Dua Tim PFA Lolos 8 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin 2026

SKOR.id – Papua Football Academy (PFA) menunjukkan performa impresif pada Putaran Nasional Zona 8 Piala Soeratin 2026. Dua kelompok usia yang diturunkan, yakni U-13 dan U-15, sama-sama memastikan tiket ke babak delapan besar setelah menyapu bersih lima pertandingan sepanjang 3–7 Oktober 2026.
PFA U-15 tampil produktif dengan mencetak total 26 gol dari tiga pertandingan. Sementara itu, PFA U-13 juga menunjukkan performa menjanjikan dengan membukukan delapan gol dalam dua laga yang telah dijalani.
Kelompok U-15 memainkan pertandingan di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura. Adapun tim U-13 bertanding di Stadion Mandala, Kota Jayapura.
PFA U-15 mengawali perjalanan dengan kemenangan telak 9-0 atas Serui FA. Mereka kemudian menundukkan Mutiara Timur PB FC Papua Barat dengan skor 8-1, sebelum menutup rangkaian pertandingan melalui kemenangan 9-3 atas Persimer Merauke.
Baca Juga: Puji Erick Thohir, Presiden FIFA Belum Bisa Lupakan Kemenangan Timnas Indonesia
Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Hasil tersebut membuat PFA U-15 mengakhiri tiga pertandingan dengan catatan 26 gol dan hanya empat kali kebobolan. Kemenangan atas Persimer Merauke sekaligus memastikan langkah mereka menuju babak delapan besar.
Tidak kalah meyakinkan, PFA U-13 mengawali kompetisi dengan menaklukkan SSB Batik 3-1. Mereka kemudian melanjutkan tren positif setelah mengalahkan SSB Putra Teluk Bintuni dengan skor 5-1. Dari dua pertandingan, PFA U-13 mencatatkan delapan gol dan hanya dua kali kebobolan.
Direktur Teknik PFA, Wolfgang Pikal, menyambut baik perubahan format penyelenggaraan Piala Soeratin pada tahun ini. Menurutnya, format baru yang diterapkan PSSI dapat memberikan efisiensi biaya bagi klub-klub peserta.
Jika sebelumnya kompetisi hanya memiliki dua tahapan, yakni putaran regional dan putaran nasional, pada 2026 Piala Soeratin dikembangkan menjadi tiga tahapan. Format tersebut meliputi putaran provinsi, putaran nasional babak zona, serta putaran nasional babak delapan besar.
“Saya memahami bahwa PSSI ingin menerapkan format kompetisi yang baru karena dinilai lebih efisien dari segi biaya, terutama bagi klub-klub peserta. Menurut saya, hal ini patut disambut dengan baik, dan saya pribadi siap menjalani format yang baru. Saya melihatnya secara positif, apalagi bagi anak-anak PFA,” ujar Wolfgang.
Ia menilai perubahan tersebut juga membawa manfaat bagi proses pembinaan pemain muda. Dengan bertambahnya jumlah pertandingan, para pemain memiliki kesempatan lebih banyak untuk merasakan atmosfer kompetisi dan memperoleh pengalaman bertanding.
Wolfgang menegaskan, kesempatan menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang beragam menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan kemampuan anak asuhnya.
“Bertemu lawan-lawan yang berkualitas sangat dibutuhkan PFA agar level permainan dan mental para pemain terus meningkat,” kata Wolfgang.
PFA sendiri merupakan wakil tim juara dari Papua Tengah yang tergabung di Zona 8 Piala Soeratin Putaran Nasional. Zona ini mempertemukan tim-tim juara dari Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Pembagian zona dilakukan berdasarkan pertimbangan geografis. Tim yang berhasil menempati posisi pertama di setiap zona berhak melanjutkan perjuangan ke babak delapan besar yang dijadwalkan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 15–23 Oktober 2026.
Dengan waktu persiapan sekitar lima hari sebelum keberangkatan, PFA akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mematangkan kesiapan tim.
“Kita masih punya sekitar lima hari sebelum berangkat ke babak delapan besar. Kami akan melakukan evaluasi teknis dan evaluasi mental agar bisa berprestasi dengan baik di IKN,” kata Wolfgang.
Pelatih kepala Papua Football Academy, Ardiles Rumbiak, turut mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tim U-13 dan U-15 yang berhasil melewati persaingan di Zona 8.
Meski puas dengan hasil yang diraih, Ardiles mengingatkan bahwa tantangan di babak berikutnya akan semakin berat. Karena itu, evaluasi tetap diperlukan agar para pemain dapat terus berkembang dan memanfaatkan kompetisi sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan mereka kepada pencari bakat tim nasional.
“Kami bersyukur kelompok U-15 dan U-13 bisa meraih hasil yang baik di Zona 8 Papua dan lolos ke babak selanjutnya. Tantangan semakin besar, tetapi hasil di sini patut kita syukuri. Kami tetap melihat ke depan karena banyak hal yang harus dievaluasi agar anak-anak terus berkembang dalam permainannya dan punya peluang dilihat langsung oleh scouting tim nasional, karena tujuan kita ke sana,” katanya.
Ardiles juga menyampaikan bahwa hasil pertandingan yang positif harus berjalan seiring dengan proses perkembangan pemain. Ia menekankan pentingnya menjaga performa sekaligus menjadikan kekurangan sebagai bahan pembelajaran.
“Saat para pemain bermain baik, hasil baik akan selalu datang. Kalau ada hal yang kurang, itu bagian dari pengembangan, dan di situlah kami mengarahkan mereka agar lebih baik ke depan,” lanjutnya.
Menurut Ardiles, perkembangan PFA hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan penuh PT Freeport Indonesia. Dukungan tersebut memungkinkan para siswa mendapatkan pembinaan sepak bola berkualitas tanpa mengesampingkan pendidikan formal.
“Dukungan Freeport Indonesia membuat anak-anak bisa merasakan pendidikan sepak bola yang berkualitas dan tetap bisa bersekolah sebagai prioritas utama. Hal ini tentunya menjadikan anak-anak semakin baik dalam pembinaan sepak bola dan karakter, serta berubah ke arah yang lebih baik,” katanya.
Bagi Papua Football Academy, keikutsertaan di Piala Soeratin bukan semata-mata tentang mengejar kemenangan. Kompetisi ini menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman permainan, mental bertanding, hingga kerja sama tim para siswa.
Keberhasilan melewati fase Zona 8 menjadi modal penting bagi PFA U-13 dan U-15 untuk menghadapi persaingan di babak delapan besar. Dengan persiapan teknis dan mental yang terus dimatangkan, kedua tim akan berupaya memaksimalkan kesempatan di IKN sekaligus melanjutkan proses perkembangan pemain muda Papua.
Sumber: PFA
