Home > Super League

Yuran Fernandes Siap Gagalkan Misi Bernardo Tavares bersama Persebaya

Bek PSM, Yuran Fernandes, memberikan komentarnya menjelang duel melawan eks mentor di Stadion GBT, Rabu (25/2/2026) malam WIB.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Bek PSM Makassar, Yuran Fernandes. (Foto: Dok. I.League/Grafis: Skor.id) 
Bek PSM Makassar, Yuran Fernandes. (Foto: Dok. I.League/Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Atmosfer penuh emosi dipastikan mewarnai duel klasik saat Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar pada lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam WIB.

Sorotan utama tertuju pada bek andalan PSM, Yuran Fernandes, yang harus berhadapan langsung dengan sosok penting dalam perjalanan kariernya di Indonesia, sang mantan pelatih Bernardo Tavares yang kini menjadi juru taktik Persebaya.

Laga ini bukan sekadar pertarungan memperebutkan tiga poin. Lebih dari itu, pertandingan tersebut menjadi ajang reuni profesional antara pemain dan pelatih yang pernah bekerja bersama selama 3,5 tahun. Dalam periode itu, Tavares sukses mempersembahkan gelar juara Liga 1 2022-2023 untuk PSM pada musim debutnya di Indonesia.

Selain menghadirkan trofi, pelatih asal Portugal tersebut juga dikenal konsisten memberi kesempatan kepada pemain muda PSM untuk berkembang. Bagi Yuran, Tavares bukan sekadar mantan pelatih, melainkan figur penting dalam keluarga besar Juku Eja yang layak mendapatkan penghormatan atas kontribusinya.

“Tavares melakukan pekerjaan yang sangat baik di PSM. Pada musim pertama dia menjadi juara, dan musim berikutnya dia berani bertaruh dengan pemain-pemain muda. Dia berhasil membawa klub ini ke level yang bagus,” ujar Yuran dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Meski memiliki kedekatan emosional, Yuran menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi garis batas yang tidak bisa dilanggar di lapangan. Bek asal Tanjung Verde itu memahami betul filosofi permainan Tavares, begitu pula sebaliknya.

Dalam pertandingan nanti, Yuran akan menjadi benteng utama Pasukan Ramang yang harus ditembus strategi racikan mantan mentornya tersebut.

“Kami memiliki hubungan yang baik, saya menganggapnya sebagai teman. Namun untuk pertandingan besok [malam nanti], kami akan menjadi lawan selama 90 menit, bukan rival. Dia tahu bagaimana saya sebagai pemain, dan saya sedikit tahu bagaimana dia memasang ide ke permainan,” tambah bek bertinggi 198 cm itu.

Sikap penuh respek yang ditunjukkan Yuran mencerminkan kedewasaan seorang atlet profesional. Menghormati lawan adalah bagian dari sportivitas, tetapi membawa pulang kemenangan tetap menjadi tujuan utama sebagai pemain PSM.

Di tengah tekanan suporter tuan rumah, Yuran bertekad tetap berpegang pada prinsip permainan timnya demi mencuri poin di Surabaya. Hubungan hangat di luar lapangan akan dikesampingkan sementara begitu peluit kick-off dibunyikan.

Bek berusia 31 tahun tersebut siap menunjukkan bahwa bentuk penghormatan terbaik kepada mantan pelatihnya adalah dengan memberikan perlawanan maksimal sepanjang pertandingan.

Sumber: ileague.id

× Image