Home > Super League

Pinjamkan Ikon Lokal, Persik Kediri Tancap Gas Cari Striker Asing Haus Gol

Persik Kediri masih membutuhkan satu striker asing tajam pada putaran kedua Super League 2025-2026.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Klub Super League 2025-2026, Persik Kediri. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Klub Super League 2025-2026, Persik Kediri. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Langkah besar diambil Persik Kediri jelang putaran kedua Super League 2025-2026. Klub berjulukan Macan Putih itu resmi meminjamkan penyerang lokal andalan, M Khanafi, ke Borneo FC Samarinda, sembari mulai tancap gas berburu striker asing tajam untuk memperkuat lini depan.

Khanafi, yang merupakan putra daerah Kediri, akan berseragam Pesut Etam hingga akhir musim. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Manajemen menilai peminjaman tersebut penting demi perkembangan sang pemain sekaligus bagian dari strategi besar tim.

“Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis, strategi tim, serta pengembangan diri Khanafi sebagai seorang pemain,” ujar Manajer Tim Persik Kediri, M. Syahid Nur Ichsan.

Sejak bergabung dari Persedikab pada musim 2022-2023, Khanafi menjadi salah satu ikon lokal Persik. Pada musim debutnya ia tampil dalam 12 pertandingan dan mencetak empat gol. Performa meningkat di musim kedua dengan 27 laga dan tujuh gol, sementara musim lalu ia mencatat 25 pertandingan dan tiga gol. Musim ini, Khanafi baru tampil empat kali sebelum akhirnya dipinjamkan.

Syahid berharap peminjaman ini membuat Khanafi mendapat menit bermain lebih banyak dan berkembang di level kompetisi yang ketat.

“Kami berharap Khanafi bisa tampil maksimal selama masa peminjaman dan kembali dengan kualitas yang lebih baik,” tambahnya.

Khanafi menjadi pemain kelima Persik yang dilepas dengan status pinjaman pada bursa transfer paruh musim, menyusul Lucas Gama (PSS Sleman), Haikal (Persela Lamongan), Hugo Samir (Persiku Kudus), dan Yusuf Meilana (Bali United).

Di balik keputusan meminjamkan ikon lokalnya, Persik Kediri menegaskan fokus utama kini tertuju pada pencarian striker asing. Setelah mendatangkan sejumlah legiun impor di sektor tengah dan belakang, lini depan dinilai masih membutuhkan sosok penyerang haus gol.

Saat ini Persik masih memiliki 10 pemain asing dan membuka satu slot terakhir untuk melengkapi kuota maksimal. Tujuh pemain asing lama masih bertahan, yakni Kiko Carneiro, Telmo Castanheira, Imanol Garcia, Williams Lugo, Sylvain Atieda, Pedro Matos, dan Jose Enrique. Sementara tiga nama anyar yang direkrut di paruh musim adalah Chechu Meneses, Jon Toral, dan Adrian Luna.

Syahid mengakui bahwa ketajaman lini depan menjadi perhatian serius tim pelatih.

“Fokus di lini tengah saja tidak cukup. Lini depan juga harus tajam jika ingin bersaing di putaran kedua,” tegasnya.

Sebelumnya, Persik juga telah mengumumkan meminjam dua pemain lokal Hehanussa Bersaudara dari Persib.

“Semua keputusan adalah rekomendasi pelatih. Kami melihat kebutuhan tim secara keseluruhan untuk putaran kedua,” jelas Syahid.

Manajemen Persik masih membuka peluang perubahan komposisi pemain asing. Beberapa nama berpotensi dilepas demi memberi ruang bagi pemain baru yang lebih sesuai kebutuhan. Suporter Persikmania pun diminta bersabar.

“Mencari pemain itu relatif mudah, tapi mendapatkan pemain berkualitas butuh waktu dan pertimbangan finansial yang matang. Kami ingin pemain yang benar-benar tepat,” pungkas Syahid.

Persik Kediri berharap rekrutan anyar bisa segera bergabung, mengingat jadwal padat sudah menanti. Dalam waktu dekat, Macan Putih akan melawat ke markas Malut United FC di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada 23 Januari mendatang.

Sumber: ileague.id

× Image