Home > World

Gianni Infantino Sebut Dapat Banyak Dukungan untuk Kembali Menjabat Presiden FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan dirinya masih mendapat dukungan mayoritas anggota federasi sepak bola dunia di tengah kontroversi FFE.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Presiden FIFA, Gianni Infantino. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Presiden FIFA, Gianni Infantino. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan dirinya masih mendapat dukungan dari mayoritas anggota federasi sepak bola dunia.

Ia juga menanggapi santai pertanyaan mengenai kemungkinan mundur dari jabatannya setelah muncul kontroversi terkait proposal komersial FIFA Forward Enterprise (FFE).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, posisi Infantino sebagai presiden FIFA mendapat tekanan.

Para pemimpin konfederasi, seperti UEFA, AFC, serta CONCACAF, menuding Infantino telah merusak kepercayaan mereka.

Kontroversi tersebut berkaitan dengan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE), di mana sebagian hak komersial kompetisi yang dikelola FIFA akan dijual kepada perusahaan investasi swasta.

Meski Infantino kemudian membatalkan proposal hanya dalam hitungan hari setelah mendapat penolakan, polemik belum sepenuhnya reda.

Pekan lalu, UEFA bahkan meminta FIFA membuka seluruh dokumen penting terkait FFE paling lambat 2 November.

Baca Juga: Erick Thohir Serahkan Surat Dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk Gianni Infantino

Baca Juga: The Times Minta Maaf soal Gaji Kedua Gianni Infantino, FIFA Sebut Ada Pihak yang Berupaya Melemahkan

Namun, Infantino tetap tenang. Di tengah situasi tersebut, dia terus melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk memperkuat dukungan.

Ketika ditanya apakah dirinya masih layak menjadi presiden FIFA dan pernah mempertimbangkan untuk mundur, Infantino tertawa sebelum menegaskan bahwa mandatnya berasal dari 211 asosiasi anggota di seluruh dunia.

“Jika kita serius dengan demokrasi, serta keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak suara yang sama di seluruh dunia dan sepak bola adalah milik semua orang, maka kita juga harus menghormati pandangan mayoritas yang sangat besar,” katanya.

“Saya baru saja kembali dari Tokyo, tempat Konfederasi Sepak Bola Asia memberikan dukungan penuh kepada saya. Saya berada di Tanjung Verde, tempat seluruh negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika memberikan dukungan kepada saya. Saya berbicara dengan semua asosiasi di berbagai belahan dunia,” dia menambahkan.

Infantino sadar bahwa menyatukan berbagai pandangan dalam satu organisasi tidak selalu mudah.

Namun, menurutnya, setiap pendapat harus dihormati, sebelum seluruh asosiasi anggota FIFA menentukan siapa yang akan memimpin organisasi tersebut.

“Tidak selalu mudah untuk menyatukan semua pendapat dan pandangan ke dalam satu wadah, tetapi kita harus saling menghormati," kata Infantino.

"Saya menghormati semua, tapi pada akhirnya asosiasi anggota FIFA lah yang akan memutuskan siapa yang mereka inginkan sebagai presiden dan bagaimana mereka ingin FIFA dijalankan,” dia memungkasi.

Sebagai informasi, pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Maret tahun depan.

Batas waktu bagi kandidat untuk mengonfirmasi pencalonan mereka melawan Infantino adalah 18 November.

Namun, hingga saat ini, diketahui belum ada kandidat lain yang secara resmi mengajukan diri, sehingga Infantino berpotensi menghadapi pemilihan tanpa lawan.

Sumber: BBC

× Image