4 Sejarah Buruk Barcelona saat Lawan Alaves

SKOR.id - Ada empat sejarah buruk yang dialami Barcelona saat melawan Alaves di La Liga.
Barcelona akan menjamu Alaves pada laga lanjutan La Liga, Minggu (1/11/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.
Jelang laga nanti, Blaugrana wajib hati-hati karena memiliki deretan sejarah buruk saat melawan Alaves.
Apa saja?
Baca Juga: Emil Audero Berpotensi Kalahkan Kiper Real Madrid, Ini Cara Berikan Dukungan
Baca Juga: La Liga 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
1. Balas Dendam Sempurna
Alaves pernah kalah 1-7 lawan Barcelona di Camp Nou pada musim 1998-1999, serta kalah 1-4 di kandang dalam musim yang sama.
Musim berikutnya, bukannya hancur, Alaves justru bangkit mengejutkan.
Dalam dua pertemuan musim 1999-2000, Alaves selalu menang.
Di kandang mereka menang 2-1 lalu saat bertandang ke markas Barcelona mereka menang 1-0.
Barcelona gagal juara usai berjarak lima poin dari Deportivo La Coruna musim itu. Andai memenangi dua laga lawan Alaves ini, mereka akan jadi juara.
2. Rotasi yang Salah
Pada awal musim 2016-2017, Luis Enrique mengistirahatkan banyak pemain usai jeda Internasional saat melawan Alaves yang baru promosi.
Tujuh pergantian dilakukan dibanding starting saat menang lawan Bilbao dua pekan sebelumnya: Lionel Messi, Luis Suarez, dan Andres Iniesta tak masuk line-up.
Alavés justru unggul duluan. Sadar situasinya gawat, Enrique buru-buru memasukkan trio megabintangnya di babak kedua, namun Alaves mampu menang 2-1.
Musim itu Barcelona gagal jadi juara, hanya di tempat kedua selisih tiga angka lawan Real Madrid.
Padahal andai menang lawan Alaves, Barca akan jadi juara dengan mereka unggul head-to-head dan selisih gol lawan El Real.
3. Kemarahan Langka
Sejarah buruk juga terjadi pada November 2025 saat Barca menang 3-1.
Meski menang, tensi di pinggir lapangan begitu panas hingga dua asisten Flick, Jose Ramon de la Fuente dan Marcus Sorg, diusir keluar lapangan usai mendapat kartu merah dari wasit.
Protes keras yang dilakukan keduanya menjadi penyebab.
Usai laga, Flick secara terbuka menyatakan tidak paham mengapa timnya "diincar" oleh ofisial pertandingan hari itu.
4. Gagal 100 Poin
Musim lalu, Barcelona memasuki tiga laga terakhir dengan harapan besar mampu meraih 100 poin.
Tiga laga tersisa, mereka sudah mengumpulkan 91 angka.
Artinya, Barca wajib menang di tiga laga sisa untuk menambah sembilan poin.
Rencana tinggal rencana, di laga pertama dari tiga laga sisa, Barcelona justru keok 0-1 di kandang Alaves.
Meski tetap jadi juara, kekalahan ini membuat sejarah buruk tersendiri bagi Barcelona.
Sumber: Google, Wikipedia
