Home > Other Sports

Event myBCA JRF 2026 Naik Kelas, Jakarta Diproyeksikan Jadi Destinasi Lari Regional

Event myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026 kembali digelar pada 2225 Oktober 2026 dengan membawa ambisi lebih besar.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Ketum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers myBCA Jakarta Running Festival 2026. (Foto: Dok. myBCA JRF 2026/Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id) 
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Ketum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers myBCA Jakarta Running Festival 2026. (Foto: Dok. myBCA JRF 2026/Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id — Event myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026 kembali digelar pada 22–25 Oktober 2026 dengan membawa ambisi lebih besar. Tak hanya mengejar jumlah peserta, ajang ini juga memperkuat standar penyelenggaraan road race sekaligus mendorong Jakarta menjadi salah satu destinasi lari penting di kawasan Asia Tenggara.

Tahun ini, myBCA Jakarta Running Festival 2026 akan menghadirkan empat kategori lomba, yakni Hydroplus Marathon, myBCA Jakarta Half Marathon, Le Minerale 10K, dan Samsung Galaxy 5K.

Ajang tersebut mencatat pencapaian penting setelah myBCA Jakarta Half Marathon meraih World Athletics Gold Label, yang menjadi yang pertama bagi sebuah road race di Indonesia. Sementara itu, Hydroplus Marathon mendapatkan World Athletics Road Race Label.

Pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya JRF untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, baik dari sisi kompetisi maupun pengalaman peserta. Salah satu pengembangan yang dihadirkan di lintasan adalah Blue Line, yang membantu pelari mengikuti jalur terpendek sepanjang rute lomba.

Baca Juga: Dari Puncak Gunung ke Lintasan Lari, Pendaki Difabel Anggi Wahyuda Taklukkan Half Marathon di Garmin Run 2026

Baca Juga: Timnas Padel Indonesia Bawa Pulang Dua Medali, PBPI Pastikan Asian Games 2026 Baru Awal

Konsep penyelenggaraan JRF 2026 juga semakin luas. Ajang ini diikuti lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara, termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional, serta melibatkan lebih dari 500 komunitas lari.

Menariknya, jumlah peserta dari Malaysia dan Singapura meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya minat pelari kawasan terhadap JRF sekaligus Jakarta sebagai destinasi lari.

Kehadiran pelari dari berbagai negara juga membuka peluang lebih besar bagi komunitas lari Indonesia, khususnya Jakarta, untuk berinteraksi dengan komunitas dari negara-negara Asia Tenggara.

Dari sisi kompetisi, JRF 2026 menghadirkan international elite field yang dihuni pelari dengan pengalaman di level dunia. Sejumlah atlet yang tampil memiliki rekam jejak podium World Marathon Major, peraih medali Olimpiade, hingga juara dunia.

Kehadiran para elite runner tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas persaingan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelari Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi road race berkelas internasional di negeri sendiri.

Hal itu mengemuka dalam konferensi pers myBCA Jakarta Running Festival 2026 yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026). Acara tersebut menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan, dan Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB) selaku penyelenggara, Dickie Widjaja.

Dukungan Pemerintah Provinsi Jakarta juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan JRF 2026. Koordinasi dilakukan untuk memastikan berbagai aspek seperti mobilitas, pengaturan lalu lintas, transportasi publik, keamanan, keselamatan, hingga pemanfaatan ruang publik berjalan dengan baik.

“Jakarta sebagai episentrum event dan sport tourism, tentunya menyambut baik dan gembira sekali acara Jakarta Running Festival 2026. Kami bersyukur sekali acara ini tetap diadakan di Jakarta. Oleh karena itu, kami memberikan totalitas support, mulai dari persiapan tempat dan rute untuk lari, kemudian berbagai hal lainnya. Dalam kesempatan ini, saya juga mengumumkan bahwa transportasi yang dikelola Jakarta akan menjadi nol rupiah pada saat itu. Ini akan pertama kali yang namanya MRT, TransJakarta, TransJabodetabek, dan LRT akan gratis selama pelaksanaan JRF,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Kehadiran JRF dengan standar internasional juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap perkembangan atlet road running Indonesia. Para atlet nasional memiliki kesempatan memperoleh pengalaman kompetitif di dalam negeri tanpa harus selalu mengikuti perlombaan di luar negeri.

Pengalaman tersebut diharapkan ikut mendorong peningkatan standar lomba sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi atlet road running nasional.

“Tentunya berdasarkan pengalaman dan evaluasi dari tahun lalu, pelaksanaan JRF tahun ini akan lebih kuat,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum PB PASI.

Tak berhenti pada kompetisi di lintasan, JRF 2026 juga memperluas konsepnya sebagai festival kota. Salah satu pusat aktivitas berada di JRF Expo yang tahun ini menghadirkan lebih dari 130 brand lokal dan internasional.

JRF Expo tidak hanya menjadi lokasi pengambilan race kit. Area tersebut dikembangkan sebagai ruang aktivitas olahraga, lifestyle, dan brand experience yang dapat dinikmati pelari, pendamping, komunitas, maupun masyarakat umum.

Sementara itu, masyarakat Jakarta juga diajak terlibat dalam kemeriahan race weekend melalui berbagai aktivitas, mulai dari zona sorak hingga kegiatan komunitas dan aktivitas publik lainnya.

Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB), Dickie Widjaja, menegaskan bahwa JRF tidak hanya dirancang untuk pelari.

“myBCA Jakarta Running Festival 2026 bukan hanya milik pelari, tapi juga untuk warga Jakarta. Kalau lomba larinya adalah pesta untuk para pelari, sementara itu JRF Expo-nya ini kita sebut pesta untuk warga Jakarta,” kata Dickie.

Menurut Dickie, JRF dibangun dengan tiga pilar utama, yakni pengalaman lomba, festival kota, serta keterhubungan dengan komunitas lari regional.

Ia menegaskan bahwa berbagai pencapaian dan pengakuan dari World Athletics pada akhirnya harus diterjemahkan menjadi pengalaman yang benar-benar dirasakan peserta.

“Kalau tadi sudah kita bicara mengenai berbagai standar dan peningkatan yang dibawa JRF tahun ini, yang paling penting adalah bagaimana semua itu akhirnya dirasakan langsung oleh para pelari. Jadi, bukan hanya soal mendapatkan pengakuan dari World Athletics, tetapi bagaimana standar tersebut kami terjemahkan menjadi race experience yang lebih baik. Mulai dari race yang semakin kompetitif dengan hadirnya international elite field, rute yang semakin terukur dengan adanya Blue Line, sampai operasional dan kenyamanan peserta yang terus kami improve,” ungkap Dickie.

Dengan kombinasi kompetisi berstandar internasional, partisipasi puluhan ribu pelari, kehadiran komunitas regional, serta rangkaian festival di berbagai ruang kota, myBCA Jakarta Running Festival 2026 berupaya menempatkan Jakarta bukan sekadar sebagai tuan rumah lomba lari.

JRF juga diarahkan menjadi bagian dari ekosistem sport tourism yang memberikan dampak lebih luas bagi kota, termasuk sektor perhotelan, transportasi, UMKM, kuliner, komunitas, hingga ruang publik.

Sinergi antara pemerintah, penyelenggara, komunitas, pelari, dan masyarakat Jakarta menjadi fondasi untuk menjadikan myBCA Jakarta Running Festival 2026 sebagai festival olahraga yang tidak hanya berlangsung di lintasan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan kota.

× Image