Home > Other Sports

PB Percasi Gelar Rakernas 2026, Persiapan Menuju PON 2028 dan Rencana Liga Catur Nasional

PB Percasi telah menggelar Rapat Kerja Nasional 2026 di Hotel Le Dian, Serang, pada Sabtu (24/10/2026).
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Persatuan Catur Seluruh Indonesia atau Percasi. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Persatuan Catur Seluruh Indonesia atau Percasi. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) telah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Hotel Le Dian, Serang, pada Sabtu (24/10/2026).

Bertajuk Rakernas Percasi Ke-46 tahun 2026, agenda tersebut diikuti oleh mayoritas peserta, tepatnya perwakilan dari 32 dari 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi.

Agenda dipimpin Pandapotan Sinaga (Pemimpin Sidang), didampingi Ahmad Ramadhan (Ketua), Khairul Munadi (Wakil Ketua), Nanang Pujalaksana (Sekretaris), serta Agus Santoso dan Ilham Bustomi (Wakil Sekretaris).

Rakernas Percasi 2026 menghasilkan berbagai keputusan, yang secara garis besar mengutamakan persiapan catur menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT dan NTB.

Baca Juga: Indonesia Women's League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen

“Rakernas kali ini berlangsung sangat kondusif, humanis, dan humoris, serta menghasilkan keputusan penting yang siap dijalankan untuk kepentingan PON dan Kejurnas,” kata Pandapotan Sinaga.

“Salah satu keputusan utamanya adalah pemerataan peserta PON melalui sistem prakualifikasi berbasis zona, agar jangkauannya menyentuh seluruh warga masyarakat Indonesia,” ia menambahkan.

Melalui persiapan ini, pada PON 2028, catur dipersiapkan menjadi cabang olahraga yang semakin digemari, mengingat data laporan menunjukkan pencinta catur di Indonesia sudah mencapai jutaan orang.

Sementara itu berdasarkan rangkuman Rekomendasi dari Rakernas Percasi Ke-46 tahun 2026, ada rencana besar untuk menggulirkan Liga Catur Nasional, sesuai arahan Ketua Umum PB Percasi, Agustiar Sabran.

“Dalam Rakernas kali ini, pengurus mengintroduksi usulan konsep Liga Catur Nasional kepada Pengprov. Berbagai masukan dan usulan perbaikan diterima,” ucap Nanang Pujalaksana.

Ke depannya, regulasi dan hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan Liga Catur Nasional akan dikonsepkan kembali oleh PB Percasi dan disosialisasikan lagi kepada para anggota.

Kompetisi tersebut rencananya sudah bisa digulirkan pada April 2027, kemungkinan masih berupa satu divisi yang diharapkan penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya bisa menjadi dua tingkat; Liga Pratama dan Liga Utama.

“Liga Catur ini dirancang untuk membangun catur sebagai olahraga profesional yang dikelola secara profesional. Diharapkan ke depannya akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,“ ujar Pandapotan Sinaga.

Pemimpin Sidang Rakernas Percasi Ke-46 tahun 2026, Pandapotan Sinaga, didampingi Sekretaris Nanang Pujalaksana, memberi keterangan setelah acara di Serang pada 24 Oktober 2026. (Istimewa)
Pemimpin Sidang Rakernas Percasi Ke-46 tahun 2026, Pandapotan Sinaga, didampingi Sekretaris Nanang Pujalaksana, memberi keterangan setelah acara di Serang pada 24 Oktober 2026. (Istimewa)

Hal lain yang juga cukup menjadi sorotan dari hasil pertemuan tersebut adalah penetapan Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2027, sekaligus Rakernas 2027.

Ringkasan Hasil Keputusan Rakernas Percasi 2026:

  1. Penerimaan laporan pertanggungjawaban kegiatan Percasi periode Mei 2025-Oktober 2026 dan penugasan mendokumentasi kerja pengurus PB Percasi masa bakti 2026-2030.
  2. Pengesahan gelar pemain tingkat nasional hasil Kejurnas Catur ke-50 Tahun 2025 di Mamuju.
  3. Penetapan zonasi babak kualifikasi PON 2028 NTB-NTT lengkap dengan rincian kelolosan provinsi.
  4. Penetapan tuan rumah babak kualifikasi PON 2028 NTB-NTT.
  5. Penetapan Daerah Khusus Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-52 Tahun 2027 dan Rakernas Percasi ke-47 Tahun 2027.

Rekomendasi dari Rakernas Percasi 2026:

  1. Meningkatkan proporsi catur agar lebih menarik minat masyarakat.
  2. Melakukan perbaikan pada beberapa pasal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar aturan perkumpulan lebih tegas.
  3. Meminta PB Percasi untuk mendorong agar catur dapat kembali dipertandingkan dalam ajang O2SN.
  4. Membentuk atau mempertimbangkan pembentukan Komisi Disiplin dengan sanksi yang lebih tegas, termasuk penanganan terhadap pemain yang melakukan match fixing.
  5. Menyelenggarakan Liga Catur Nasional dengan catatan memperbaiki serta melengkapi regulasinya.
  6. Menginstruksikan pembuatan surat resmi kepada Pengprov untuk penyusunan database wasit yang dapat diakses melalui website resmi baru PB Percasi.
  7. Mengusulkan penambahan medali pada cabang olahraga catur di PON 2028 NTB-NTT.
× Image