Jesus Owono Terpukul Usai Striker Tenerife Wafat, Rekan Setim Ungkap Kondisinya

SKOR.id – Penjaga gawang FC Andorra, Jesús Owono, menjadi sasaran hujatan di media sosial setelah terlibat insiden benturan yang menyebabkan penyerang CD Tenerife, Jesús De Miguel, dalam pertandingan divisi kedua Liga Spanyol, Senin (2/11/2026). De Miguel meninggal dunia sehari setelah insiden tersebut.
Situasi itu membuat Owono harus menghadapi tekanan besar. Kiper berusia 25 tahun tersebut bahkan menonaktifkan akun Instagram pribadinya pada Selasa setelah menerima serangan dari sejumlah pengguna media sosial. Beberapa orang melontarkan kata ‘pembunuh’ melalui kolom komentar unggahannya.
Melihat kondisi tersebut, rekan setim Owono di FC Andorra, Lautaro Spatz, angkat bicara untuk memberikan dukungan. Bek tengah itu menegaskan bahwa Owono bukan sosok yang sengaja ingin mencelakai pemain lain.
Spatz juga mengungkapkan bahwa rekan sekaligus sahabatnya tersebut sangat terpukul dengan tragedi yang terjadi.
Baca Juga: Alasan Calvin Verdonk Jadi Man of The Match Laga Bodo/Glimt vs Lille
Baca Juga: Sejarah, Persib Klub Pertama Indonesia yang Menang di Australia dalam Kompetisi Resmi
“Saya juga ingin menyampaikan beberapa kata tentang rekan setim saya, penjaga gawang sekaligus teman saya, yang sangat terpukul atas apa yang telah terjadi,” tulis Spatz melalui media sosial.
“Mereka yang mengenalnya tahu seperti apa dirinya, betapa besar penderitaannya saat ini, dan bahwa dia tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti siapa pun.”
“Dalam sepak bola, insiden yang tidak diinginkan bisa terjadi. Namun, tidak ada seorang pun yang membayangkan bahwa salah satunya bisa berakhir dengan konsekuensi yang begitu tragis,” lanjutnya.
Spatz juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga De Miguel dan seluruh keluarga besar Tenerife.
Dukungan terhadap Owono turut datang dari Federasi Sepak Bola Guinea Khatulistiwa. Dalam pernyataan resmi pada Selasa, federasi tersebut menyampaikan solidaritas kepada sang pemain yang disebut sedang mengalami kesedihan dan duka mendalam.
Owono sendiri merupakan salah satu pemain penting Tim Nasional Guinea Khatulistiwa. Hingga saat ini, dia telah mencatatkan 47 penampilan internasional.
Di tengah situasi tersebut, penjaga gawang Can Vidalet, Michel Owono, juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima serangan bernada rasis di media sosial. Hal itu terjadi karena sejumlah pengguna keliru mengidentifikasi dirinya sebagai Jesús Owono, kiper FC Andorra.
FC Andorra sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa klub menyediakan dukungan psikologis bagi siapa pun di lingkungan tim yang membutuhkan bantuan setelah meninggalnya De Miguel.
Raphinha Ikut Terpukul, Enggan Bicara Sepak Bola
Tragedi yang menimpa De Miguel ternyata turut mengguncang sejumlah pemain sepak bola lainnya. Penyerang Barcelona, Raphinha, mengaku kesulitan menjalani pertandingan melawan Aston Villa dalam lanjutan Liga Champions setelah mengetahui kabar meninggalnya pemain Tenerife tersebut.
De Miguel meninggal dunia pada Selasa pagi setelah mengalami benturan keras dengan Jesús Owono dalam pertandingan divisi kedua Liga Spanyol sehari sebelumnya.
Insiden terjadi ketika Owono keluar dari sarangnya untuk menghalau serangan lawan. Namun, benturan yang terjadi dengan De Miguel membuat sang penyerang mengalami henti jantung. Owono pun langsung mendapat kartu merah dari wasit.
Pertandingan tersebut dihentikan setelah para pemain yang berada di lapangan menyadari kondisi De Miguel dan meminta tim medis segera memberikan pertolongan.
Sebagai bentuk penghormatan, sejumlah pertandingan domestik di Spanyol dibatalkan. Sementara itu, kompetisi Liga Champions tetap berlangsung, termasuk pertandingan Barcelona kontra Aston Villa di Camp Nou.
Sebelum laga dimulai, kedua tim menggelar mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang De Miguel. Barcelona kemudian memenangkan pertandingan dengan skor 3-0, dengan Raphinha menyumbangkan dua gol.
Meski tampil gemilang, Raphinha mengaku pikirannya sulit terlepas dari tragedi yang menimpa sesama pesepak bola tersebut. Dalam wawancara bersama CBS Sports setelah pertandingan, pemain asal Brasil itu bahkan menolak membicarakan hasil laga.
“Saya ingin menyampaikan banyak kekuatan kepada keluarga Jesús. Hari ini saya tidak akan berbicara tentang sepak bola,” kata Raphinha.
“Sejujurnya, bagi saya, sangat sulit untuk bermain. Setelah melihat berita tersebut, tentu saja perasaan saya tidak baik. Dia adalah sesama pemain dan kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja, termasuk saya.”
“Usianya sama dengan saya. Saya tidak tahu apakah itu yang membuat saya semakin terpukul. Ini menjadi hari yang sulit. Secara pribadi, kejadian ini sangat menyentuh saya,” lanjutnya.
Sementara itu, kepolisian nasional Spanyol telah membuka penyelidikan atas kematian De Miguel untuk mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan tidak disengaja (involuntary manslaughter).
Meski demikian, penyelidikan tersebut merupakan prosedur standar berdasarkan hukum Spanyol dalam kasus kematian seperti ini. Jaksa utama Santa Cruz de Tenerife, Jose Luis Sanchez-Jauregui, bahkan mengatakan kepada kantor berita EFE bahwa kemungkinan berlanjutnya proses pidana sangat kecil.
Tenerife turut menyampaikan penghormatan terakhir melalui pernyataan resmi setelah mengumumkan kepergian De Miguel.
“Kami berdiri bersama keluarganya yang sangat terpukul, bersama orang-orang terdekatnya, yang hari ini menangisi akhir yang begitu menyakitkan ini,” tulis Tenerife.
FC Andorra juga menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan resmi pada Selasa malam. Klub mengaku sangat terpukul atas tragedi yang terjadi.
“Hal pertama yang ingin kami lakukan adalah menyampaikan belasungkawa yang paling tulus kepada keluarga De Miguel, CD Tenerife, dan semua orang yang dekat dengannya.”
“Kami tahu tidak ada kata-kata yang mampu mengurangi rasa sakit sebesar ini. Namun, kami ingin mereka mengetahui bahwa kami berada di sisi mereka dan turut merasakan kesedihan yang mendalam,” demikian pernyataan FC Andorra.
Sumber: Reuters
