Gagal Juara di X-Series 2, Falcao dan Ricardinho Tinggalkan Kesan Mendalam

SKOR.id - Turnamen 5v5 game bernuansa hiburan bertajuk X-Series 2 telah tuntas digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, 17-18 Januari 2026. Event yang menghadirkan dua GOAT (Greatest of All Times) futsal dunia, Falcao dan Ricardinho, itu mampu menyedot animo masyakarat Indonesia.
Kehadiran keduanya memang menjadi magnet tersendiri, mengingat reputasi yang telah mereka gapai di dunia futsal. Meski memang, Falcao dan Ricardinho gagal membawa timnya masing-masing menjadi juara.
Sekadar informasi, pada ajang ini Falcao memperkuat tim Fury Squad yang pada akhirnya menempati posisi ketiga. Sedangkan Ricardinho yang membela Nova Titans harus puas di posisi kedua. Sedangkan yang menjadi juara adalah Grim Reaper.
Kendati tidak menghadirkan akhir cerita manis bagi dua legenda terbesar futsal dunia. Namun, kegagalan itu sama sekali tak menghapus cahaya yang mereka pancarkan sepanjang turnamen. Baik Falcao maupun Ricardinho tetap meninggalkan kesan yang mendalam.
Bagi Falcao, X-Series 2 terasa sangat personal. Di usia 48 tahun, ia tampil dengan penuh emosi dan kejujuran. Meski Fury Squad tak mampu mengangkat trofi, sang legenda justru mengaku sangat bahagia dengan apa yang ia rasakan di Indonesia.
“Saya sudah merasa Indonesia adalah rumah kedua saya karena rasa hormat yang diberikan kepada saya,” ujar Falcao.
Ia juga menekankan bahwa pertandingan yang dijalani bukan sekadar soal hasil, melainkan sebuah pertunjukan futsal yang dinikmati bersama oleh pemain dan penonton. Dengan rendah hati, Falcao mengakui batas fisiknya.
“Pikiran saya masih ingin bermain, tetapi tubuh saya tidak lagi merespons seperti dulu. Usia saya sudah 48 tahun,” katanya.
Meski begitu, Falcao menilai bisa bermain selama itu merupakan momen luar biasa—baik untuk dirinya maupun untuk perkembangan futsal Indonesia. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada X-Series 2 yang dianggapnya sebagai awal kebangkitan futsal yang lebih besar, sekaligus panggung inspiratif bagi pemain muda.
“Saya tahu ini bukan hasil yang dicari. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami bisa menginspirasi anak-anak muda, baik yang menonton langsung maupun dari rumah,” tegasnya.
Di sisi lain, Ricardinho yang membela Nova Titans juga harus menelan kekecewaan serupa. Namun, bagi pemain asal Portugal itu, X-Series 2 tetap menjadi pengalaman berharga—terutama karena kembali berada di satu panggung dengan Falcao.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada X-Series karena sudah memberi kami kesempatan ini. Bermain dengan Falcao kembali adalah sebuah keberuntungan,” ujar Ricardinho.
Sepanjang karier keduanya, memang ini menjadi pertemuan kedua bagi mereka sebagai lawan.
Ricardinho terkesan dengan atmosfer futsal di Indonesia yang menurutnya luar biasa dan penuh gairah. Ia bahkan menegaskan bahwa publik Indonesia sangat beruntung bisa menyaksikan langsung Falcao bertanding di Jakarta.
“Falcao adalah orang paling berharga di futsal. Kita harus bangga bisa melihatnya bertanding dan menunjukkan kemampuannya di Indonesia,” katanya.
X-Series 2 memang tak berakhir dengan gelar juara bagi Fury Squad maupun Nova Titans. Namun, kehadiran dua GOAT futsal dunia ini telah menghadirkan sesuatu yang jauh lebih besar dari trofi yaitu inspirasi, emosi, dan warisan yang akan lama dikenang.
Jakarta menjadi saksi bahwa dalam futsal, legenda sejati tak selalu diukur dari podium juara—melainkan dari jejak yang mereka tinggalkan di hati penonton.
