Home > National

Jakarta Punya Dua Wilayah MilkLife Soccer Challenge, Ini Alasannya

Penyelenggaraan kompetisi ditujukan untuk mewadahi antusiasme siswi SD dan MI di Jakarta Utara serta daerah-daerah penyangganya
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono di penyelenggaraan MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 Minggu (25/10/2026) Sumber:
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono di penyelenggaraan MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 Minggu (25/10/2026) Sumber:

SKOR.id - MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 mencatat antusiasme tinggi pada penyelenggaraan perdananya.

Sebanyak 1.600 siswi sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) dari 112 sekolah ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri usia dini tersebut.

Kompetisi ini menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan bagi siswi untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan sepak bola sejak dini. Dari total peserta, sekitar 60 persen atau 67 tim merupakan peserta baru yang belum pernah mengikuti MilkLife Soccer Challenge sebelumnya.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengungkapkan bahwa Jakarta Jaya merupakan satu dari tiga regional baru yang diperkenalkan pada musim 2026-2027. Dua wilayah lainnya adalah Garut, Jawa Barat, dan Jayapura, Papua.

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Baca Juga: Liga Champions 2026-2027: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Khusus Jakarta Jaya, penyelenggaraan kompetisi ditujukan untuk mewadahi antusiasme siswi SD dan MI di Jakarta Utara serta daerah-daerah penyangganya.

Pembagian wilayah ini dilakukan agar pembinaan sepak bola putri di Ibu Kota dapat menjangkau lebih banyak peserta.

“Kami mendapat masukan dari tim Gubernur DKI Jakarta, bahwa Jakarta ini kan luas dan populasi siswi SD dan MI-nya juga cukup banyak. Jadi kami membagi ke dua wilayah yakni regional Jakarta Raya untuk wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya serta regional Jakarta Jaya untuk wilayah Jakarta Utara serta daerah-daerah penyangganya,” tutur Teddy.

Menurutnya, pembagian tersebut diharapkan membuat perkembangan sepak bola putri usia dini berlangsung lebih merata. Dengan semakin luasnya jangkauan kompetisi, kesempatan bagi siswi untuk mengasah kemampuan dan merasakan atmosfer pertandingan juga semakin terbuka.

Tingginya jumlah peserta baru menjadi salah satu catatan positif pada seri perdana Jakarta Jaya. Kehadiran 67 tim yang baru bergabung menunjukkan bahwa kompetisi ini mampu menarik minat sekolah-sekolah yang sebelumnya belum berpartisipasi.

Teddy berharap jumlah peserta terus bertambah pada penyelenggaraan berikutnya sehingga semakin banyak siswi memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi di lapangan hijau.

“Dari total peserta ini, sekitar 60 persen merupakan peserta baru yang belum pernah mengikuti MilkLife Soccer Challenge. Artinya, penyelenggaraan di Jakarta Jaya berhasil memantik dan menjangkau minat para peserta yang lebih luas,” jelasnya.

Selain kuantitas, Teddy juga menyoroti perkembangan kualitas pemain. Sekolah yang sudah berpengalaman mengikuti turnamen dinilai memiliki kemampuan lebih baik. Sementara itu, peserta baru memperlihatkan semangat juang tinggi dan kemauan untuk berkembang.

Ia menilai perbedaan kualitas tersebut merupakan bagian wajar dari proses pembinaan. Melalui konsistensi dan komitmen jangka panjang Djarum Foundation, para pemain diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknik sekaligus membangun mental bertanding.

Dengan partisipasi yang terus meluas, MilkLife Soccer Challenge diharapkan menjadi fondasi penting bagi lahirnya pesepak bola putri potensial Indonesia pada masa mendatang.

× Image