Home > Basketball

Liga Mahasiswa Bertransformasi, Tinggalkan Format Antar-Kampus dan LIMA UNIFEST

Tak lagi hanya berfokus pada kompetisi antar-universitas, LIMA kini memperluas cakupannya melalui konsep baru bertajuk LIMA UNIFEST.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
LIMA bertransformasi meninggalkan format antar-kampus. (Foto: Dok. LIMA/Grafis: Skor.id) 
LIMA bertransformasi meninggalkan format antar-kampus. (Foto: Dok. LIMA/Grafis: Skor.id)

SKOR.id – Liga Mahasiswa (LIMA) memasuki babak baru dalam pengembangan ekosistem kegiatan mahasiswa di Indonesia. Tak lagi hanya berfokus pada kompetisi antar-universitas, LIMA kini memperluas cakupannya melalui konsep baru bertajuk LIMA UNIFEST (University Festival).

Transformasi tersebut menjadi langkah strategis LIMA untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi mahasiswa. Jika sebelumnya aktivitas LIMA identik dengan kompetisi yang melibatkan perwakilan atlet dari masing-masing kampus, UNIFEST dirancang untuk mengajak lebih banyak elemen civitas akademika terlibat secara langsung.

Mengusung tema “Semua Bisa Main”, LIMA UNIFEST tidak sekadar menghadirkan pertandingan olahraga. Festival ini menggabungkan kompetisi, pengembangan kemampuan diri atau soft skills, hingga seni dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan yang terbuka bagi mahasiswa.

Konsep tersebut dibangun melalui empat pilar utama dalam ekosistem in-campus festival, yakni Classroom, Playground, Arena, dan Playfest.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Puji Indonesia Tuan Rumah yang Hebat

Baca Juga: Daftar Lengkap Gelar Timnas Indonesia Sepanjang Sejarah

Classroom menjadi ruang untuk edukasi dan workshop. Playground menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, sementara Arena menjadi tempat berlangsungnya kompetisi dan unjuk bakat. Seluruh rangkaian kemudian bermuara pada Playfest yang dikemas sebagai puncak festival dengan hiburan dan musik.

Konsep baru ini sebelumnya telah diuji melalui pelaksanaan perdana LIMA UNIFEST di Universitas Surabaya (Ubaya) pada Mei 2026. Gelaran tersebut mendapat sambutan positif dengan ribuan mahasiswa yang ikut meramaikan berbagai aktivitas yang tersedia.

Direktur Utama LIMA, Junas Miradiarsyah, mengatakan perubahan format tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk merevitalisasi ekosistem kegiatan mahasiswa di Indonesia.

“LIMA UNIFEST hadir untuk melengkapi ekosistem yang sudah ada. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan karakter, sportivitas, dan ruang ekspresi tidak hanya milik segelintir perwakilan kampus, tetapi dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa di rumah mereka sendiri. Suksesnya gelaran di Ubaya pada Mei lalu menjadi bukti bahwa semangat ‘Semua Bisa Main’ benar-benar dinantikan,” ujar Junas Miradiarsyah.

Menurut LIMA, pendekatan baru tersebut sekaligus menjadi respons terhadap perkembangan kebutuhan mahasiswa dan ekosistem olahraga kampus saat ini. LIMA UNIFEST diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan olahraga, edukasi, kreativitas, hiburan, sekaligus interaksi antarmahasiswa dalam satu wadah.

Setelah dibuka di Ubaya pada Mei lalu, LIMA UNIFEST kemudian berlanjut ke Budi Luhur Universitypada awal Oktober 2026.

Perjalanan UNIFEST juga akan terus berlanjut ke sejumlah kampus hingga penghujung tahun. LIMA telah menyiapkan peta jalan ekspansi yang mencakup beberapa perguruan tinggi di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dengan format tersebut, LIMA berharap UNIFEST dapat berkembang menjadi wadah kegiatan mahasiswa yang adaptif, edukatif, sekaligus menghibur.

Transformasi ini juga menandai upaya LIMA untuk memperluas definisi partisipasi mahasiswa. Tidak hanya mereka yang turun sebagai atlet atau peserta kompetisi, tetapi seluruh mahasiswa memiliki kesempatan untuk ikut bermain, belajar, berkreasi, dan merasakan atmosfer festival di kampus masing-masing.

Informasi mengenai jadwal tur, rangkaian kegiatan, hingga peluang kolaborasi dengan mitra dapat diperoleh melalui Instagram resmi @ligamahasiswaofficial dan platform kabar kampus @lintas.mahasiswa.

Berikut agenda LIMA UNIFEST hingga akhir 2026:

  • 12–31 Oktober 2026: Telkom University, Bandung
  • 2–6 November 2026: Universitas Widyatama, Bandung (TBC)
  • 13–21 November 2026: Universitas Padjadjaran (Unpad), Sumedang (TBC)
  • 30 November–4 Desember 2026: IPB University, Bogor (TBC)

Sumber: LIMA

× Image