Disamakan dengan Petinggi Nazi, Real Madrid Tuntut Presiden La Liga Mundur

SKOR.id - Real Madrid memberikan reaksi keras terhadap pernyataan presiden La Liga, Javier Tebas, yang menyamakan mereka seperti petinggi Nazi, Joseph Goebbels.
Real Madrid meminta agar Javier Tebas mempertanggungjawabkan pernyataannya dengan mundur dari posisinya sebagai presiden La Liga.
Real Madrid menilai pernyataan tersebut sangat menyinggung, juga menjijikkan secara moral.
Selain itu, Real Madrid juga ingin agar Javier Tebas mundur dari posisinya sebagai wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).
Baca Juga: Berpesta di Kandang Galatasaray, Kini Barcelona Incar Rekor Real Madrid
Baca Juga: PUMA dan La Liga Hadirkan Bola Eksklusif untuk El Clasico 2026-2027
Melalui pernyataan resmi klub, Real Madrid mengungkap lima respons atas cuitan Javier Tebas di X.
"Real Madrid CF menganggap sangat tidak dapat ditoleransi dan merupakan masalah yang sangat serius ketika seseorang yang memegang dua jabatan tinggi dalam sepak bola Spanyol justru membandingkan klub ini dengan metode propaganda rezim Nazi, dengan tujuan untuk mendiskreditkan klub, manajemennya, serta saluran televisinya. Klarifikasi bahwa ia tidak merujuk pada ideologi Nazi sama sekali tidak mengurangi sifat pernyataannya yang sangat menyinggung, tercela secara moral, dan tidak bermartabat bagi sebuah institusi," bunyi pernyataan Real Madrid.
"Pernyataan-pernyataan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan berulang yang dilakukan Javier Tebas terhadap Real Madrid, presiden klub, dan media yang berafiliasi dengan klub. Sangat tidak dapat diterima bahwa ia menggunakan pertanyaan, informasi, atau pendapat dari jurnalis di luar klub untuk melontarkan komentar yang merendahkan terhadap kami, serta mengaitkan tindakan pihak ketiga—yang sama sekali bukan tanggung jawab kami—kepada kami."
"Hal yang jauh lebih serius adalah bahwa Tebas menggunakan pernyataan-pernyataan tersebut untuk mempertanyakan tindakan sah yang diambil oleh Real Madrid dan Real Madrid Television terkait kasus Negreira," bunyi pernyataan Real Madrid berikutnya.
Real Madrid juga menyinggung masalah wasit Negreira, yang menurut mereka kurang mendapatkan tanggapan.
Selain itu Los Blancos juga menuntuk perubahan dalam sistem perwasitan di La Liga.
Selain itu, Real Madrid juga mengeluarkan dua respons rain yang menilai perilaku Javier Tebas tidak dapat diterima.
"Tindakan Javier Tebas yang berulang kali menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan sikap tidak memihak—hal yang tidak sejalan dengan tanggung jawab kelembagaannya. Menurut klub kami, serangan terus-menerus yang ia tujukan kepada Real Madrid serta pihak-pihak yang menuntut transparansi dan reformasi merupakan momok nyata bagi sepak bola Spanyol," tulis pernyataan Real Madrid.
"Oleh karena itu, Real Madrid CF berpandangan bahwa pernyataan dan perilaku Javier Tebas yang terus berulang tidak dapat diterima dalam institusi olahraga Eropa mana pun yang menjunjung prinsip rasa hormat, netralitas, dan integritas. Hal ini membuatnya tidak lagi layak secara kelembagaan untuk terus memegang jabatan yang ia emban saat ini," bunyi pernyataan Real Madrid berikutnya.
Sebelumnya, pernyataan Javier Tebas yang memicu respons keras dari Los Blancos adalah mengenai manajemen klub yang disebutnya melakukan propaganda.
"Manajemen Real Madrid mengarahkan orkestra juru bicara dan Real Madrid TV memimpin nyanyiannya," tulis Tebas.
"Strategi mereka selalu sama: memilih taktik yang sesuai dengan kepentingan mereka, mengulang-ulang keluhan, memicu kecurigaan, dan menunjuk jari ke musuh."
"Metode tersebut mengingatkan pada mekanisme propaganda yang digunakan oleh Goebbels, menteri propaganda Nazi Jerman: pengulangan sistematis, penciptaan musuh, dan penundukan fakta pada narasi," bunyi pernyataan Tebas selanjutnya.
Sumber: Real Madrid, BBC
