata Dua untuk Persija, Bambang Pamungkas Bela Allano Lima

SKOR.id - Keberadaan Allano Lima yang bagaikan pedang bermata dua mendapat pembelaan dari Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.
Allano Lima yang baru didatangkan Persija pada musim ini langsung bertaji dengan mencetak enam gol, tujuh assist, serta jadi pembongkar pertahanan lawan.
Akan tetapi, penyerang asal Brasil itu juga punya sisi negatif yaitu kerap menerima kartu kuning. Sudah ada 10 diterima, dan jadi satu kartu merah tak langsung.
Sikap tersebut membuatnya sudah absen tiga pertandingan dan saat itu Persija hanya sekali menang. Laga terdekat lawan Dewa United FC pun harus dilewati.
Terkait penampilan penyerang berusia 30 tahun itu, Bambang Pamungkas yang juga legenda hidup Persija membela dengan menyebut pemainnya itu ekspresif.
“Mengenai Allano. Kita tahu bahwa dia pemain yang sangat berkualitas. Allano ini memang secara kepribadian agak unik,” katanya pada Selasa (10/3/2026).
“Jadi kadang-kadang gini, ini pengalaman saya ya, saya pernah main bola. Jadi saya punya pengalaman bahwa setiap bintang itu memiliki kontroversinya masing-masing.”
“Ada yang dalam tanda kutip indisipliner, ada yang terlalu diam, dan sebagainya, ada banyak. Nah Allano ini adalah salah satu orang yang cukup ekspresif.”
“Jadi orang-orang Brasil itu kadang sepak bola itu bener-bener apa ya, mereka sangat menikmati sepak bola,” lelaki yang akrab dikenal Bepe itu menjelaskan.
Lebih lanjut ia mencontohkan kalau sering terlihat pemain-pemain Timnas Brasil jalan ke locker room membawa musik, ketawa-ketawa. Lalu cerita Ronaldo Nazario.
Yakni kisah yang cukup legendaris ketika Carlo Ancelotti bertanya ke Ronaldo soal besok tim melawan siapa, dijawab tak tahu tetapi meyakini lawannya tahu dia.
“Nah, itu kan bagian dari orang-orang Brasil sangat menikmati sepak bola. Nah, Allano itu tipe yang seperti itu. Kita ngomong udah berkali-kali bahwa harus calm down,” Bepe menambahkan.
“Bahkan kemarin setelah main saya ngomong sama dia, Allano, hati-hati, dijawab yes, yes, yes. Tapi karena ekspresif tadi, itu yang kadang-kadang lepas.”
“Memang itu hal yang harus kami koreksi. Termasuk apakah kemudian itu menjadi catatan untuk misalkan musim depan atau di 10 pertandingan terakhir ini.”
“Tapi kadang-kadang kalau seorang pemain yang kemudian terlalu memikirkan itu, harus ditahan, tidak khawatir, mereka malah tidak bisa mengeluarkan form terbaik di lapangan. Kadang-kadang itu juga perlu dipahami juga,” ia memaparkan.
Lebih lanjut diakui bahwa Persija masih mencari cara untuk meredam kebiasaan Allano mendapatkan kartu kuning dalam membela tim berjuluk Macan Kemayoran.
“Nah ini yang perlu kami cari solusinya. Sampai saat ini kami masih coba untuk diskusi dengan Allano. Jangan sampai kemudian karena dia terlalu fokus pada omongan saya atau omongan kita,” ucap Bepe.
“Bahwa ‘lu enggak boleh ini, enggak boleh ini,’ tapi tiba-tiba kemudian jadi mainnya enggak lepas. Itu kan juga enggak bagus juga buat tim. Nah, itu yang masih perlu kita cari formula yang terbaik.”
“Apakah kemudian kalau dia udah mulai emosi saya harus lari ke lapangan narik dia dari belakang atau bagaimana, apakah itu salah satunya gitu (sambil tertawa).”
“Tapi saya sendiri juga merasakan bahwa ketika seorang pemain terlalu banyak aturan yang ada di benak dia, kan kemudian dia enggak fokus bermain.”
“Tapi sekali lagi saya setuju bahwa memang harus ada solusi terkait dengan apa yang sering dilakukan Allano, karena ini cukup merugikan tim. Dan kita sudah berkali-kali menyampaikan itu.”
“Di awal putaran pertama mungkin itu terjadi di beberapa pemain. Tapi sekarang hanya sisa-sisa Allano. Artinya memang sudah ada dari kita sebuah tindakan atau teguran kepada pemain-pemain yang menerapkan hal itu.”
“Yang lainnya bisa ngerti, tinggal Allano yang belum mengerti. Nah kamu harus perlu lagi lebih intensif lagi untuk ngobrol,” lelaki berusia 45 tahun itu memungkasi.
