Home > Liga TopSkor

Raih Dua Trofi Juara, Direktur Liga TopSkor Puji Perjalanan TSI

Direktur Liga TopSkor, M. Yusuf Kurniawan mengapresiasi pencapaian TSI di musim 2026 karena berhasil meraih dua trofi juara.
Image
nizar galang Editor : Nizar Galang
Cover tim TopSkor Indonesia. (Wiryanto/Skor.id) Sumber:
Cover tim TopSkor Indonesia. (Wiryanto/Skor.id) Sumber:

SKOR.id – TopSkor Indonesia (TSI) berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih dua gelar juara pada 2026.

TSI U-16 lebih dulu keluar sebagai kampiun TopSkor National Championship (TNC) 2026. Kesuksesan tersebut kemudian dilanjutkan TSI U-15 yang berhasil menjadi juara Garuda International Cup (GIC) 2026.

Direktur Liga TopSkor, M. Yusuf Kurniawan mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan TSI merupakan hasil dari proses panjang dalam membina dan mengembangkan pemain-pemain terbaik khususnya dari kompetisi Liga TopSkor Greater Jakarta.

"Prestasi yang didapatkan TSI ini melalui sebuah proses yang tidak sebentar. Kita perlu memupuk kemudian mendevelop para pemain," ujar Yusuf Kurniawan.

Menurut lelaki yang akrab disapa Bung Yuke itu pencapaian TSI di GIC juga menunjukkan adanya perkembangan dari tahun ke tahun. Pada keikutsertaan pertama di kategori U-17, TSI berhasil finis di posisi ketiga.

TSI U-16 berhasil meraih juara di TopSkor National Championship 2026. (Dok. Istimewa)
TSI U-16 berhasil meraih juara di TopSkor National Championship 2026. (Dok. Istimewa)

Kemudian pada tahun kedua, TSI turun di kategori U-15 dan mampu menjadi runner-up. Hingga akhirnya pada edisi ketiga, TSI U-15 berhasil meraih gelar juara bersama pelatih kepala Yunus Muchtar.

"Di GIC tahun pertama kami ikut di U-17, ketika itu pelatih kepala dipimpin Coach Indriyanto (Nugroho), kita berada di peringkat ketiga. Kemudian tahun kedua kita ikut lagi di U-15, tetapi hanya peringkat kedua dan alhamdulillah di tahun ketiga yang dipimpin Coach Yunus (Muchtar) ini kami berhasil mendapatkan juara satu," kata Bung Yuke.

Kendati demikian, Bung Yuke mengingatkan bahwa gelar juara bukan menjadi akhir dari perjalanan para pemain. Menurutnya, TSI merupakan bagian dari proses pembinaan yang diharapkan dapat terus berlanjut pada ajang-ajang berikutnya.

"Ini adalah sebuah turnamen, sebuah event. Kita ingin nanti anak-anak ini terus sama-sama berproses. Semoga kita bisa siapkan lagi untuk event berikutnya agar mereka bisa kumpul lagi dan mengikuti turnamen lagi," tuturnya.

Ia juga menyebut 2026 sebagai tahun keberuntungan bagi Liga TopSkor, khususnya TSI yang dipimpin oleh Coach Yunus Muchtar.

TSI U-15 meraih juara di ajang Garuda International Cup 2026. (Dok. Istimewa)
TSI U-15 meraih juara di ajang Garuda International Cup 2026. (Dok. Istimewa)

Pasalnya, Yunus Muchtar sukses membawa TSI U-16 menjadi juara TNC 2026 sebelum kembali mengantarkan TSI U-15 meraih gelar juara GIC 2026.

"Ini menjadi bulan keberuntungan buat Liga TopSkor, terutama untuk Coach Yunus. Kemarin bisa membawa tim TSI U-16 juara di TNC 2026, lalu puncaknya kali ini menjadi juara di GIC 2026 dengan tim TSI U-15," ucap Bung Yuke.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para pemain agar tidak cepat berpuas diri setelah meraih prestasi tersebut.

Bung Yuke menambahkan para pemain untuk terus berlatih dengan disiplin, bertanggung jawab, serta tetap rendah hati. Sebab, mempertahankan prestasi dinilai jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya.

"Saya harap para pemain jangan cepat puas dengan satu tapakan keberhasilan ini, karena masih banyak undakan dan tapakan yang mereka harus capai," ujar Bung Yuke.

"Terus berlatih lebih disiplin dan bertanggung jawab lagi karena sekarang mereka menyandang status sebagai juara. Tapi untuk mempertahankan juara itu tidak mudah, jadi mereka harus rendah hati untuk terus belajar," pungkasnya.

× Image