UEFA Dituding Telah Lakukan Kampanye Hitam terhadap Kepemimpinan FIFA

SKOR.id - Hubungan FIFA dengan UEFA semakin memanas, sebagai dampak dari wacana masuknya dana investasi dari pihak swasta hingga komersialisasi Piala Dunia.
UEFA sebagai badan tertinggi sepak bola Eropa, dituding telah melakukan kampanye hitam terhadap FIFA yang dipimpin Gianni Infantino.
FIFA menuding UEFA tak hanya melakukan tindakan hukum, tetapi juga menggunakan media untuk menekan kredibilitas dari Gianni Infantino.
UEFA juga dituding mengarahkan negara Eropa agar melakukan boikot terhadap turnamen FIFA, meski banyak negara dari Benua Biru yang tetap berpartisipasi.
Baca Juga: Dukungan Penuh Arab Saudi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino
Baca Juga: Selain Arab Saudi, 6 Negara Dunia Arab Juga Dukung Infantino di FIFA
Sebelumnya UEFA telah mengajukan dokumen hukum di Amerika Serikat untuk mengungkap bukti dan dokumen FIFA, dan kemungkinan pengaduan pidana di Swiss.
Terkait dengan skema FIFA Forward Enterprise (FFE), UEFA menuduh Gianni Infantino melakukan pengelolaan yang buruk secara kriminal, dan menetapkan harga di luar pasar secara curang demi keuntungan sendiri.
FIFA tidak tinggal diam, mereka telah menanggapi dan mengajukan berkas ke pengadilan Amerika Serikat, untuk meminta izin akes ke dokumen ditunda atau ditolak hingga setidaknya akhir bulan ini.
Mengenai kasus ini, FIFA menuding argumen UEFA mengalami cacat mendasar dan kekurangan hukum.
"UEFA meminta pengungkapan bukti untuk membantu proses pidana asing yang sebenarnya tidak ada dan yang diakui UEFA tidak memiliki wewenang untuk memulainya. Terlepas dari masalah mendasar tersebut, UEFA meminta pengadilan ini untuk mengizinkan pengungkapan bukti yang luas tentang FFE," pernyataan FIFA dikutip dari BBC.
"Alih-alih berpartisipasi dalam proses demokrasi tersebut, UEFA malah mengeluarkan siaran pers - awal dari kampanye fitnah selama berminggu-minggu terhadap FIFA dan kepemimpinannya," bunyi pernyataan berikutnya.
FIFA juga menuding UEFA memiliki motivasi ekonomi terkait aksi mereka, yaitu mencegah negara kecil memiliki kekuatan finansial untuk bersaing dengan elite Eropa.
FIFA mengungkapkan rencana mereka untuk membuat persaingan global meningkat, dan tak hanya dikuasai pihak tertentu.
Menambah bantuan keuaangan akan membuat anggota asosiasi yang lebih kecil untuk dapat berkembang.
"Jika sepak bola diperkuat di negara-negara berkembang, persaingan global akan meningkat, yang pada akhirnya akan mengurangi kekuatan pasar UEFA dan memberikan persaingan yang lebih ketat untuk turnamen unggulannya," bunyi pernyataan FIFA.
"Dengan menggalang dana untuk membantu asosiasi anggota FIFA yang lebih kecil dalam mengembangkan sepak bola secara lebih baik, FFE akan mendorong lebih banyak pemain dari negara-negara tersebut untuk memilih mewakili negara asal mereka dan bermain di liga domestik, alih-alih bermain di luar negeri," bunyi pernyataan FIFA berikutnya.
FIFA mengklaim bahwa FFE akan meingkatkan pendanaan yang didistribusikan kepada setiap asosiasi nasional untuk siklus 2027-2030.
Sumber: FIFA
