3 Klub Resmi Dicoret dari Pro Futsal League, FFI dan PT KFI Umumkan Penataan Lisensi

SKOR.id - Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersama operator kompetisi, PT Kompetisi Futsal Indonesia (PT KFI), resmi mengumumkan hasil penataan lisensi partisipasi klub pada Kamis (3/9/2026).
Sebagai informasi, lisensi partisipasi dari FFI dan PT KFI menjadi landasan untuk klub bisa berlaga pada kompetisi futsal profesional kasta tertinggi di Indonesia yakni Pro Futsal League.
Penetapan penataan lisensi partisipasi klub diambil FFI dan PT KFI untuk menjaga integritas kompetisi, serta memastikan Pro Futsal League terus berkembang secara profesional, jelang bergulirnya musim 2026-2027.
Keputusan penataan lisensi tersebut berlandaskan Peraturan FFI No. 015/FFI-LGL/VII-PER/2025 tentang Penataan Struktur Kompetisi dan Mekanisme Lisensi Partisipasi.
Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Melalui aturan baru ini, Pro Futsal League beroperasi sebagai liga profesional berbasis kemitraan tertutup. Setiap peserta diwajibkan lolos Uji Kelayakan yang mencakup lima aspek utama: Finansial, Olahraga, Hukum, Infrastruktur, dan Komersial.
Dalam pengumuman melalui unggahan di Instagram resminya, FFI dan PT KFI menegaskan bahwa lisensi partisipasi Pro Futsal League bersifat dinamis dan bukan hak permanen.
Setiap klub diwajibkan memenuhi standar profesional yang terukur, mencakup komitmen kompetisi dan kesehatan finansial secara berkelanjutan untuk setiap musimnya.
Berdasarkan pengumuman teranyar FFI dan PT KFI tersebut, lisensi partisipasi diberikan kepada satu klub yaitu Proton FC Kuningan, yang berhasil mengamankan slot setelah lolos proses seleksi yang ketat dan memenuhi seluruh kriteria kelayakan.
Proton FC Kuningan dinilai terbukti memiliki kemampuan, kesiapan, serta komitmen jangka panjang untuk berlaga di tingkat tertinggi futsal nasional, yang artinya akan ambil bagian pada Pro Futsal League 2026-2027.
Sebaliknya, FFI dan PT KFI resmi mencoret tiga klub dari Pro Futsal League. Adalah Fafage Banua, Moncongbulo FC Makassar, dan Asahan Allstar Samarinda yang resmi dicabut lisensinya.
Pencabutan lisensi dilakukan karena ketiga klub tersebut tidak lagi memenuhi standar wajib lisensi, seperti pelanggaran ketentuan, ketidakpatuhan terhadap komitmen klub, hingga tidak terpenuhinya kriteria kelayakan finansial.
Melalui penataan lisensi ini, FFI dan PT KFI menegaskan komitmennya untuk terus memajukan ekosistem futsal Indonesia ke arah yang lebih profesional dan transparan.
