EVOS Divine, dari Juara Dunia 2025 harus Terjun ke FFNS untuk Musim Depan

SKOR.id - Perjalanan EVOS Divine dalam dua tahun terakhir menjadi gambaran nyata betapa cepatnya peta persaingan esports Free Fire berubah.
Tim berjuluk Macan Putih itu sempat berada di puncak dunia pada 2025, tetapi harus menghadapi periode penuh tantangan sepanjang 2026.
Perjalanan EVOS Divine pada 2025 sebenarnya diawali dengan hasil yang mengecewakan. Di FFWS SEA 2025 Spring, mereka hanya mampu finis di posisi ketujuh Grand Finals dengan 89 poin.
Hasil tersebut membuat tim melakukan perubahan besar, mulai dari pergantian role dan kapten hingga memasukkan Rasyah sebagai tambahan kekuatan di lini depan.
Perombakan tersebut langsung memberikan dampak luar biasa. EVOS Divine tampil mengejutkan di Esports World Cup (EWC) 2025: Free Fire di Riyadh, Arab Saudi.
Setelah finis di posisi ketiga fase Knockout, EVOS melaju ke Grand Finals dan tampil konsisten sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Pada partai puncak, EVOS Divine akhirnya memastikan gelar juara setelah mengamankan Booyah pada game ke-10. Mereka mengakhiri pertandingan dengan 170 poin dan menjadi tim Indonesia pertama yang menjuarai EWC cabang Free Fire. Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian Indonesia atas gelar dunia Free Fire sejak 2019.
Momentum positif berlanjut pada paruh kedua 2025. EVOS Divine kembali tampil di FFWS SEA 2025 Fall dan finis di posisi kelima untuk mode Battle Royale.
Mereka kemudian melaju ke FFWS Global Finals 2025 setelah menempati posisi kesembilan pada Knockout Stage dengan 270 poin. Namun, di Grand Finals yang berlangsung di Indonesia Arena, EVOS harus puas finis di peringkat kesembilan.
Memasuki 2026, konsistensi menjadi persoalan utama. EVOS Divine masih mampu mengamankan tiket Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring setelah finis keenam pada Knockout Stage dengan 211 poin. Mereka kemudian menjadi salah satu wakil Indonesia di Grand Finals Ho Chi Minh City sekaligus mengamankan tiket menuju EWC 2026.
Namun, di EWC 2026, status sebagai juara bertahan tidak mampu dipertahankan. EVOS Divine hanya finis di posisi ke-10, sementara Lyon dari Meksiko keluar sebagai juara dunia.
Masalah EVOS semakin terlihat pada FFWS SEA 2026 Fall. Pada fase awal, mereka hanya finis di posisi ke-13 dengan 266 poin. Setelah itu, EVOS harus berjuang melalui fase tambahan untuk mengejar tiket Grand Finals.
Tidak adanya lagi sosok Rasyah dan Reyy yang memilih rehat membuat EVOS terlihat sangat berbeda.
EVOS Divine pun harus mengakhiri perjalanannya di FFWS SEA 2026 Fall sebelum babak Grand Finals. Mereka hanya mampu finis di posisi ke-12 klasemen akhir dengan 147 poin. Sepanjang tiga hari bertanding, EVOS hanya mendapatkan 91 eliminasi dan 56 poin placement, tanpa Booyah sama sekali.
Sebagai pemegang gelar juara dunia Esports World Cup: Free Fire 2025, kegagalan EVOS Divine melaju ke Grand Finals menjadi pukulan berat bagi tim dan para penggemarnya. EVOS harus menerima kenyataan untuk kembali berjuang melalui turnamen nasional pada musim kompetisi berikutnya.
