Home > Badminton

Kata Jonatan Christie Usai Gugur Dini di All England 2026

Langkah tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, terhenti di babak 16 besar All England 2026.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Sumber: Grafis Dede Sopatal Mauladi/Skor.id
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. Sumber: Grafis Dede Sopatal Mauladi/Skor.id

SKOR.id - Hasil pahit didapatkan tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, di All England 2026.

Pebulu tangkis 28 tahun itu tak mampu melaju jauh, langsung gugur di babak 16 besar.

Jojo, sapaan akrabnya, harus mengakui keunggulan wakil Taiwan, Li Chun-yi, pada pertandingan di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026).

Sempat bertarung ketat pada gim pertama yang berakhir 19-21, Jojo kehilangan sentuhan pada gim kedua dan akhirnya kalah 12-21.

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu mengakui bahwa lawan bermain lebih baik, sedangkan dirinya banyak melakukan kesalahan.

"Puji Tuhan tetap bersyukur walau hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan, tapi saya rasa saya sudah melakukan yang terbaik," kata Jonatan Christie.

"Lin Chun-yi bermain sangat baik juga hari ini, sementara saya tadi beberapa kali sedikit ada miss dari penerapan strateginya. Secara keseluruhan, masih ada hal yang bisa dievaluasi lagi," tambahnya.

Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, gugur di babak 16 besar All England 2026. (Dok. PBSI)
Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, gugur di babak 16 besar All England 2026. (Dok. PBSI)

Jojo tak menampik bahwa dirinya underperformed. Selain itu, dia juga terlalu buru-buru dalam menyelesaikan rally.

"Dia (Chun-yi) bermain jauh lebih cepat, terus juga dia punya beberapa variasi pukulan juga yang cukup menyulitkan. Dan nggak gampang dimatiin gitu. Jadi mungkin dari hal itu saya kurang tenang, kurang bisa lebih sabar," kata Jojo.

Ini adalah kali kedua beruntun Jonatan Christie gugur di babak 16 besar All England setelah mengalami hal serupa tahun lalu.

Padahal, pebulu tangkis kelahiran Jakarta itu merupakan juara edisi 2024.

Namun, All England secara keseluruhan memang tak terlalu bersahabat dengan Jojo. Sepuluh kali tampil di sini, dia baru dua kali melaju sampai perempat final atau lebih, itu termasuk saat menjadi kampiun.

Pasca gugurnya Jonatan Christie, Indonesia kini tinggal menyisakan Alwi Farhan sebagai harapan untuk juara di sektor tunggal All England 2026.

Sumber: PBSI

× Image