Beri Coaching Clinic ke Pesepak Bola Putri Muda Indonesia, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama Lihat Potensi Besar

SKOR.id - Kesempatan langka dirasakan para pesepak bola muda putri dalam kegiatan coaching clinic “MilkLife Soccer Challenge with Pokemon” yang menghadirkan dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama.
Kegiatan yang berlangsung di King Kong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/9), menjadi ruang bagi peserta untuk belajar langsung dari dua sosok berpengalaman di sepak bola internasional.
Coaching clinic tersebut berlangsung selama 90 menit. Para peserta terlebih dahulu mengikuti sesi pembukaan dan pemanasan untuk mempersiapkan kondisi fisik sekaligus memahami rangkaian latihan yang akan dijalani.
Setelah itu, materi berlanjut pada pengembangan kemampuan dasar sepak bola dan koordinasi tubuh.
Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Mana Iwabuchi dan Aya Miyama memberikan sejumlah latihan yang dapat membantu pemain meningkatkan penguasaan bola, mulai dari ball touch, juggling, gerakan mengecoh lawan, step work, hingga teknik yang dapat digunakan ketika menghadapi situasi pertandingan.
Latihan kemudian dibuat lebih kompetitif melalui simulasi pertandingan. Para peserta dibagi menjadi delapan tim yang bertanding di empat lapangan secara bersamaan. Format pertandingan disesuaikan dengan jumlah pemain yang tersedia sehingga seluruh peserta mendapatkan kesempatan bermain.
Menariknya, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama tidak hanya memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Keduanya ikut ambil bagian dalam setiap rotasi pertandingan. Kehadiran dua mantan pemain timnas Jepang tersebut membuat peserta bisa merasakan secara langsung bagaimana menerapkan teknik yang sebelumnya dipelajari dalam situasi permainan.
Mana Iwabuchi menilai kemampuan dasar merupakan fondasi penting bagi pemain yang ingin berkembang ke level kompetitif. Mantan penyerang Arsenal Women tersebut secara khusus menyoroti kontrol bola dan kemampuan melakukan tembakan dengan presisi.
“Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepakbola di level mana pun,” ujar Iwabuchi.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti latihan. Menurutnya, kegemaran untuk terus bermain dan bersentuhan dengan bola menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan seorang pemain sejak usia dini.
Sementara itu, Aya Miyama menilai perkembangan sepak bola putri Indonesia membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan ruang bagi pemain muda untuk terus belajar. Mantan kapten timnas Jepang itu melihat para peserta memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan dukungan dan kesempatan berkompetisi secara berkelanjutan.
“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya,” kata Miyama.
Miyama juga mengingatkan bahwa perjalanan menuju level profesional membutuhkan proses panjang. Ia menjadikan perkembangan sepak bola Jepang sebagai gambaran bahwa keberhasilan membutuhkan konsistensi dan dukungan ekosistem.
Pengalaman tersebut turut dirasakan Zavinna Latisya Istiana, peserta extra training dari SDN Cilangkap 01 Pagi. Ia mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman bermain bersama dua legenda sepak bola Jepang sekaligus mempelajari aspek permainan yang lebih luas.
Selain teknik dasar, Zavinna mendapatkan pembelajaran mengenai kerja sama dan komunikasi antarpemain di lapangan.
Sang kembaran, Zivanna Talitha Istiana, juga merasa termotivasi setelah mengikuti coaching clinic. Ia mengaku kagum dengan kemampuan passing, shooting, dan kontrol bola yang diperlihatkan Iwabuchi dan Miyama.
Pesan untuk tidak mudah menyerah dan terus bersemangat menjadi motivasi tambahan bagi Zivanna untuk mengejar impiannya menjadi pesepakbola profesional sekaligus memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
