Rizky Ridho: Asa Persija Juara Masih Ada

SKOR.id - Hasil imbang 2-2 saat menjamu Borneo FC di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026) malam WIB, meninggalkan rasa getir bagi Rizky Ridho. Bek sekaligus kapten Persija Jakarta itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Macan Kemayoran gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Bermain di hadapan The Jakmania, Persija sebenarnya mengusung misi wajib menang demi menjaga asa dalam perburuan gelar. Tambahan satu poin jelas bukan hasil ideal, terutama ketika kompetisi memasuki fase krusial.
Ridho mengakui hasil tersebut terasa menyakitkan bagi seluruh tim.
“Sangat sedih kami harus kehilangan dua poin di kandang. Semua tentu kecewa dengan hasil ini. Kami sudah berusaha memberikan tiga poin agar semakin dekat ke papan atas sesuai target kami, yaitu juara,” kata Ridho, dalam sesi jumpa pers setelah laga.
Menurutnya, kegagalan meraih kemenangan membuat langkah Persija sedikit tertahan dalam persaingan papan atas. Namun, ia menegaskan peluang untuk menjadi kampiun belum sepenuhnya tertutup.
Kompetisi yang menyisakan 10 pertandingan dipandang Ridho sebagai momen penentuan. Ia menyebut seluruh laga tersisa ibarat partai final yang wajib dimenangkan jika Persija ingin tetap berada dalam jalur juara.
Sementara ini, Persija berada di posisi kedua dengan 51 poin dari 24 laga. Terpaut tiga angka dari Persib yang ada di pucuk klasemen dan baru memainkan 23 pertandingan.
“Asa untuk menjadi juara belum tertutup. Kami akan terus berjuang di setiap pertandingan karena 10 laga sisa adalah final bagi kami,” tegas bek Timnas Indonesia itu.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa mentalitas tim Persija tetap terjaga, meski tekanan semakin besar di setiap pekan.
Selain soal hasil, konsistensi lini belakang juga kembali menjadi perhatian. Persija masih kesulitan mencatatkan clean sheet, termasuk kebobolan pada momen-momen krusial seperti pertengahan hingga akhir pertandingan.
Ridho tak menampik adanya pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
“Memang kami masih jarang mencatat clean sheet karena kebobolan, termasuk di menit-menit akhir dan pertengahan laga. Kami harus lebih fokus dan lebih konsentrasi lagi karena mungkin ada kesalahan individu yang mengakibatkan kami kebobolan. Ke depannya, kami harus lebih baik dan menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin,” jelasnya.
Evaluasi menyeluruh diyakini akan dilakukan tim pelatih untuk memperbaiki detail-detail kecil yang kerap berujung pada gol lawan. Jika ingin benar-benar bersaing dalam perebutan gelar, soliditas pertahanan menjadi aspek yang tak bisa lagi ditawar.
Dengan kompetisi yang kian ketat, Persija dituntut segera bangkit. Konsistensi, fokus, dan disiplin akan menjadi kunci apakah Macan Kemayoran mampu menjaga mimpi juara hingga akhir musim.
