La Liga Luncurkan Kampanye 42 Legacies, 42 Ways of Winning

SKOR.id - La Liga meluncurkan kampanye barunya yang bertajuk 42 Legacies, 42 Ways of Winning, berdasarkan studi mereka tentang satu dari dua warga Spanyol (52 persen), yang meyakini kecintaan terhadap sepak bola diturunkan dari lingkungan keluarga.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat rasa memiliki serta menyoroti emosi, budaya, dan sejarah dari 42 klub La Liga. Selain itu 7 dari 10 anak pencinta sepak bola mendukung klub yang sama dengan ayah dan ibu mereka. Fenomena ini umum terjadi terutama di komunitas Madrid dan Katalonia.
Selain faktor keluarga, identtas kewilayahan juga memberi peran penting, 24 persen warga Spanyol mengaitkan kecintaan terhadap sepak bola terhadap kedekatan geografis. Angka ini meningkat di wilayah Basque Country (37 persen), Asturias (33 persen), dan Komunitas Valencia (28,4 persen).
"Warisan sepak bola adalah salah satu nilai terbesar LALIGA. Ini merupakan gabungan dari 42 budaya, 42 cara merasakan dan meraih kemenangan, yang disatukan oleh rasa memiliki yang sama. Melalui kampanye ini, kami ingin menyoroti semua hal yang diwarisi para penggemar dari keluarga mereka dan terus berkembang bersama setiap generasi baru," ujar Angel Fernandez, Direktur Merek dan Strategi global La Liga.
Temuan ini merupakan bagian dari 42 Legacies, 42 Ways of Winning, sebuah inisiatif La Liga yang komprehensif dan lintas sektor, yang dirancang untuk melibatkan penggemar secara aktif, serta menjadikan mereka bagian narasi kolektif yang dibangun dari pengalaman pribadi.
Kampanye ini mencakup peluncuran iklan utama mereka (brand spot) yang menyampaikan pentingnya warisan sepak bola, serta ektivasi khusus di stadion dan media sosial, dengan berkolaborasi bersama klub.
Warisan Keluarga Menjadi Sorotan
Di Spanyol, data menunjukkan 76 persen orang mengikuti sepak bola karena pengaruh langsung ayah atau ibu, sedangkan 18 persen mendapatkannya dari saudara kandung.
Menariknya ada fenomena warisan terbalik, yaitu 8 persen dari mereka mendapatkan kecintaan terhadap sepak bola dalam keluarga, melalui anak, keponakan, atau cucu. Ini mencerminkan kemampuan sepak bola membangun ikatan dalam dua arah. Fenomena ini menonjol di Kepulauan Balearic (15 persen) dan Katalonia (12 persen).
Peran perempuan semakin mendapat visibilitas dalam narasi bersama ini, sebanyak 16 persen penggemar menyatakan bahwa mereka mewarisi kecintaan terhadap klub dari anggota keluarga perempuan. Angka yang cukup signifikan terjadi di Kepulauan Balearic (24,6 persen) dan Katalonia (17,5 persen), di mana pewarisan melalui ibu, nenek, atau saudari perempuan lebih menonjol.
Warga Spanyol menganggap penting pewarisan ini, 93 persen dia ntaranya menilai penting untuk mewariskan loyaltas terhadap klub antar generasi. Analusia menjadi wilayah yang paling menghargai aspek ini (94 persen).
Cara dan Kebersamaan dalam Menikmati Sepak Bola
Studi ini juga mengkaji bagaimana dan dengan siapa sepak bola dinikmati. Rumah menjadi tempat utama menonton pertandingan, sebanyak 87 persen penggemar Spanyol menonton sepak bola di rumah, setidaknya sekali dalam sebulan.
Namun, dimensi sosial sepak bola di luar rumah juga sangat kuat, 57 persen responden pergi ke bar sekali sebulan untuk menonton sepak bola, sedangkan 37 persen hadir di stadion dengan frekuensi yang sama.
Di antara mereka yang pergi ke stadion, sepak bola terbukti menjadi pengalaman bersama, setengahnya bersama pasangan dan 46 persen pergi bersama anak-anak. Angka ini lebih tinggi di Kepulauan Canary (55 persen), Asturias (52 persen), dan Madrid (50 persen).
Penggemar di Andalusia dan Murcia lebih sering menghadiri pertandingan bersama ayah dibanding rata-rata nasional (masing-masing 29 dan 40 persen, dibandingkan 24,75 persen). Kepulauan Balearic (33,4 persen), Komunitas Valencia (33 persen), dan Cantabria (31 persen), mencatat tingkat kehadiran bersama perembuan lebih tingga. Di wilayah Kepulauan Balearic dan Cantabria menunjukkan kehadiran kakek-nenek yang cukup signifikan di tribun stadion.
Di wilayah Asturias, kunjungan ke bar menjelang pertanidingan tercatat sebesar 61 persen, sementara Basque Country menonjol dalam hal konsumsi ruang publik (36,4 persen dibanding rata-rata nasional 27 persen).
Di antara mereka yang menonton sepak bola di bar, tiga dari empat warga Spanyol sellau pergi ke tempat yang sama, menegaskan kuatnya ikatan sepak bola, ruang pertemuan, dan identitas lokal.
Sevilla dan Real Madrid Paling Banyak Diwariskan dalam Keluarga
Di tingkat klub, warisan keluarga menjadi kunci kecintaan terhadap identitas tim yang bertahan dari waktu ke waktu. Sevilla (64,85 persen) dan Real Madrid (57,2 persen), menonjol sebagai klub yang paling sering mewariskan loyalitas penggemar di lingkungan keluarga.
Dalam hal pewarisan langsung, Warisan dari ayah ke anak menjadi pola paling umum dari seluruh klub, Valencia (51,92 persen), Sevilla (47,85 persen), dan Athletic Bilbao (46,31 persen), menjadi yang teratas.
Rela Betis menempatoi peringkat sebagai klub dengan warisan litas generasi terkuat, dengan 24,01 persen penggemar yang mewarisi kecintaan mereka dari kaken-nenek kepada cucu, jauh dari rata-rata klub sebesar 15,34 persen).
Jika difokuskan kepada peran perempuan, Sporting Gijon (27,01 persen), menonjol sebagai klub yang paling sering diwariskan melalui ibu, melampaui rata-rata klub.
Sementara itu, dalam konteks warisan terbalik. Penggemar Deportivo la Coruna, Girona, dan Mallorca, menjadi yang paling banyak mengadopsi loyalitas klub melalui anak-anak mereka, seiring dengan perkembangan prestasi olahraga klub tersebut.
