Dorong Perkembangan Futsal Putri Indonesia, FFI Resmi Lakukan Kerja Sama dengan Swasta

SKOR.id - Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Perada Swara Productions pada Kamis (3/9/2026).
Kerja sama dengan pihak swasta itu dilekukan FFI sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan futsal putri di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, dengan perwakilan PT Perada Swara Productions, Gege Dirgantara, di Jakarta.
Kerja sama berdurasi satu tahun, tapi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang sebab ada opsi lanjut hingga tiga tahun, untuk membangun ekosistem futsal putri yang lebih terstruktur.
Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Yakni mencakup talent detection dan scouting, persiapan Timnas futsal putri Indonesia (kelompok usia hingga senior), pengembangan kompetisi, serta pemanfaatan fasilitas olahraga.
Michael Sianipar menyampaikan bahwa kerja sama ini akan menjadi salah satu fondasi FFI untuk memperluas talent pool futsal putri Indonesia.
“Ini merupakan kerja sama jangka panjang yang mulai kami jalankan tahun ini. Salah satu programnya adalah talent detection dan scouting bagi atlet-atlet futsal putri di berbagai daerah,” ucapnya.
“Termasuk mereka yang masih berkompetisi di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi,” lelaki berusia 35 tahun itu menambahkan.
Program tersebut semakin penting mengingat Timnas futsal putri Indonesia akan menghadapi sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat.
Yakni ada Piala AFF Futsal Wanita U-16 dan U-19 yang baru pertama kali digelar pada 2026, serta Asian Indoor and Martial Arts Games untuk kategori senior pada akhir tahun.
FFI bersama mitra kerja sama akan mulai menghimpun dan memperkuat basis data pemain melalui asosiasi futsal di berbagai provinsi.
Selanjutnya, tim kepelatihan akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah daerah untuk mengidentifikasi pemain-pemain potensial.
Michael Sianipar juga menyampaikan bahwa pemanfaatan fasilitas olahraga di Kudus menjadi salah satu bagian penting dari kerja sama ini.
Menurutnya, pengalaman dan ekosistem olahraga yang telah dibangun oleh Djarum Foundation di Kota Kretek itu dapat menjadi referensi dalam pengembangan futsal.
“Kami melihat fasilitas olahraga di Kudus sangat lengkap, baik untuk sepak bola maupun futsal,” kata lelaki yang juga politisi Partai Perindo itu.
“Kami berharap kultur dan berbagai praktik terbaik yang selama ini berhasil diterapkan oleh Grup Djarum dalam mendukung perkembangan olahraga dapat turut diterapkan dalam pengembangan futsal,” ia menjelaskan.
Selain pembinaan tim nasional, FFI juga membuka peluang untuk menghadirkan lebih banyak kompetisi futsal di Kudus sebagai bagian dari pengembangan sport tourism dan ekosistem olahraga di daerah.
Sementara itu Gege Dirgantara menyampaikan bahwa PT Perada Swara Productions menyambut baik kerja sama dengan FFI sebagai bentuk kontribusi terhadap pertumbuhan olahraga putri di Indonesia.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari kontribusi kami dalam memberikan ruang bagi pertumbuhan olahraga putri di Indonesia, khususnya sepak bola dan futsal,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PT Perada Swara Productions juga mengajak sejumlah merek untuk berpartisipasi dalam mendukung pengembangan program tersebut, di antaranya Polytron, Hydroplus, dan tiket.com.
Gege menilai olahraga putri, khususnya sepak bola dan futsal, masih memiliki potensi besar untuk memperoleh dukungan yang lebih luas.
“Kami melihat potensi para atlet untuk berprestasi sangat besar. Dengan dukungan yang tepat, kami yakin mereka dapat meraih hasil yang lebih baik,” katanya.
Ke depan, kerja sama ini juga membuka peluang untuk mengembangkan berbagai program dan kompetisi futsal putri lainnya, termasuk menghadirkan pertandingan atau turnamen yang melibatkan tim-tim dari luar negeri.
FFI menegaskan fokus utama saat ini adalah membangun persiapan dan fondasi yang kuat, dan tidak ingin menetapkan ekspektasi yang berlebihan terkait target prestasi, melainkan memastikan seluruh proses persiapan berjalan secara optimal.
“Hal yang dapat kami lakukan adalah memberikan persiapan terbaik. Tugas federasi adalah menyiapkan strategi, membangun fondasi, dan menjalankan seluruh proses persiapan sebaik mungkin,” Michael Sianipar memungkasi.
