Indonesia Punya Peluang Emas di eFootball Asian Games 2026 tapi Sangat Tricky

SKOR.id - Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, mengungkap tantangan yang akan dihadapi tim efootball Indonesia pada Asian Games 2026.
Menurutnya, nomor tersebut memiliki format pertandingan yang cukup unik dan berbeda dari kompetisi efootball pada umumnya.
Richard menjelaskan, pertandingan e-football di Asian Games 2026 akan menggunakan format yang terdiri dari dua gim utama. Gim pertama mempertemukan pemain dengan platform mobile, sedangkan gim kedua dimainkan menggunakan konsol.
Apabila kedua tim memiliki hasil yang berimbang setelah memainkan dua gim tersebut, pertandingan akan dilanjutkan ke gim ketiga melalui mekanisme undian. Kondisi tersebut membuat setiap tim tidak hanya dituntut meraih kemenangan, tetapi juga harus memperhatikan margin atau selisih gol.
"Jadi kita harus menangin selisih gol. Pada saat group stage kita harus menang selisih gol," ujar Richard.
Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Ia memberikan ilustrasi mengenai pentingnya selisih gol tersebut. Jika Indonesia berhasil memenangkan gim pertama dengan skor 3-0, maka hasil pada gim kedua harus diperhitungkan agar keunggulan agregat tetap terjaga.
"Misalnya game pertama Indonesia skornya 3-0, game kedua kita nggak boleh kalah 4-0. Kalau nggak kita kalah langsung di group stage," katanya.
Format tersebut membuat fase grup menjadi sangat krusial bagi Indonesia. Pasalnya, setiap grup hanya dihuni tiga negara dan hanya tim yang menempati posisi pertama yang berhak melaju ke babak berikutnya.
Richard menyebut situasi tersebut membuat perjalanan menuju medali emas menjadi cukup sulit diprediksi. Ia bahkan menyebut kemungkinan Indonesia berada dalam satu grup dengan negara-negara kuat seperti China dan Thailand.
"Dan e-football itu very tricky karena satu grup cuma tiga negara. Yang diambil cuma top 1. Jadi perjalanan untuk menuju emasnya very tricky untuk nomor e-football," ujar Richard.
Meski demikian, Timnas Esports Indonesia telah melakukan simulasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan komposisi grup. Richard berharap Indonesia mendapatkan lawan dengan kapasitas yang berada di bawah tim Merah Putih sehingga peluang lolos dari fase grup menjadi lebih besar.
"Kita udah simulasikan satu grup. Kalau kita hoki ya mungkin dapat negara-negara yang mungkin kapasitasnya di bawah kami," tuturnya.
Di tengah format yang penuh tantangan tersebut, Richard tetap menilai e-football sebagai salah satu nomor yang paling berpeluang menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Penilaian itu didasarkan pada data dan fakta dari persiapan tim sejauh ini.
"By data fakta itu paling berpeluang emas," tegas Richard.
