Home > Esports

Evil Geniuses Umumkan Pamit dari Esports, Akhiri Perjalanan Lebih dari 25 Tahun

Organisasi esports legendaris asal Amerika Utara, Evil Geniuses (EG), resmi mengumumkan akan menghentikan seluruh aktivitas kompetitif dan operasional hariannya mulai 2 November 2026.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Kabar Sedih, Evil Geniuses Bisa Bubar dan Pamit dari Esports Sumber:
Kabar Sedih, Evil Geniuses Bisa Bubar dan Pamit dari Esports Sumber:

SKOR.id - Organisasi esports legendaris asal Amerika Utara, Evil Geniuses (EG), resmi mengumumkan akan menghentikan seluruh aktivitas kompetitif dan operasional hariannya mulai 2 November 2026.

Keputusan ini sekaligus menandai akhir perjalanan salah satu nama besar dalam sejarah esports dunia yang telah berkiprah selama lebih dari 25 tahun.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui situs resmi organisasi dan pernyataan CEO Evil Geniuses, Chris DeAppolonio, pada Selasa (20/10/2026). Manajemen mengakui bahwa berbagai upaya untuk membangun bisnis yang berkelanjutan belum cukup untuk mempertahankan organisasi di tengah kondisi industri esports yang semakin menantang.

Evil Geniuses menyebut terbatasnya peluang sponsor dan investasi, serta meningkatnya biaya untuk bersaing di level tertinggi, sebagai faktor utama di balik keputusan tersebut.

“Sayangnya, industri esports terus menghadapi tantangan besar, termasuk terbatasnya sponsor dan meningkatnya biaya untuk berkompetisi di level tertinggi,” demikian pernyataan organisasi tersebut.

Meski telah melakukan investasi dan membangun kembali operasional dalam beberapa tahun terakhir, EG akhirnya menyimpulkan bahwa bisnis mereka tidak dapat dijalankan secara bertanggung jawab dalam kondisi pasar saat ini.

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Baca Juga: Liga Champions 2026-2027: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Didirikan pada 1999, Evil Geniuses merupakan salah satu organisasi esports tertua dan paling dikenal di Amerika Utara. Sepanjang perjalanannya, EG telah membangun tim di berbagai cabang kompetitif, termasuk Dota 2, Counter-Strike, League of Legends, Call of Duty, dan VALORANT.

Salah satu pencapaian terbesar organisasi ini datang dari divisi Dota 2 yang berhasil menjuarai The International 2015. Kala itu, Evil Geniuses diperkuat sejumlah pemain ternama, termasuk Syed Sumail “SumaiL” Hassan, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju gelar juara dunia.

Di League of Legends, EG juga pernah meraih gelar juara LCS Spring 2022. Sementara itu, divisi VALORANT mencatatkan sejarah dengan menjuarai VALORANT Champions 2023 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian paling ikonis EG di era modern esports, sekaligus menegaskan kemampuan organisasi itu bersaing di level tertinggi.

Penghentian operasional EG turut berdampak pada para pemain, pelatih, kreator konten, dan staf yang selama ini menjadi bagian organisasi.

Manajemen menyatakan akan menjalankan proses penutupan secara tertib serta membantu pihak-pihak yang terdampak. Para pemain dari seluruh roster juga telah diperbolehkan menjalin komunikasi dengan organisasi lain untuk mencari kesempatan baru.

Khusus divisi VALORANT, pemain dan pelatih dapat menandatangani kontrak dengan tim baru setelah musim kompetisi 2026 berakhir pada 2 November.

DeAppolonio turut mengajak organisasi esports dan perusahaan lain untuk mempertimbangkan perekrutan anggota tim EG. Ia bahkan menyatakan kesediaannya memberikan rekomendasi bagi para pemain, kreator, dan staf yang mencari pekerjaan baru.

Kepergian Evil Geniuses menjadi pengingat bahwa sejarah panjang dan prestasi besar tidak selalu menjamin keberlanjutan sebuah organisasi esports. Di tengah meningkatnya biaya kompetisi dan terbatasnya dukungan sponsor, tantangan membangun model bisnis yang sehat masih menjadi persoalan serius bagi industri ini.

Setelah lebih dari dua dekade melahirkan prestasi dan menjadi bagian dari perkembangan esports dunia, Evil Geniuses kini bersiap menutup lembaran sejarahnya. Nama EG mungkin tak lagi menghiasi panggung kompetitif, tetapi warisannya akan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan esports global.

× Image