Home > Tennis

PP Pelti Gelar Liga Tenis Indonesia Seri 2, Beasiswa ITF Bakal Jadi Hadiah

Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti mengatakan, beasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya federasi membangun ekosistem tenis yang lebih kompetitif sekaligus membuka jalan bagi petenis Indonesia untuk bersaing di level internasional.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Pembukaan Liga Tenis Indonesia Seri 2, Rabu (14/10/2026) di Lapangan Jatayu, Cilangkap, Jakarta Timur. Sumber:
Pembukaan Liga Tenis Indonesia Seri 2, Rabu (14/10/2026) di Lapangan Jatayu, Cilangkap, Jakarta Timur. Sumber:

SKOR.id - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menyiapkan beasiswa International Tennis Federation (ITF) bagi petenis putra dan putri terbaik melalui rangkaian Liga Tenis Indonesia.

Program ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan biaya yang selama ini menghambat atlet nasional untuk mengikuti turnamen internasional dan meningkatkan peringkat dunia.

Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti mengatakan, beasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya federasi membangun ekosistem tenis yang lebih kompetitif sekaligus membuka jalan bagi petenis Indonesia untuk bersaing di level internasional.

“Pemain-pemain senior selama ini sepi sponsor, sehingga untuk mengikuti turnamen di luar negeri dengan biaya sangat mahal mereka terkendala,” kata Andi seusai membuka Liga Tenis Indonesia Seri 2 di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Baca Juga: Liga Champions 2026-2027: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Melalui program tersebut, Pelti akan membiayai petenis terpilih untuk mengikuti turnamen yang diselenggarakan ITF.

Federasi juga akan memilih kompetisi yang memungkinkan atlet mendapatkan kesempatan bertanding tanpa harus menghadapi antrean terlalu panjang.

Penerima beasiswa terdiri atas satu petenis putra dan satu petenis putri. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan hasil keseluruhan rangkaian liga hingga Liga Masters, sehingga atlet yang terpilih merupakan pemain dengan performa terbaik.

Liga Tenis Indonesia sendiri dirancang berlangsung dalam empat seri sebelum ditutup dengan Liga Masters.

Seri 2 berlangsung hingga 17 Oktober 2026, melanjutkan kompetisi perdana yang telah digelar pada Agustus lalu.

Prosesi pembukaan Liga Tenis Indonesia Seri 2 dengan melakukan service bersama. 
Prosesi pembukaan Liga Tenis Indonesia Seri 2 dengan melakukan service bersama.

Pada seri kedua, panitia menyediakan masing-masing 32 tempat di babak utama untuk kategori putra dan putri.

Sekitar 120 peserta mengikuti rangkaian pertandingan, termasuk babak kualifikasi yang dimulai pada 12 Oktober.

Andi menjelaskan, liga ini juga menjadi jawaban atas minimnya kompetisi bagi pemain yang beralih dari kelompok junior menuju senior. Menurut dia, turnamen junior di Indonesia sudah cukup banyak, tetapi kesempatan bertanding di level senior masih terbatas.

Selain memberikan beasiswa, Pelti menyiapkan hadiah bagi para juara liga dan menjajaki peluang menjadi tuan rumah turnamen internasional. Langkah tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi petenis Indonesia memperoleh wildcard serta mengumpulkan poin peringkat dunia.

Pelti menilai Indonesia membutuhkan setidaknya 10 petenis putra dan 10 petenis putri untuk membangun skuad utama dan pelapis yang kompetitif. Kedalaman pemain menjadi penting ketika jadwal turnamen internasional berbenturan dengan agenda multievent, seperti Asian Games.

Saat ini, Indonesia memiliki sejumlah petenis yang menjadi andalan, di antaranya Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, Priska Madelyn Nugroho, dan Muhammad Rifqi Fitriadi. Di sektor junior, Rafa Valentino Alida Costa juga dinilai memiliki prospek setelah menembus peringkat 180 besar dunia.

Melalui liga berkelanjutan dan dukungan beasiswa ITF, Pelti berharap semakin banyak petenis Indonesia mampu menembus 100 besar dunia serta memperkuat daya saing tenis nasional di panggung internasional.

× Image