Home > World

Gianni Infantino Terbuka soal Upaya Reformasi FIFA

Gianni Infantino mengaku terbuka untuk upaya reformasi di tubuh FIFA.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id) 
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah mengusulkan adanya tinjauan eksternal terhadap cara kerja mereka, dan mengaku terbuka terhadap reformasi.

Melalui surat terhadap anggota Dewan FIFA, dan anggota asosiasi, Gianni Infantino menjelaskan proses independen tersebut akan merekomendasikan potensi perbaikan.

Pria 56 tahun tersebut mengatakan sebelum pertemuan Dewan bulan depan, ia menyarankan konsultasi tentang bagaimana pengambilan keputusan FIFA dapat diperkuat lebih lanjut.

Tujuannya adalah memperkuat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam rencana strategis FIFA.

Baca Juga: Pemilihan Presiden FIFA, Dukungan Kuat untuk Gianni Infantino Masih Tersebar di 6 Konfederasi

Baca Juga: Makin Erat, Presiden FIFA Infantino Kembali ke Indonesia Bulan Depan

Gianni Infantino sempat berada dalam tekanan terkait proposal FIFA Forward Enterprise (FFE).

Proposal yang gagal diajaukan tersebut melibatkan penjualan saham Piala Dunia dan kompetisi lain kepada investor swasta, sehingga memicu reaksi keras.

"Dalam beberapa minggu terakhir, saya meluangkan waktu untuk mendengarkan sebelum menulis kepada Anda," tulis pernyataan Gianni Infantino.

Gianni Infantino menegaskan bahwa FFE tidak melepaskan kendali dan wewenang FIFA atas keputusan olahraga.

Namun, Infantino menyadari rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran tanpa adanya konteks yang lengkap.

"Usulan tersebut menjadi perhatian publik sebelum proses kelembagaan yang direncanakan FIFA selesai dan sebelum dapat dipresentasikan secara lengkap kepada Dewan dan asosiasi anggota," tulis Infantino.

"Saya menyadari bahwa, tanpa konteks lengkap, hal ini menimbulkan kekhawatiran dan menciptakan kesan bahwa keputusan telah diambil. Padahal belum," ungkapnya.

Infantino mengungkapkan proses demokrasi, kemerdekaan, dan otoritas olahraga tidak untuk dan tidak akan pernah dijual.

Ia berkomitmen untuk memimpin FIFA, dan yakin dapat mencapai semuanya bersama-sama.

Selain itu, kegagalan FFE tidak membuat FIFA mengurangi ambisi dan tanggung jawab untuk melakukan investasi lebih banyak ke sepak bola.

Sumber: BBC

× Image