Home > Timnas Indonesia

Hadapi Iran, Timnas Voli Putri Indonesia Berpeluang Cetak Sejarah

Timnas Voli Putri Indonesia bersiap menjelang sejarah di AVC Women#039s Volleyball Continental Championship 2026.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026 digelar di Tianjin, Cina, pada 21-30 Agustus 2026. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026 digelar di Tianjin, Cina, pada 21-30 Agustus 2026. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Timnas Voli Putri Indonesia bersiap menjelang sejarah di AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026.

Menghadapi Iran di perempat final, Jumat (28/8/2026), pasukan Merah Putih bakal tembus empat besar kejuaraan voli Asia tersebut untuk kali pertama jika mampu menang.

Ya, sejak debut di AVC Continental pada 1979, Timnas Voli Putri Indonesia belum pernah finis lebih tinggi dari peringkat keenam.

Posisi itu pula yang menjadi target PBVSI buat Mediol Yoku dan kawan-kawan pada turnamen kali ini.

Namun, sekarang ada peluang melampaui target sekaligus menorehkan pencapaian tertinggi di kancah Asia.

Bahkan, jika nanti mereka mampu finis di peringkat ketiga AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026, Indonesia akan tampil di level dunia, tepatnya FIVB Women's Volleyball World Cup 2027.

Peluang terbuka lebar. Iran adalah lawan tangguh, tapi bukan berarti tak bisa dikalahkan.

Faktanya, dalam dua pertemuan terakhir, Tim Voli Putri Indonesia mampu meraih kemenangan. Paling anyar bulan lalu, di AVC Women's Volleyball Cup 2026.

Secara keseluruhan pun, skuad Merah Putih masih unggul head to head 3-2 atas wakil Asia Barat itu.

Timnas Voli Putri Indonesia berlaga di AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026. Sumber:(Dok. AVC)
Timnas Voli Putri Indonesia berlaga di AVC Women's Volleyball Continental Championship 2026. Sumber:(Dok. AVC)

Tentu bukan berarti pertandingan nanti akan berjalan mudah. Pasukan Marcos Sugiyama tetap harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk bisa menang.

Manajer tim Luciana Taroreh mengingatkan bahwa Medi Yoku dan kawan-kawan harus tampil maksimal sejak awal dan menjaga konsistensi sampai laga selesai.

"Kunci pertandingan melawan Iran adalah menjaga konsistensi permainan sejak poin pertama, meminimalkan kesalahan sendiri, serta tetap disiplin dalam blok dan pertahanan," katanya.

“Para pemain harus percaya kepada kemampuan sendiri, bermain berani, dan tetap fokus pada sistem permainan yang telah dipersiapkan tim pelatih,” dia menambahkan.

Luciana secara khusus mengingatkan pemain agar tidak banyak melakukan kesalahan sendiri karena hal tersebut dapat memengaruhi mental tim ketika pertandingan berjalan ketat.

“Kuncinya jangan banyak melakukan kesalahan. Itu yang membuat mental turun sendiri,” pungkasnya.

Iran di turnamen kali ini menjelma menjadi tim yang punya pertahanan kokoh, terutama dalam aspek blocking.

Pada tabel statistik, empat pemain mereka bertengger di 10 besar jumlah blok terbanyak.

Inilah tantangan buat tim asuhan Marcos Sugiyama, yakni menampilkan serangan yang bervariasi agar poin demi poin terus diraup.

Sumber: PBVSI

× Image