SKOR.id - PSM Makassar harus rela ditinggalkan pelatih mereka Bernardo Tavares. Tapi, itu bukan permanen melainkan hanya sementara.
Ya, Bernardo Tavares memutuskan untuk meninggalkan PSM sementara lantaran harus pulang ke Portugal untuk mendampingi istrinya yang bakal melahirkan. Hal itu diungkapkan manajer tim PSM, Muhammad Nur Fajrin.
“Coach izin balik ke Portugal, karena alasan keluarga. Dia mendampingi istrinya yang akan melahirkan. Sudah jauh-jauh hari dia menyampaikan kepada kami bahwa memang HPL istrinya di awal Maret. Dia minta untuk lebih dekat dengan istrinya saat-saat ini," ucap Fajrin, seperti dikutip laman ligaindonesiabaru.com.
Pelatih berusia 44 tahun itu diketahui sudah bertolak ke Portugal sehari setelah pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 23 Februari lalu. Dalam laga itu, tim berjulukan Juku Eja menang dengan skor tipis 1-0.
Pada latihan perdana usai libur dua hari, Tavares pun sudah tidak terlihat. Latihan dipimpin Asisten Pelatih, Ahmad Amiruddin di Lapangan Bosowa Sport Centre, Rabu (26/2/2025). Rencananya, Tavares tidak akan mendampingi tim selama dua pekan.
"Komunikasi Tavares dan staf kepelatihan tetap jalan. Bahkan setiap selesai latihan, staf pelatih langsung melaporkan progres latihan ke Tavares. Jadi, meskipun Tavares di Portugal dan tim di Makassar, semuanya tetap terpantau oleh dia," Fajrin menjelaskan.
Selain urusan keluarga, Tavares memanfaatkan kesempatan ini untuk memperpanjang lisensi kepelatihannya yang bakal kedaluwarsa tahun ini.
"Ini memang kami sudah bahas jauh-jauh hari dan kami sudah sepakati bersama,” Fajrin menjelaskan.
Terdekat, Nermin Haljeta dan kawan-kawan akan bertandang ke markas Madura United pada lanjutan Liga 1 musim ini. Laga kedua tim akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Minggu (2/3/2025).
Itu menjadi laga perdana kedua tim pada bulan Ramadan. Maka itu, kick-off akan digelar pada pukul 20.30 WIB.
Mereka kini menempati posisi ketujuh klasemen sementara Liga 1 2024-2025 dengan 36 poin dari 24 laga yang telah dijalani. Itu hasil dari delapan kali menang, 12 imbang, dan menderita empat kekalahan.