Rusia Sebut Komite Olimpiade Rilis Kebijakan Diskriminatif

SKOR.id – Komite Olimpiade Rusia (ROC) menilai rekomendasi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) soal partisipasi atlet Rusia dan Belarus di kompetisi internasional dengan status netral merupakan hal yang berlebihan dan diskriminatif.
Sebelumnya, IOC melarang atlet dari kedua negara tersebut ambil bagian dalam kompetisi internasional menyusul invasi militer yang dilakukan ke Ukraina sejak tahun lalu.
Tetapi pada Maret lalu, IOC akhirnya mulai melunak dan kembali mengizinkan Rusia dan Belarus berkompetisi dengan syarat tampil sebagai atlet netral.
Jadi, atlet Rusia dan Belarus dapat bertanding tanpa menampilkan simbol, warna, bendera, atau lagu kebangsaan.
Namun, bagi atlet yang ketahuan mendukung perang atau dikontrak oleh militer atau badan keamanan nasional tetap dilarang bertanding.
Ketua ROC, Stanislav Pozdnyakov dengan tegas mengecam rekomendasi tersebut. Penolakan ini tertuang dalam pernyataan yang juga didukung oleh komisi atlet Rusia yang diketuai oleh mantan juara Olimpiade, Yuriy Borzakovskiy.
"Kriteria reintegrasi dan penerimaan yang diusulkan berlebihan dan diskriminatif - berdasarkan kewarganegaraan dan paspor, disiplin dan olahraga, dan afiliasi dengan entitas tertentu yang mengembangkan olahraga selama beberapa dekade di sebagian besar negara bagian pasca-Soviet," bunyi pernyataan tersebut.
"Menurut pendapat kami, preseden berbahaya telah ditetapkan ketika tidak ada atlet di dunia yang dapat yakin bahwa hak asasi manusia dan sipilnya akan dihormati mulai sekarang, bahwa keputusan diambil berdasarkan Hukum dan Piagam Olimpiade, tanpa pengecualian.”
"Hari ini kami, para atlet, ditahan sebagai sandera permainan politik yang memecah belah komunitas olahraga internasional dan pada saat yang sama menabur perselisihan dalam keluarga Olimpiade, mendikte parameter penerimaan, menentukan siapa yang berhak tampil dan siapa yang tidak,” lanjut pernyataan ROC dan komisi atlet Rusia.
Tenis meja, pentathlon, anggar, judo, dan taekwondo adalah beberapa cabang olahraga Olimpiade yang menerima kembali atlet dari Rusia dan Belarus sebagai pemain netral.
IOC akan memutuskan secara terpisah partisipasi atlet Rusia dan Belarusia di Olimpiade 2024 di kemudian hari, sementara Ukraina mengancam akan memboikot Olimpiade jika Rusia diizinkan berkompetisi di Paris.
Meskipun komisi atlet Rusia menilai rekomendasi IOC berlebihan dan diskriminatif, lain halnya dengan pihak lain yang berpendapat bahwa IOC terlalu lunak.
Inggris dan Prancis melalui menteri olahraga mereka menyatakan bahwa Rusia dan Belarus tidak boleh berkompetisi sebagai atlet netral pada 25 April lalu.
Sedangkan Ukraina telah melarang tim olahraga nasionalnya dari pertandingan yang melibatkan pesaing dari Rusia dan Belarus.
