Sheikh Ahmed Bin Rashid Al Maktoum Wafat, Sosok di Balik Kejayaan Al Wasl dan Pacuan Kuda UEA

SKOR.id — Dunia olahraga Uni Emirat Arab (UEA) kehilangan salah satu tokoh penting setelah Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum diumumkan meninggal dunia pada Senin, 21 September 2026.
Kepergian Sheikh Ahmed meninggalkan warisan panjang yang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan Dubai, tetapi juga perjalanan olahraga di negeri tersebut. Selama puluhan tahun, ia dikenal memiliki kecintaan besar terhadap olahraga, baik sepak bola maupun pacuan kuda.
Sheikh Ahmed merupakan saudara dari Sheikh Mohammed bin Rashid, Wakil Presiden sekaligus Penguasa Dubai. Kiprahnya dalam olahraga UEA tercatat melalui keterlibatannya di Al Wasl Sports Club hingga perannya dalam membangun fondasi pacuan kuda di negara tersebut.
Di sepak bola, Sheikh Ahmed merupakan sosok yang telah lama menjadi bagian penting dari perjalanan Al Wasl. Ia tercatat sebagai presiden klub dalam waktu yang panjang dan termasuk dalam kelompok anak muda yang membantu membentuk organisasi tersebut dari sebuah rumah kecil di kawasan Zabeel pada 1960.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Turnamen Kelas Atas, Pusat Perhatian Dunia
Seiring berjalannya waktu, Al Wasl berkembang menjadi klub multisport yang aktif di sejumlah cabang, termasuk sepak bola, bola basket, bola voli, dan bola tangan.
Di bawah kepemimpinannya, Al Wasl Football Club menjelma menjadi salah satu klub paling berprestasi di UEA. Klub tersebut telah mengoleksi delapan gelar UAE Pro League dan turut bersaing menghadapi klub-klub terbaik Asia di kompetisi kontinental.
Prestasi Al Wasl bahkan mendapat pengakuan internasional. Pada musim 1999-2000, International Federation of Football History and Statistics (IFFHS) memberikan penghargaan kepada Al Wasl sebagai “Club of the Century” UEA.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Al Wasl mengoleksi enam gelar liga dan mampu finis di posisi dua besar UAE Pro League dalam 11 musim secara beruntun.
Al Wasl Sports Club kemudian menyampaikan penghormatan kepada Sheikh Ahmed melalui unggahan di media sosial setelah kabar wafatnya diumumkan.
Warisan Sheikh Ahmed tidak berhenti di sepak bola. Ia juga memiliki peran besar dalam perkembangan olahraga pacuan kuda yang kini menjadi salah satu bagian penting dari identitas olahraga Dubai.
Pada 1990, Sheikh Ahmed mendirikan Jebel Ali Racecourse sekaligus fasilitas kandang yang berada di sebelahnya. Setahun kemudian, arena tersebut menggelar balapan pertamanya.
Jebel Ali Racecourse kemudian menjadi salah satu arena pacuan kuda penting di Dubai. Sejumlah nama besar dunia pacuan kuda, termasuk joki legendaris Inggris Lester Piggott, pernah beraksi di lintasan tersebut pada masa-masa awal.
Perkembangan olahraga pacuan kuda di Dubai kemudian mencapai tonggak penting dengan penyelenggaraan Dubai World Cup untuk pertama kalinya pada 1996. Ajang tersebut berkembang menjadi salah satu balapan dengan hadiah terbesar dalam kalender pacuan kuda dunia.
Jebel Ali Racecourse hingga kini masih menggelar sejumlah balapan besar setiap tahun dan menarik ribuan penonton.
Arena bersejarah yang terletak di dekat Emirates Golf Club, kawasan The Greens dan Emirates Hills, juga akan tetap dipertahankan dalam rencana pengembangan kawasan tersebut.
Masterplan baru disiapkan untuk mengubah area sekitar Jebel Ali Racecourse menjadi distrik perkotaan seluas lima kilometer persegi. Kawasan itu akan menggabungkan area hunian, taman publik, fasilitas berkuda, institusi budaya, serta berbagai pengembangan multifungsi.
Konsep tersebut digambarkan sebagai “kepulauan pulau-pulau perkotaan di tengah lautan hijau”.
Dalam rencana tersebut, Jebel Ali Racecourse akan tetap dipertahankan. Keberadaan arena ini sekaligus menjadi pengingat atas kontribusi besar Sheikh Ahmed terhadap perkembangan olahraga UEA.
Sebagai pemilik kuda, Sheikh Ahmed juga memiliki rekam jejak panjang di berbagai ajang bergengsi Eropa.
Salah satu kuda penting dalam kariernya adalah Wassl, yang menjadi pelari utama pertamanya pada 1983. Kuda tersebut tampil dalam sejumlah balapan besar, termasuk Irish 2,000 Guineas dan Lockinge Stakes.
Dubai Racing Club yang menjadi penyelenggara Dubai World Cup turut menyampaikan penghormatan atas jasa Sheikh Ahmed terhadap perkembangan olahraga pacuan kuda.
“Dubai Racing Club mourns the passing of Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum,” tulis Dubai Racing Club melalui X.
“Dubai Racing Club berduka atas wafatnya Sheikh Ahmed bin Rashid Al Maktoum,” tulis Dubai Racing Club melalui X.
“Sebagai sosok terkemuka di UEA, warisan luar biasanya terbentang selama puluhan tahun melalui kontribusinya kepada bangsa, dengan dampak yang abadi terhadap olahraga, berkuda, dan pacuan kuda.”
“Hidupnya didedikasikan untuk pengabdian dan pelayanan kepada negaranya, meninggalkan warisan yang akan terus menjadi bagian penting dari sejarah olahraga dan nasional UEA.”
Dubai Tetapkan 10 Hari Berkabung
Sheikh Ahmed meninggal dunia pada Senin pagi, 21 September 2026.
Setelah kabar tersebut diumumkan, Pengadilan Sheikh Mohammed menetapkan masa berkabung resmi selama 10 hari di Dubai. Selama periode tersebut, bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh wilayah emirat.
Sheikh Mohammed bin Rashid juga menyampaikan penghormatan kepada adiknya.
“Engkau memang tidak lagi berada di hadapan kami, tetapi tidak pernah absen dari doa dan hati kami,” kata Sheikh Mohammed.
Ia turut mendoakan agar Sheikh Ahmed mendapatkan tempat di surga serta memohon kesabaran dan ketabahan bagi keluarga serta orang-orang yang ditinggalkan.
Kepergian Sheikh Ahmed menutup perjalanan panjang seorang tokoh yang selama lebih dari lima dekade berkontribusi dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan perkembangan Dubai.
Warisan tersebut membentang dari pengabdian di bidang militer dan keamanan publik, bisnis, properti, sepak bola, olahraga laut, hingga pacuan kuda.
Di dunia olahraga, jejak Sheikh Ahmed akan tetap terlihat melalui Al Wasl dan Jebel Ali Racecourse, dua institusi yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Dubai membangun reputasinya di panggung olahraga internasional.
Sumber: The National News
