Home > Other Sports

Penyataan KOI dan PABSI Soal Hilangnya Nama Rizki Juniansyah dari Asian Games 2026

Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut penangguhan sementara yang dijatuhkan kepada sang atlet oleh International Weightlifting Federation (IWF).
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah. (Grafis: Hendy Andika/Skor.id) Sumber:
Lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah. (Grafis: Hendy Andika/Skor.id) Sumber:

SKOR.id - Publik Indonesia sempat dihebohkan dengan menghilangnya nama atlet andalan Indonesia di angkat besi, Rizki Juniansyah dari list atlet Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Namun pada Minggu (27/9/2026) teka-teki menghilangnya nama Rizki Juniansyah dari Asian Games pun terungkap.

Dalam pernyataan bersama PABSI, KOI dan Rizki Juniansyah terungkap jika Rizki Juniansyah dipastikan tidak dapat memperkuat Indonesia pada Asian Games ke-20 di Aichi-Nagoya.

Hasil itu didapat setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut penangguhan sementara yang dijatuhkan kepada sang atlet oleh International Weightlifting Federation (IWF).

Keputusan tersebut membuat Rizki harus absen dari ajang Asian Games 2026 yang tengah berlangsung di Jepang. Padahal, Rizki merupakan salah satu andalan Indonesia sekaligus menyandang status sebagai juara bertahan Olimpiade dan Dunia.

Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Dalam pernyataan bersama PABSI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah, dijelaskan bahwa penangguhan sementara tersebut merupakan tindakan prosedural yang diberlakukan selama proses persidangan terkait dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan atau *whereabouts*.

Kewajiban *whereabouts* merupakan ketentuan anti-doping yang mengharuskan atlet menyediakan informasi mengenai keberadaan mereka sehingga dapat menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi. Dalam kasus Rizki, proses pemeriksaan mengenai pokok perkara belum dimulai.

PABSI, KOI, dan Rizki menegaskan bahwa penangguhan sementara tersebut tidak dapat diartikan sebagai temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan anti-doping.

“Penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan anti-doping, dan proses pemeriksaan mengenai pokok perkara baru akan dimulai,” demikian isi pernyataan bersama tersebut.

Hal penting lainnya adalah kasus yang menjerat Rizki tidak berkaitan dengan penggunaan zat terlarang. Pihak Rizki juga menegaskan bahwa sepanjang kariernya, atlet asal Indonesia tersebut tidak pernah mendapatkan hasil tes doping positif.

Bahkan, pemeriksaan doping terakhir yang dijalani Rizki pada Agustus 2026 juga disebut memberikan hasil negatif. Dengan demikian, perkara yang sedang dihadapi saat ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran kewajiban *whereabouts*, bukan temuan penggunaan zat terlarang.

Rizki sendiri membantah tuduhan tersebut. Ia bersama PABSI dan KOI akan melanjutkan proses pembelaan di hadapan CAS untuk menyelesaikan perkara yang sedang berjalan.

“Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya di hadapan CAS, dengan dukungan penuh dari PABSI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI),” tulis pernyataan tersebut.

Meski kecewa dengan keputusan yang membuat Rizki harus melewatkan Asian Games 2026, Rizki, PABSI, dan KOI menyatakan tetap menghormati keputusan CAS serta proses anti-doping yang sedang berlangsung. Ketiganya juga memastikan akan bekerja sama sepenuhnya dalam proses pemeriksaan perkara tersebut.

Absennya Rizki menjadi kehilangan tersendiri bagi kontingen Indonesia. Statusnya sebagai juara bertahan Olimpiade dan Dunia membuat kehadirannya sangat dinantikan di Aichi-Nagoya.

PABSI, KOI, dan Rizki menyampaikan apresiasi kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama proses tersebut berlangsung.

Untuk sementara, ketiga pihak juga memastikan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut selama proses persidangan masih berjalan. Fokus utama kini adalah menyelesaikan proses hukum olahraga tersebut sebelum pokok perkara diputuskan.

× Image