Home > Super League

Player of the Week Super League 2026-2027: Rizky Ridho, Peran Baru yang Melambungkan Persija

Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, menjadi Player of the Week Super League 2026-2027 untuk pekan ketujuh versi Skor.id.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Bek Persija Jakarta sekaligus Timnas Indonesia, Rizky Ridho. (Grafis: Skor.id)
Bek Persija Jakarta sekaligus Timnas Indonesia, Rizky Ridho. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, menjadi Player of the Week Super League 2026-2027 untuk pekan ketujuh versi Skor.id.

Pekan ketujuh Super League 2026-2027 berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) hingga Selasa (27/9/2026) dengan terdapat sembilan pertandingan.

Dari situ, beragam hasil tercipta dan berbagai pemain tampil menonjol. Salah satu yang menyita perhatian adalah Rizky Ridho dari Persija vs Persik Kediri.

Macan Kemayoran, julukan Persija, berhasil meraih kemenangan 2-1 atas tim berjuluk Macan Putih di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (26/10/2026).

Baca Juga: Indonesia Women's League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Bintang utamanya malam itu adalah Rizky Ridho, yang bermain dari bangku cadangan menggantikan Fabio Calonego di awal babak kedua dan langsung krusial.

Ia menjadi penentu kemenangan comeback yang membuat Persija melambung, jauh memimpin pada klasemen sementara Super League 2026-2027.

Mereka berada di peringkat pertama dengan 18 poin, terdekat ada Dewa United FC yang berjarak empat poin (14 poin) pada posisi kedua.

Semula Persik memang sempat mengejutkan publik tuan rumah dengan unggul cepat, menciptakan gol di menit ke-10 melalui Imanol Garcia.

Macan Kemayoran lalu bisa menyamakan skor lewat gol Denis Kolinger pada menit ke-65, dan empat menit berselang Rizky Ridho membuat skor berbalik.

Di balik keberhasilan mencetak gol yang membuat laga berakhir kemenangan 2-1, pemain berusia 24 tahun itu tampil dengan peran baru di lapangan.

Ia tidak lagi hanya bertugas menjaga kedalaman pertahanan, tetapi juga diberi keleluasaan untuk mengisi lini tengah, atau bermain sebagai gelandang.

Dalam peran barunya, Ridho menjalankan fungsi yang dinamis. Pada situasi tertentu, ia dapat turun ke lini belakang dan kembali berpadu dengan bek tengah lain.

Pada momen lain, bergerak ke area tengah membantu sirkulasi bola, menghubungkan lini pertahanan dan serang, hingga mendukung proses pembangunan serangan (build-up).

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (mengangkat mic), didampingi pemainnya Rizky Ridho dalam jumpa pers usai laga Super League 2026-2027 melawan Persik Kediri di JIS, 26 Oktober 2026. (Foto: Teguh Kurniawan/Skor.id)
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (mengangkat mic), didampingi pemainnya Rizky Ridho dalam jumpa pers usai laga Super League 2026-2027 melawan Persik Kediri di JIS, 26 Oktober 2026. (Foto: Teguh Kurniawan/Skor.id)

Menurut pelatih Persija, Shin Tae-yong, penempatan Ridho sebagai gelandang bukanlah eksperimen tanpa perhitungan, melainkan ada dasar keputusannya.

Yaitu pada kemampuan sang pemain untuk menjalankan sejumlah peran berbeda, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi tim pelatih dalam menyesuaikan struktur permainan sesuai kebutuhan pertandingan.

“Yang saya nilai adalah karena dia adalah pemain serba bisa di lini pertahanan. Di mana pun dia bisa mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya dan memberikan yang terbaik di bagian yang bisa dia lakukan,” ucapnya.

“Terkadang dia bisa menjadi stopper, terkadang bisa menjadi pemain bertahan. Karena saya sangat menghargai kemampuan individu yang tinggi.”

“Saya menggunakan dan mengandalkan cara ini agar selalu bisa disesuaikan dengan kebutuhan seluruh tim,” Shin Tae-yong memaparkan usai lawan Persik.

Kemampuannya membaca permainan, menempati ruang, dan beradaptasi dengan perubahan struktur tim menjadi modal penting ketika harus beroperasi di lini tengah.

Ridho pun mengaku siap menjalankan instruksi pelatih di posisi mana pun. Untuk menunjang adaptasinya, ia juga berusaha memperkaya pemahaman taktis dengan mempelajari cara bermain gelandang top.

“Saya tentunya mau ditempatkan di mana pun. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan permainan yang bagus dan sesuai dengan plan beliau (Shin Tae-yong),” katanya.

“Tentunya ketika saya ditunjuk bermain sebagai gelandang, saya pelajari juga cara main gelandang di Eropa, bagaimana cara bermainnya agar sesuai dengan beliau.”

“Jadi, mau bagaimana pun, kalau saya tidak mau, kan, saya tidak main. Jadi, ya harus mau,” mantan pemain Persebaya Surabaya itu memungkasi.

× Image