Home > Other Sports

Setetes Darah, Kunci Perampokan di Rumah Karim Benzema

Image
Nurul Ika Hidayati
Polisi Spanyol dikabarkan telah melakukan penangkapan atas kasus perampokan di rumah Karim Benzema. Instagram @karimbenzema
  • Ada perkembangan baru dari kasus perampokan atas rumah striker Real Madrid, Karim Benzema, pada Januari 2022.
  • Polisi menemukan para pelaku berkat "jejak kemerahan" yang tertinggal di lokasi.
  • Hakim memperpanjang kasus hingga enam bulan lagi.

SKOR.id - Pada 23 Januari 2022, Karim Benzema telah menjadi korban perampokan di rumahnya yang terletak di urbanisasi Ciudalcampo, di utara Madrid. Kini, kasus sudah menemukan titik terang. 

Striker Real Madrid itu sedang bermain lawan Elche pada hari Minggu di Santiago Bernabéu ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor BMW mengambil kesempatan untuk melompati pagar dan menyelinap ke dalam rumahnya. 

Para pelaku memecahkan kaca jendela dan penggeser kaca di belakang rumah, mengakses lantai utama dan dalam waktu kurang dari 50 menit meninggalkan tempat itu dengan membawa beberapa tas berisi perhiasan dan kacamata hitam di dalamnya: aset antara 100.000 dan 200.000 euro, menurut laporan.

Sekarang surat kabar ABC memiliki akses ke dokumentasi penyebab dan merinci bagaimana proses investigasi dikembangkan dan bagaimana pihak berwenang menemukan tersangka pelakunya di Prancis. 

Di situlah para penyerang pindah tak lama setelah meninggalkan rumah Benzema, dan di kota terdekat sudah ada sebuah mobil yang menunggu kedua pria yang sedang melakukan perjalanan dengan sepeda motor tersebut. 

Sebelas jam kemudian mereka sudah melintasi perbatasan. Bukti yang memungkinkan kejahatan ini diketahui adalah seperangkat geolokasi kecil yang ada di salah satu tas mewah. 

Koordinat menunjukkan bahwa perangkat itu berhenti di sebuah pompa bensin di Valcarce de Fonolleres, di Lleida, dan kamera keamanan perusahaan memungkinkan tiga orang terlihat sedang mengisi bahan bakar di dalam mobil dengan registrasi Prancis. 

Salah satu pelaku mengenakan tas punggung Gucci bergambar kucing bersulam yang beberapa jam sebelumnya berada di rumah korban.

Langkah selanjutnya untuk pelacak sudah jelas: periksa pelat nomornya. Itu adalah mobil sewaan dan dalam hitungan detik mereka mendapatkan identitas pria yang menyewanya, seorang pria berusia 25 tahun yang menjawab inisial D.M. dan bahwa dia tidak terdaftar. 

Jejak memungkinkan pihak berwajib untuk mengetahui bahwa mereka meninggalkan Marseille untuk melintasi perbatasan pada 18 Januari, bahwa mereka berhenti di Burgos dan kemudian pergi ke Madrid. 

Gambar terakhir, sepuluh menit dari rumah Benzema: "Mereka datang secara langsung dari Marseille untuk melakukan perampokan," kata narasumber dari Kepolisian seperti dilansir ABC secara eksklusif.

Darah, Bukti Tak Terbantahkan
Para penjahat itu harus melakukan serangan cepat, tetapi salah satu tantangan tersulit adalah menerobos masuk ke rumah Benzema. 

Mereka harus memecahkan kaca, dan penyelidik memperhatikan bahwa ada "residu kemerahan" di jendela yang langsung dikaitkan dengan darah. Pemantauan sesekali muncul di area seperti ruang penyimpanan dan, saat memeriksa DNA, pihak berwenang pun menemukan kecocokan di Prancis: C.N., seorang pemuda berusia 22 tahun dari Marseillaise dengan riwayat narkoba dan pemerasan.

Investigasi belum berakhir. Pihak berwenang terus menganalisis segala sesuatu di sekitar kendaraan sewaan dan menemukan tiket lalu lintas, termasuk di dekat Montpellier ketika mereka kembali dari Spanyol. 

Itu mengungkap sosok M.Z, 24 tahun dari Marseille, yang lain telah dikirim ke rumah K.S., juga dari Marseille dan berusia dua puluhan. Mereka bisa mendapatkan ketiganya dari pompa bensin seperti ini. 

Lalu pada bulan September berita itu tersiar: pria yang menyewa mobil telah dibunuh pada bulan Mei di lingkungan Marseille.

C.N. kemudian ditangkap pada bulan Oktober saat fajar di La Junquera, sebuah kotamadya Girona yang terletak di perbatasan antara Spanyol dan Prancis. 

Dia dipindahkan ke Alcobendas dan menolak untuk bersaksi, dan hakim mengirimnya ke penjara sementara karena ada risiko melarikan diri. 

Tuduhan bisa mulai dari perampokan di rumah yang dihuni hingga organisasi kriminal. Di sisi lain, pengadilan masih menunggu dua tersangka lainnya untuk bersaksi di Prancis, itulah sebabnya hakim memperpanjang kasus tersebut selama enam bulan lagi. 

Perubahan besar bagi Benzema bisa datang jika dia memutuskan untuk memasukkan kasus ini sebagai korban seperti yang mereka tawarkan kepadanya, karena menurut ABC yang muncul saat ini adalah rekan sang pemain ikut terlibat.***

× Image