Home > Super League

Perdana Berkarier di Negara Mayoritas Muslim, Bek Asing Persib Rasakan Keanehan Saat Ramadan

Bek asing Persib Bandung, Federico Barba, tidak menemui kendala berarti meski perdana menjalani karier di negara mayoritas dalam momen Ramadan.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Federico Barba, pemain asal Italia menjadi bagian Persib Bandung setelah sempat membela Como FC. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)
Federico Barba, pemain asal Italia menjadi bagian Persib Bandung setelah sempat membela Como FC. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)

SKOR.id - Bek asing Persib Bandung, Federico Barba, tidak menemui kendala berarti meski perdana menjalani karier di negara mayoritas dalam momen Ramadan.

Bergabung dengan Pangeran Biru, julukan Persib, pada musim ini memang menjadi pengalaman pertama bagi Federico Barba menjalani karier di luar negara Eropa.

Sebelumnya pemain asal Italia itu bermain di negaranya, Jerman, Spanyol, dan Swiss. Momen Ramadan pun tak banyak berpengaruh karena muslim jadi minoritas.

Kini, merasakan Ramadan di negara yang mayoritas warganya beragama Islam, ia mengakui sedikit asing. Tepatnya perihal agenda latihan malam yang dilakukan.

Akan tetapi untuk jadwal pertandingannya, pemain berusia 32 tahun itu tidak mengalami masalah, hal tersebut tak memengaruhi kesiapannya berlaga.

"Saya pikir tidak ada masalah bagi saya maupun pemain lainnya di sini. Memang terasa sedikit aneh karena kami harus berlatih sangat larut,” kata Federico Barba.

“Tapi untuk pertandingan sendiri itu normal. Saya sudah terbiasa bermain di jam seperti ini, jadi tidak ada masalah," ia menambahkan, dari situs resmi Persib.

Adapun selama Ramadan, jadwal tanding di Super League 2025-2026 yang semula berada di jam 15.30 atau 19.00 WIB, sepenuhnya digeser menjadi 20.30 WIB.

Terdekat Persib pun harus berlaga di jam khusus Ramadan tersebut ketika menjalani pekan ke-22, yakni menjamu Persita Tangerang pada Minggu (22/2/2026).

Bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Pangeran Biru dalam kondisi baru menerima pukulan karena keikutsertaannya di kompetisi lain.

Mereka tersingkir dari AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 pada Rabu (18/2/2026), dengan kekalahan agregat dari Ratchaburi FC meski menang di GBLA.

Terkait hal itu, Federico Barba memastikan mentalitas Persib tidak terganggu untuk duel menjamu Pendekar Cisadane, julukan Persita, di Super League 2025-2026.

“Perjuangan di AFC sudah selesai dan sekarang kami mencoba mengambil hal-hal positif dari sana. Kami akan terus mencoba sampai akhir,” ucap eks-bek Como FC itu.

“Ini sangat penting karena kami ingin memenangkan semua pertandingan, dan itu harus menjadi mentalitas kami hingga akhir musim,” ia melanjutkan jelang lawan Persita.

× Image