Home > Super League

Ungkapan Kekecewaan Bernardo Tavares Usai Persebaya Kalah dari Persija

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyoroti timnya yang gagal memanfaatkan sejumlah peluang hingga akhirnya kalah dari Persija.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) 
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id – Persebaya Surabaya harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-1 dari Persija Jakarta pada pekan kesembilan Super League 2026-2027. Gol Ivan Mamut pada menit ke-89 memastikan kemenangan Macan Kemayoran dalam pertandingan di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026) malam.

Kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Pasalnya, ia menilai Bajol Ijo sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri kemenangan, terutama pada babak pertama.

Menurut pelatih asal Portugal itu, Persebaya justru lebih banyak menciptakan ancaman dibandingkan tuan rumah sebelum turun minum. Termasuk beberapa peluang yang didapat Ramadhan Sananta dan Francisco Rivera.

“Mengenai pertandingan menurut saya di babak pertama, peluang terbaik adalah milik kami. Tiga kali peluang dari Sananta ke arah gawang, satu hingga dua kali dari Rivera, sementara tim lawan seingat saya hanya punya satu tembakan dari luar,” kata Tavares.

Baca Juga: 5 Calon Pemain Naturalisasi yang Berpotensi Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia di Bali

Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Namun, situasi berubah setelah kedua tim memasuki babak kedua. Persija tampil lebih agresif dan mulai memberikan tekanan lebih besar terhadap pertahanan tim tamu.

Tavares mengakui anak asuhnya kesulitan menghadapi peningkatan intensitas permainan Persija. Meski sempat mendapatkan sejumlah kesempatan melalui skema transisi, Persebaya belum mampu mengambil keputusan dengan baik ketika memasuki area pertahanan lawan.

“Di babak kedua, mereka memiliki tiga hingga empat tembakan ke gawang kami dan mencetak satu gol di menit-menit akhir. Kami memiliki beberapa transisi, tetapi pengambilan keputusan terkadang kurang bagus. Lalu ada situasi di mana salah satu pemain lawan seharusnya offside,” ujar Bernardo Tavares.

Ia juga menyoroti bagaimana Persebaya seharusnya bisa lebih efektif memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan tinggi yang diterapkan Persija.

Menurutnya, kualitas pengambilan keputusan pada umpan terakhir menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki. Sebab, peluang untuk mencetak gol sebenarnya tersedia, tetapi tidak berhasil dikonversi menjadi hasil maksimal.

“Menurut saya, menghadapi garis pertahanan tinggi Persija di babak kedua, kami perlu memiliki keputusan yang lebih baik pada umpan terakhir dan kami butuh mencetak gol, karena itu yang kami harapkan dari mereka,” imbuhnya.

Bernardo Tavares Soroti Kontribusi Pemain Pengganti

Selain penyelesaian akhir, Tavares turut mengevaluasi kontribusi pemain yang masuk dari bangku cadangan.

Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut merasa beberapa pemain pengganti belum mampu memberikan perubahan seperti yang diharapkannya.

“Sayangnya, beberapa pemain yang masuk dari bangku cadangan tidak memberikan performa seperti yang saya harapkan, tetapi ya itulah situasinya. Saat ini semua orang merasa sangat sedih, karena kami ingin meraih poin disini bahkan bukan hanya satu poin,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

“Kami ingin meraih tiga poin. Tetapi Persija mencetak gol dan kami tidak. Sekali lagi, selamat untuk Persija,” pungkasnya.

Kekalahan ini membuat Persebaya masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Super League 2026-2027 dengan koleksi 13 poin.

Sebaliknya, tambahan tiga poin membawa Persija mengoleksi 21 poin sekaligus kembali menduduki puck klasemen sementara.

Sumber: Ileague.id

× Image