SKOR.id - Setelah penantian panjang, dua klub bersejarah di sepak bola Indonesia, Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta, akhirnya memastikan diri kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1.
Persijap menjadi tim terakhir yang lolos usai mengalahkan PSPS pada babak play-off promosi di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Selasa (25/2/2025).
Keberhasilan tim berjulukan Laskar Kalinyamat lolos Liga 1, tidak lepas dari peran besar para suporternya yang selalu mendukung di setiap pertandingan.
Tiga kelompok besar suporter Persijap, yaitu Jetmania, Banaspati, dan Curva Nord Syndicate Jepara, memainkan peran penting dalam perjalanan klub ini.
Mereka selalu hadir di stadion dengan dukungan yang luar biasa, menciptakan atmosfer yang membakar semangat para pemain.
Jetmania dikenal dengan kreativitas dan loyalitasnya, Banaspati dengan militansinya, sementara Curva Nord Syndicate Jepara membawa nuansa tribun ala ultras yang khas. Kombinasi dari ketiga kelompok ini menjadikan Persijap memiliki basis suporter yang solid dan selalu mendukung klub dalam kondisi apa pun.
Naik turunnya prestasi Persijap tak membuat pendukung mereka pergi. Loyalitas pendukung Persijap layak dapat acungan jempol.
Meski ada tiga ordo besar, suporter Persijap tak pernah bermasalah. Dua suporter Persijap lahir sejak mereka berkompetisi pada era Divisi Utama Liga Indonesia.
Mereka adalah Jetman atau Jepara Tifosi Mania dan Banaspati. Jepara Tifosi Mania adalah supporter dari Persijap yang berdiri sejak 11 Juni 2001.
Kemudian sekitar 10 bulan kemudian, Banaspati lahir dari kelompok suporter Persijap Fans Club pada 9 April 2002.
Ordo ketiga yang menjadi suporter Persijap adalah Curva Nord Syndicate (CNS). Ini suporter Persijap yang berada di tribune utara Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK).
Sama seperti Persijap, PSIM Yogyakarta juga mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir. Laskar Mataram yang berdiri sejak 1929 ini sempat berkutat di Liga 2, namun akhirnya mampu kembali ke Liga 1 setelah perjuangan panjang. Kesuksesan PSIM juga tidak bisa dilepaskan dari peran besar para pendukung setianya.
PSIM memiliki dua kelompok suporter besar, yaitu Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati) dan The Maident (Mataram Independent).
Sebelum berdirinya wadah suporter Brajamusti, suporter PSIM disebut PTLM (Paguyuban Tresno Laskar Mataram). PTLM dulu juga selalu mengawal PSIM saat berlaga tandang.
Brajamusti dibentuk pada 15 Februari 2003 di Yogyakarta, tepatnya di Balai RK Mangkukusuman. Brajamusti ini awalnya gabungan dari sejumlah laskar seperti Hooligans, Mgr, Cobra Mataram, Dahkota, Baju Barat, Pathuk Squad, Cidelaras, dan yang lain. Total ada 21 kelompok suporter.
Sedangkan The Maident berbeda dengan Brajamusti yang kerap mengenakan seragam biru identik dengan PSIM. The Maident memiliki warna kebesaran hitam.
Dalam tiap laga PSIM, The Maident yang didirikan pada 1 Oktober 2010 itu selalu menempati tribun utara.
Kembalinya Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta ke Liga 1 bukan hanya kebanggaan bagi klub, tetapi juga bagi kota mereka masing-masing.
Liga 1 musim depan akan semakin menarik dengan hadirnya dua tim tradisional ini, yang siap memberikan persaingan sengit serta menghadirkan atmosfer luar biasa di tribun penonton.