5 Tahun Berlalu, Zinedine Zidane Siap Bawa Keajaiban untuk Prancis

SKOR.id - Karier Zinedine Zidane di dunia kepelatihan kembali berlanjut, kali ini ia akan menjalani petualangan bersama Timnas Prancis.
Ini menjadi era baru di level sepak bola internasional, Zinedine Zidane mulai menjalankan tugasnya setelah 14 tahun Les Bleus berada di bawah era Didier Deschamps.
Zinedine Zidane akan memulai kariernya dengan memimpin Prancis dalam empat pertandingan UEFA Nations League.
Karier kepelatihan Zinedine Zidane dikenal sebagai salah satu yang paling luar biasa.
Baca Juga: La Liga 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Kisah Kylian Mbappe, Hampir Gabung ke Liverpool 10 Tahun Lalu
Raihan trofinya mungkin lebih banyak dibanding sebagian besar pelatih lain dalam karier mereka. Menariknya seluruh pencapaian itu diraihnya bersama Real Madrid.
Zinedine Zidan ememimpin Real Madrid dalam dua periode berbeda, pertama pada 2016 hingga 2018 dan kemudian dari 2019 hingga 2021, total ia meraih 11 gelar.
Salah satu pencapaian paling dikenang adalah saat membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun, di tuga musim pertamanya.
Zinedine Zidane memperoleh posisinya setelah mengambil alih tempat Rafael Benitez di tengah musim 2015-2016.
Sebelum menangani tim utama, Zinedine Zidane sempat memiliki pengalaman menangani tim B Real Madrid, Castilla, sejak tahun 2014.
Keputusan Florentino Perez mengangkatnya sebagai pelatih tim utama terbukti tepat, mantan peraih Ballon d'Or itu mampu membangun hubungan kuat dengan para bintang Real Madrid.
Pada musim 2016-2017, Los Blancos melengkapi sukses mereka di Liga Champions dengan meraih gelar La Liga, pencapaian yang jarang terjadi.
Itu menjadi yang pertama sejak musim 1957-1958, di mana Real Madrid memenangi gelar domestik sekaligus trofi terbesar di Eropa, meski telah menjadi yang terbaik di Eropa delapan kali sejak saat itu.
Musim itu masih menjadi salah satu periode istimewa dalam sejarah sepak bola modern, Zinedine Zidane mampu menerapkan pendekatan tim A dan tim B, dan melakukan rotasi dengan maksimal.
Seusai meninggalkan Los Blancos pada 2018, ia dipanggil lagi pada Maret 2019. Zidane kemudian membawa timnya meraih gelar La Liga saat dunia terdampak Covid-19.
Kala itu seluruh kompetisi digelar tertutup tanpa penonton, dan Real Madrid mampu meraih 10 kemenangan beruntun. Itu menjadi bukti Zidane mampu mengelola emosi dan fokus pemain di tengah ketidakpastian.
Musim 2020-2021 berakhir tanpa trofi meski hampir menjadi juara, pada akhirnya Atletico Madrid menjadi peraih gelar dengan keunggulan dua poin.
Zidane kembali meninggalkan klub setelah pertandingan terakhir Real Madrid melawan Villarreal pada musim 2020-2021, hingga lima tahun kemudian barulah ia kembali ke dunia kepelatihan.
Tantangan bersama Prancis
Menangani tim nasional menjadi tantangan baru bagi Zinedine Zidane, pengalaman memimpin Real Madrid selama pandemi Covid-19 menuntutnya untuk menjaga fokus para bintang dalam kondisi tidak biasa.
Hal tersebut mirip dengan tantangan untuk menjaga motivasi kelompok pemain bintang selama beberapa pekan dalam turnamen besar.
"Ketika Anda bekerja dengan pemain-pemain berbakat dan berpengalaman, hal terpenting adalah membuat mereka tetap tenang. Itulah yang saya butuhkan ketika masih menjadi pemain, sehingga pendekatan tersebut yang berusaha saya terapkan," ujar Zidane.
Pendekatan tersebut sukses diterapkan oleh Zidane di level klub, sebagai seorang pelatih.
Kini ia berharap dapat membawa Prancis meraih pencapaian mengesankan di level internasional.
Sumber: LaLiga
