Home > World

Ironi Liga Sepak Bola Wanita Spanyol: Penonton Bertambah, Nilai Hak Siar Menurun

Nilai hak siar Liga Sepak Bola Wanita Spanyol (Liga F) mengalami penurunan tajam dibandingkan sebelumnya.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Ilustrasi Liga Sepak Bola Wanita Spanyol (Liga F). (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id) 
Ilustrasi Liga Sepak Bola Wanita Spanyol (Liga F). (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id – Liga Sepak Bola Wanita Spanyol atau kini disebut Liga F memasuki musim 2026-2027 dengan kabar yang terlihat positif di permukaan. Kompetisi sepak bola wanita kasta tertinggi Spanyol akhirnya memastikan DAZN, RTVE, dan TV3 sebagai pemegang hak siar domestik untuk tiga musim ke depan.

Namun, di balik kepastian tersebut, ada persoalan yang jauh lebih besar yang tengah menghantui Liga F yaitu nilai hak siar yang mengalami penurunan tajam.

DAZN kembali mengambil paket utama untuk menayangkan seluruh delapan pertandingan setiap jornada (pekan) melalui layanan berbayar. Sementara itu, RTVE bersama TV3 akan menyiarkan empat pertandingan setiap pekan secara gratis.

Model tersebut memang memberikan jaminan visibilitas yang lebih luas. Tetapi dari sisi bisnis, Liga F harus menerima kenyataan bahwa nilai komersial hak siarnya belum mampu mempertahankan level kesepakatan sebelumnya.

Baca Juga: Persija Rekrut Striker yang Pernah Bermain di Europa League dan Timnas Swedia

Baca Juga: Emil Audero Resmi Masuk Skuad Como 1907 untuk Musim 2026-2027

Pada 2022, DAZN membeli hak siar Liga F untuk lima musim dengan nilai total sekitar 35 juta euro, atau rata-rata sekitar 7 juta euro per musim. Kesepakatan itu awalnya berlaku hingga 2026-2027, tetapi kemudian berakhir lebih cepat.

Dilaporkan, kesepakatan terbaru dengan DAZN hanya bernilai sekitar 3 juta euro. Artinya, nilai kesepakatan baru tersebut bahkan kurang dari separuh nilai kontrak sebelumnya. Kondisi ini semakin menyoroti kekhawatiran terhadap nilai komersial dan tingkat keuntungan sepak bola wanita di Spanyol.

Proses tender bahkan sempat menemui jalan buntu. Tidak ada penawaran pada putaran pertama yang mencapai harga dasar yang ditetapkan Liga F, yakni 5 juta euro untuk paket seluruh pertandingan dan 2 juta euro untuk paket empat laga per pekan. Kondisi tersebut memaksa Liga F membuka putaran kedua tender sebelum akhirnya mendapatkan kesepakatan dengan DAZN dan RTVE.

Situasi ini menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa tahun setelah Liga F resmi bertransformasi menjadi kompetisi profesional.

Secara logika, pertumbuhan kompetisi seharusnya diikuti peningkatan nilai hak siar. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Kesepakatan baru membuat Liga F harus lebih mengutamakan jangkauan penonton dan visibilitasdibandingkan sekadar mengejar pemasukan maksimal dari hak siar.

Empat pertandingan setiap pekan akan tersedia secara gratis melalui RTVE dan TV3. Keputusan tersebut diharapkan mampu memperluas basis penonton, meningkatkan popularitas klub dan pemain, sekaligus memperkuat daya tarik kompetisi bagi sponsor.

Dengan kata lain, Liga F tampaknya sedang melakukan investasi jangka panjang yaitu dengan mengorbankan sebagian potensi pendapatan saat ini demi membangun nilai komersial yang lebih besar di masa depan.

Ironisnya, penurunan nilai hak siar terjadi ketika jumlah penonton Liga F justru menunjukkan tren positif.

Pada musim 2025-2026, Liga F mencatat sekitar 7,5 juta penonton secara kumulatif, meningkat 11,2 persen dibandingkan musim sebelumnya dan 127 persen dibandingkan musim 2022-2023 ketika kompetisi mulai menggunakan identitas Liga F.

Angka tersebut menjadi bukti bahwa ketertarikan terhadap sepak bola wanita Spanyol sebenarnya terus tumbuh. Persoalannya adalah bagaimana perhatian tersebut dikonversi menjadi uang.

Liga F belum mampu membuat pasar melihat produk kompetisinya dengan nilai yang setara dengan pertumbuhan audiensnya. Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi pengelola kompetisi dan 16 klub yang berkompetisi di dalamnya.

Kembalinya DAZN tetap menjadi kabar penting. Platform streaming tersebut sebelumnya menjadi pemegang hak utama Liga F dan kini kembali mengambil paket delapan pertandingan setiap jornada hingga 2028-2029.

Namun, proses tender sebelum kesepakatan tercapai memperlihatkan bahwa posisi tawar Liga F tidak sekuat yang diharapkan.

Tidak adanya penawaran yang memenuhi harga minimum pada putaran pertama menjadi sinyal bahwa broadcaster belum bersedia membayar sesuai ekspektasi awal Liga F.

Karena itu, kehadiran RTVE menjadi sangat strategis. Televisi publik tersebut tidak hanya membantu memastikan pertandingan dapat disaksikan secara gratis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Liga F untuk meningkatkan exposure.

Bagi kompetisi yang sedang berusaha meningkatkan nilai komersialnya, jumlah penonton menjadi aset yang tidak kalah penting dibandingkan nilai kontrak hak siar itu sendiri.

Tantangan berikutnya berada di pasar internasional. Pasalnya, Liga F belum memberikan hak siar global kepada satu operator. Alih-alih menjualnya dalam satu paket, pengelola kompetisi memilih melakukan negosiasi berdasarkan masing-masing negara atau wilayah.

Strategi tersebut membuka peluang untuk mendapatkan nilai lebih tinggi dari pasar tertentu. Namun, pada saat yang sama, Liga F harus bekerja lebih keras untuk menjual produknya ke berbagai broadcaster di seluruh dunia.

Ini berbeda dengan kesepakatan 2022 ketika DAZN memegang hak global untuk periode lima musim.

Penurunan pendapatan hak siar memperlihatkan bahwa Liga F masih berada dalam fase membangun fondasi bisnisnya.

Investasi Besar Pau Gasol

Di sisi lain, Liga F juga mendapatkan suntikan investasi besar pada musim panas ini. Ikon basket Spanyol, Pau Gasol, menyelesaikan investasi senilai 55 juta euro ke dalam kompetisi.

Melalui dana investasi Gasol16 Ventures yang didukung Fortified Partners, Gasol mengakuisisi antara 35 hingga 49 persen hak atas pendapatan komersial masa depan klub-klub Liga F untuk periode 25 tahun, hingga musim 2050-2051.

Namun, empat dari 16 klub memilih tidak ikut dalam skema tersebut. Barcelona dan rival beratnya, Real Madrid, termasuk di antara klub yang mengambil keputusan tersebut.

Pada musim lalu, Barcelona keluar sebagai juara Liga F dengan keunggulan 15 poin. Mereka hanya kehilangan poin dalam satu dari 30 pertandingan yang dimainkan.

Musim baru Liga F 2026-2027 akan dimulai pada 29 Agustus nanti.

Sumber: DAZN, Diario AS, Sportcal

× Image